<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dinas Pertanian Kabupaten Ende &#8211; Ende News</title>
	<atom:link href="https://endenews.com/tag/dinas-pertanian-kabupaten-ende/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://endenews.com</link>
	<description>Berita &#38; Budaya Kabupaten Ende</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Jun 2022 13:20:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-100x75.png</url>
	<title>Dinas Pertanian Kabupaten Ende &#8211; Ende News</title>
	<link>https://endenews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Klarifikasi Kadis Marianus Soal Keributan di Dinas Pertanian</title>
		<link>https://endenews.com/klarifikasi-kadis-marianus-soal-keributan-di-dinas-pertanian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jun 2022 12:02:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pertanian Kabupaten Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Marianus Alexander]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=5386</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Marianus Alexander akhirnya memberikan klarifikasi mengenai keributan yang terjadi di...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/klarifikasi-kadis-marianus-soal-keributan-di-dinas-pertanian/">Klarifikasi Kadis Marianus Soal Keributan di Dinas Pertanian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Marianus Alexander akhirnya memberikan klarifikasi mengenai keributan yang terjadi di instansinya (17/6/22). Kata Marianus, keributan yang terjadi disebabkan salah paham semata dan sebagai pimpinan dia akan melakukan pembinaan terhadap para staf.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, keributan sempat terjadi di Dinas Pertanian Kabupaten Ende dan menimbulkan kegaduhan di kantor itu hingga menghentikan aktifitas kerja. Pokok persoalan akibat ketersinggungan salah seorang staf atas ucapan Kadis Pertanian, Marianus Alexander.</p>
<p>Staf bernama Athanisius Tibu tidak terima dimarahi karena merasa melakukan perjalanan dinas sesuai Surat Perintah Tugas (SPT) yang ditanda-tangani oleh pimpinannya tersebut. Dirinya berang lantaran telah melakukan penugasan tetapi malah dimarahi oleh Kadis Marianus.</p>
<p>Selain itu, kemarahan Athanisius juga dipicu oleh tindakan Kadis Marianus yang menurutnya sering tidak adil sejak lama.</p>
<p><em><strong>BACA JUGA :</strong></em></p>
<ul>
<li><strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/keributan-di-dinas-pertanian-ende-staf-labrak-kadis-soal-surat-tugas/">Keributan di Dinas Pertanian Ende, Staf Labrak Kadis Soal Surat Tugas</a></span></strong></li>
<li><strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/menelusuri-distribusi-pupuk-bersubsidi-di-ende-kejanggalannya-bikin-dewan-gemas/">Menelusuri Distribusi Pupuk Bersubsidi di Ende, Kejanggalannya Bikin Dewan Gemas</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Mengenai hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Marianus Alexander mengatakan, keributan mengenai surat penugasan dilatar-belakangi oleh salah paham belaka dan tidak ada maksud untuk menyerang stafnya itu secara tidak adil.</p>
<p>Dirinya menjelaskan, surat penugasan terhadap Athanasius dan dua orang rekannya memang ditanda-tangani pada hari Senin dan mereka dikiranya berangkat penugasan pada hari Selasa. Namun, tanpa konfirmasi mengenai penundaan, penugasan baru dilaksanakan mereka pada hari Rabu. Sedangkan pada hari Selasa ia menanda-tangani surat penugasan lain kepada satu orang staf untuk penugasan pada hari Rabu.</p>
<p>Karena itulah, sambungnya, ia mengira penugasan pada hari Rabu hanya untuk satu orang staf, yaitu yang ditanda-tangani pada hari Selasa.</p>
<p>“Jadi, surat tugas ini <em>kan </em>ada yang tanda-tangannya dari hari Senin, bertugasnya di hari Selasa. Yang kemudian nyusul yang tanda-tangan hari Selasa itu, besoknya (Rabu) harus jalan itu hanya satu orang,” kata Marianus Alexander (17/06/22).</p>
<p>Karena itulah dirinya sempat bersikukuh bahwa penugasan pada hari Rabu hanya terhadap satu orang staf. Hal itu bukan sesuatu yang disengaja melainkan sesuai dengan mekanisme penugasan di kantornya.</p>
<p>Jelas Marianus, merujuk mekanisme penugasan, jika Surat Perintah Tugas belum dilakukan atau tertunda maka wajib seorang staf melaporkan kembali kepada pimpinan. Athanasius beserta dua orang rekannya semestinya melaporkan kembali karena SPT yang ditanda-tangani pada hari Senin baru dilaksanakan pada hari Rabu. Kealpaan itulah yang menyebabkan dirinya salah paham dan mengira hanya satu orang staf yang menjalankan penugasan pada hari Rabu.</p>
<p>“Sehingga waktu apel (di kantor) saya bilang hanya satu orang yang tugas ke luar di hari Rabu itu, padahal dengan mereka yang sudah tanda-tangannya hari Senin,” sambung Marianus. “Bukan saya lupa tapi <em>kan</em> (mereka) tidak beritahu kembali, jadi saya pikir <em>ya </em>hanya satu yang saya tanda-tangan”.</p>
<p>Marianus juga membantah dugaan Athanius terkait perlakuan tidak adil yang dialaminya. Menurut Marianus, sebagai pimpinan dirinya memperlakukan seluruh staf secara adil tanpa faktor suka atau tidak suka. Memang, diakui Marianus, dirinya pernah menegur Athanasius soal kendaraan pribadi namun hal itu bukan melarang Athanasius membawa kendaraan roda empat, melainkan harus memarkir pada tempat yang sudah disediakan.</p>
<p>Dirinya mengaku amat kaget atas peristiwa keributan itu lantaran ia merasa tidak ada persoalan dengan para staf selama ini. Memang, terdapat persoalan kecil seperti minimnya pekerjaan ataupun penugasan namun hal tersebut bukan disengaja melainkan karena kemampuan anggaran pada instansinya.</p>
<p>Kendati demikian, Marianus tetap menyayangkan peristiwa itu dan sebagai pimpinan ia akan melakukan pembinaan terhadap para staf.</p>
<p>“Untuk menindak, tidak. Sebagai staf di sini saya akan bina mereka. Kok tiba-tiba saja begitu saya juga heran”. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/klarifikasi-kadis-marianus-soal-keributan-di-dinas-pertanian/">Klarifikasi Kadis Marianus Soal Keributan di Dinas Pertanian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kematian Ternak Babi Meningkat, Warga Ende Dihimbau Terapkan Biosecurity</title>
		<link>https://endenews.com/kematian-babi-meningkat-warga-ende-dihimbau-terapkan-biosecurity/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2020 12:49:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pertanian Kabupaten Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Virus ASF di Kabupaten Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=1121</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dinas Pertanian Kabupaten Ende mengeluarkan Surat Edaran berisi cara penerapan biosecurity pada ternak babi. Himbauan...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/kematian-babi-meningkat-warga-ende-dihimbau-terapkan-biosecurity/">Kematian Ternak Babi Meningkat, Warga Ende Dihimbau Terapkan Biosecurity</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dinas Pertanian Kabupaten Ende mengeluarkan Surat Edaran berisi cara penerapan biosecurity pada ternak babi. Himbauan ini dikeluarkan pasca meningkatnya angka kematian ternak babi yang terjadi di Kabupaten Ende. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Marianus Alexander, ketika dihubungi <em>Ende News</em> (15/7/20).</p>
<p>Dalam catatan Dinas Pertanian, angka kematian ternak babi pada dua bulan terakhir, yakni Mei dan Juni 2020, tercatat 465 ekor babi.</p>
<ul>
<li><strong><span style="background-color: #ffffff; color: #003366;"><em><span style="color: #000000;">BACA JUGA :</span></em> <a style="background-color: #ffffff; color: #003366;" href="https://endenews.com/medan-ekstrim-pengerjaan-jalan-reka-wolokota-sempat-cederai-1-prajurit-kodim/">Medan Ekstrim, Pengerjaan Jalan Reka-Wolokota Sempat Cederai 1 Prajurit Kodim</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Matinya ternak babi tersebar di 15 Kecamatan di Kabupaten Ende. Sebaran peningkatan paling tinggi terdapat di empat wilayah, yaitu Kecamatan Maukaro, Kota Ende, Kecamatan Ndona, dan Kecamatan Detusoko.</p>
<p>Apabila dibandingkan dengan total populasi ternak babi di Kabupaten Ende maka, angka tersebut belum dapat dikatakan luar biasa. Untuk diketahui, total populasi ternak babi di Kabupaten Ende, dalam data Dinas Pertanian tercatat 97.000 ekor. Namun, diakui Marianus Alexander, ada trend peningkatan kematian secara drastis dalam dua bulan terakhir.</p>
<ul>
<li><strong><span style="background-color: #ffffff; color: #003366;"><em><span style="color: #000000;">BACA JUGA :</span></em> <a style="background-color: #ffffff; color: #003366;" href="https://endenews.com/wow-pad-ende-normal-ditengah-pandemi-begini-rinciannya/">PAD Ende Normal Ditengah Pandemi, Begini Rinciannya</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Menanggapi trend peningkatan tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Ende mengirimkan himbauan ke kecamatan dan desa-desa. Isi himbauan dalam Surat Edaran, pada intinya mengharapkan para peternak menerapkan biosecurity.</p>
<p>Biosecurity, kata yang masih asing bagi masyarakat awam ini, diartikan serangkaian tindakan yang didesain untuk mencegah masuk dan menyebarnya penyakit menular pada ternak.</p>
<p>Dalam biosecurity, Dinas Pertanian Kabupaten Ende menekankan 4 hal penting yang harus diterapkan oleh para peternak.</p>
<p><em>Pertama</em>, para peternak diharap tidak mengizinkan orang lain, apalagi dari luar daerah, mendekati atau masuk ke kandang ternak. <em>Kedua</em>, para peternak sesering mungkin membersihkan kandang ternak dengan disinvektan atau cairan deterjen.</p>
<p><em>Ketiga</em>, para peternak diharapkan tidak mendekati kandang dan ternak babi orang lain, apalagi ternak yang terserang penyakit. Dan terakhir, sebelum membersikan kandang atau memberi makan, para peternak harus membersihkan diri dan mengunakan alas kaki.</p>
<ul>
<li><strong><span style="background-color: #ffffff; color: #000080;"><em><span style="color: #000000;">BACA JUGA : </span></em><a style="background-color: #ffffff; color: #000080;" href="https://endenews.com/ternyata-pungutan-pajak-oleh-bapenda-ende-diawasi-kpk/">Ternyata, Pungutan Pajak Oleh Bapenda Ende Diawasi KPK</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Penerapan biosecurity merupakan cara mudah dalam langkah pencegahan, khususnya terhadap virus ASF (African Swine Ferer) yang belum ditemukan vaksinnya. Diharapkan dengan adanya penerapannya maka ternak-ternak babi milik warga Kabupaten Ende terhindar dari ancaman penularan virus.</p>
<p>Untuk diketahui, hingga saat penyebab tingginya kematian ternak babi dalam dua bulan terakhir, belum dapat dipastikan. Dinas Pertanian masih menunggu hasil tes terhadap sampel-sampel yang dikirim ke laboratorium di Denpasar dan Medan. <strong><em>(ARA/EN)</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/kematian-babi-meningkat-warga-ende-dihimbau-terapkan-biosecurity/">Kematian Ternak Babi Meningkat, Warga Ende Dihimbau Terapkan Biosecurity</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kematian Babi di Ende Capai 465 Ekor Dalam Dua Bulan</title>
		<link>https://endenews.com/kematian-babi-di-ende-capai-465-ekor-dalam-dua-bulan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2020 09:51:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pertanian Kabupaten Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Virus ASF di Kabupaten Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=1097</guid>

					<description><![CDATA[<p>Warga Kabupaten tengah dihadapkan pada persoalan tingginya angka kematian ternak babi. Warga mengeluh lantaran ternak...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/kematian-babi-di-ende-capai-465-ekor-dalam-dua-bulan/">Kematian Babi di Ende Capai 465 Ekor Dalam Dua Bulan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Warga Kabupaten tengah dihadapkan pada persoalan tingginya angka kematian ternak babi. Warga mengeluh lantaran ternak babi milik mereka mati secara cepat. Ternak mereka hanya mengalami sakit atau malas makan selama beberapa hari lalu mati satu per satu.</p>
<ul>
<li><strong><span style="background-color: #ffffff; color: #003366;"><a style="background-color: #ffffff; color: #003366;" href="https://endenews.com/papan-reklame-di-salah-satu-kios-di-wilayah-kota-ende/"><em><span style="color: #000000;">BACA JUGA</span> </em>: Warga Ende, Pajak Reklame di Kios-kios Mulai Dipungut Tahun Ini</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Salah satu warga Kota Ende di Kelurahan Mautapaga misalnya, kehilangan 7 ekor babi hanya dalam kurun waktu 1 Minggu. Aquino Demu pemilik 7 ekor ternak babi tersebut mengungkapkan, awalnya babi miliknya tidak menunjukkan gejala sakit melainkan hanya malas makan. Dua hari berselang, seluruh ternak babi miliknya mati satu per satu.</p>
<p>Menurut Aquino, saat mendapati 2 ekor babi miliknya mati, dirinya berupaya mencarikan pengobatan agar 5 ekor sisanya dapat diselamatkan. Namun,  beberapa jenis obat yang digunakannya tidak berhasil menyembuhkan ternak babi miliknya itu. Sebanyak 5 ekor sisanya juga mati pada hari-hari berikutnya.</p>
<p>Maraknya kematian babi di Kabupaten Ende diakui oleh Dinas Pertanian Kabupaten Ende. Menurut Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, dokter hewan Said Karim Djohar (13/7/20), angka kematian ternak babi pada beberapa bulan terakhir amat tinggi, diluar kewajaran.</p>
<ul>
<li><strong><span style="background-color: #ffffff; color: #003366;"><em><span style="color: #000000;">BACA JUGA</span></em> : <a style="background-color: #ffffff; color: #003366;" href="https://endenews.com/wow-pad-ende-normal-ditengah-pandemi-begini-rinciannya/">PAD Ende Normal Ditengah Pandemi, Begini Rinciannya</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Dalam wawancara dengan <em>Ende News</em> juga terungkap, dalam kurun waktu dua bulan yakni bulan Mei hingga Juni 2020, angka kematian ternak babi di Kabupaten Ende mencapai 465 ekor.  Tingkat kematian ternak babi tertinggi tercatat di 3 wilayah. Wilayah dimaksud adalah Kecamatan Maukaro dengan 185 kasus kematian, menyusul berturut-turut Kota Ende dan Detusoko Barat.</p>
<p>Angka tersebut masih terbuka kemungkinan akan bertambah, mengingat data bulan Juli masih dalam pengumpulan.</p>
<p>Selain itu, pada awal bulan Juli, angka kematian ternak babi di wilayah Kecamatan Nangapanda juga mulai alami peningkatan. Karenanya dalam waktu dekat pihak Dinas Pertanian berencana melakukan pemeriksaan ternak di Kecamatan tersebut.</p>
<p>Dikatakan dokter hewan Said Djohar, terkait penyebab tingginya angka kematian ternak babi di Kabupaten Ende, pihaknya belum dapat memastikan. Diakuinya, memang sekarang ini tengah merebak virus <em>African Swine Ferer </em>(ASF) di Kabupaten Sikka. Namun, diperlukan uji laboratorium untuk memastikan dugaan tersebut.</p>
<ul>
<li><strong><span style="background-color: #ffffff; color: #003366;"><em><span style="color: #000000;">BACA JUGA</span></em> : <a style="background-color: #ffffff; color: #003366;" href="https://endenews.com/soal-pbb-dermaga-feri-nangakeo-bapenda-ende-harusnya-dibayar-asdp/">Soal PBB Dermaga Feri Nangakeo, Bapenda Ende: Harusnya Dibayar ASDP</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Guna memastikan penyebab kematian, Dinas Pertanian telah mengumpulkan puluhan sampel yang ambil secara <em>random</em> dari beberapa wilayah. Sekarang ini sampel-sampel tersebut telah dikirim menjalani pemeriksaan laboratorium di Denpasar. Terkait kapan hasil pemeriksaan dikeluarkan, pihaknya belum dapat memastikan</p>
<p>Tingginya angka kematian babi tergolong membingungkan sebab berbagai upaya pencegahan telah dilakukan oleh pemerintah. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Ende telah mengeluarkan Instruksi Bupati Ende tentang pelarangan babi atau dagingnya masuk ke Kabupaten Ende. Aturan tersebut dikeluarkan guna mencegah penyebaran virus ASF, yang diterbitkan sebelum ditemukan adanya kasus ASF di Sikka. <em><strong>(ARA/EN)</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/kematian-babi-di-ende-capai-465-ekor-dalam-dua-bulan/">Kematian Babi di Ende Capai 465 Ekor Dalam Dua Bulan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
