<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Fr . M. Yohanes Berchmans &#8211; Ende News</title>
	<atom:link href="https://endenews.com/tag/fr-m-yohanes-berchmans/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://endenews.com</link>
	<description>Berita &#38; Budaya Kabupaten Ende</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Sep 2023 01:44:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-100x75.png</url>
	<title>Fr . M. Yohanes Berchmans &#8211; Ende News</title>
	<link>https://endenews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Renungan Katolik : &#8220;Ia Meletakkan Tangan dan Menyembuhkan Mereka&#8221;</title>
		<link>https://endenews.com/renungan-katolik-ia-meletakkan-tangan-dan-menyembuhkan-mereka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Sep 2023 01:42:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Fr . M. Yohanes Berchmans]]></category>
		<category><![CDATA[renungan katolik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=6270</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-ia-meletakkan-tangan-dan-menyembuhkan-mereka/">Renungan Katolik : &#8220;Ia Meletakkan Tangan dan Menyembuhkan Mereka&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6213" aria-describedby="caption-attachment-6213" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-medium wp-image-6213" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-250x190.jpg" alt="Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende" width="250" height="190" title="Renungan Katolik : &quot;Ia Meletakkan Tangan dan Menyembuhkan Mereka&quot; 1" srcset="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-250x190.jpg 250w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-100x75.jpg 100w" sizes="(max-width: 250px) 100vw, 250px" /><figcaption id="caption-attachment-6213" class="wp-caption-text">Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende</figcaption></figure>
<p>SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan!</p>
<p>Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 4: 38 &#8211; 44, yakni tentang  Yesus Menyembuhkan Ibu Mertua Simon Petrus dan Orang-orang Lain.</p>
<p>Dalam karya pewartaan dan pelayananNya,  Yesus selalu berjalan keliling dari kota ke kota sambil berbuat baik atau <em>pertransiit benefaciendo</em>. Inilah karya keselamatan yang diwartakan oleh Yesus. Dia tidak hanya mengajar dengan kata kata, tetapi Ia melakukan tindakan nyata.</p>
<p>Atau dengan kata lain, kata kata Nya diwujudkan dalam tindakan, yakni dengan menyembuhkan banyak orang sakit dan mengusir setan setan. Hati Yesus selalu tergerak oleh belas kasihan kepada mereka yang menderita, mereka yang sakit berbagai macam penyakit.</p>
<p>Namun, Yesus tidak cukup hanya dengan belas kasihan, tetapi Dia wujudkan dalam tindakan nyata. Dia tidak  pernah kenal lelah, untuk selalu berjalan keliling sambil berbuat baik, dengan mengajar, menyembuhkan orang orang sakit dan mengusir setan setan.</p>
<p>Bagaimana dengan kita? Adakah hati kita juga seperti hati Yesus yang selalu tergerak oleh belas kasihan kepada sesama yang membutuhkan pertolongan kita? Yesus selalu berjalan keliling sambil berbuat baik. Artinya ke mana saja Yesus pergi, Dia selalu berbuat kebaikan.</p>
<p>Semoga ke mana saja kita pergi atau berjalan, kita selalu melakukan perbuatan baik. Kita, barangkali tidak bisa seperti Yesus yang meletakkan tangannya dan menyembuhkan orang lain, tetapi kita bisa dengan kedua tangan kita untuk melakukan perbuatan baik kepada sesama.</p>
<p>Dan akhirnya, kita tidak perlu meletakkan tangan untuk menyembuhkan orang orang sakit, tetapi kita dengan kedua tangan terkatup bisa berdoa untuk sesama kita yang menderita, yang sakit. Mudah-mudahan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-ia-meletakkan-tangan-dan-menyembuhkan-mereka/">Renungan Katolik : &#8220;Ia Meletakkan Tangan dan Menyembuhkan Mereka&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Renungan Katolik: “Kata-kata yang Menghidupkan”</title>
		<link>https://endenews.com/renungan-katolik-kata-kata-yang-menghidupkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Sep 2023 22:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Fr . M. Yohanes Berchmans]]></category>
		<category><![CDATA[renungan katolik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=6262</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Ia mengajar dengan kata-kata yang penuh kuasa&#8221; SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-kata-kata-yang-menghidupkan/">Renungan Katolik: “Kata-kata yang Menghidupkan”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<figure id="attachment_6213" aria-describedby="caption-attachment-6213" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-medium wp-image-6213" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-250x190.jpg" alt="Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende" width="250" height="190" title="Renungan Katolik: “Kata-kata yang Menghidupkan” 2" srcset="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-250x190.jpg 250w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-100x75.jpg 100w" sizes="(max-width: 250px) 100vw, 250px" /><figcaption id="caption-attachment-6213" class="wp-caption-text">Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende</figcaption></figure>
<h1 style="text-align: center;">&#8220;Ia mengajar dengan kata-kata yang penuh kuasa&#8221;</h1>
</blockquote>
<p>SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan!</p>
<p>Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 4: 31 &#8211; 37, yakni tentang Yesus Dalam Rumah Ibadat di Kapernaum. Pertanyaannya adalah apa yang dilakukan oleh Yesus di rumah ibadat di Kapernaum?</p>
<p>Ada dua peristiwa yang dilakukan oleh Yesus di sana, yakni, <em>pertama</em>, Ia mengajar di sana, dan membuat orang takjub mendengar pengajaranNya. Mengapa orang takjub? Sebab Ia mengajar dengan kata-kata yang penuh kuasa.</p>
<p><em>Kedua</em>, Yesus menyembuhkan seorang yang kerasukan setan. Namun, yang menarik adalah bahwa setan mengenal Yesus yang adalah Yang Kudus dari Allah. Namun demikian,  Yesus menghardik setan itu, kataNya: &#8220;Diam, keluarlah dari padanya&#8221;. Maka setan itu pun keluar dari padanya.</p>
<p>Hal itu juga membuat orang takjub dan berkata: &#8220;Alangkah hebatnya perkataan ini”. Dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh roh jahat, dan mereka pun keluar.</p>
<p>Bagaimana dengan kita? Sebagai murid Yesus, kita pun harus memiliki kata-kata yang penuh kuasa. Kata-kata yang menghidupkan dan bukan sebaliknya kata-kata yang mematikan. Bahwa setiap kata-kata kita memiliki kekuatan, yang bisa menghidupkan dan juga bisa mematikan.</p>
<p>Kata-kata yang menghidupkan, apabila keluar dari mulut kita adalah kata yang konstruktif, kata-kata yang positif, kata-kata yang memuji, kata-kata yang memotivasi, kata-kata yang penuh kasih sayang.</p>
<p>Sebaliknya, kata-kata yang mematikan yang keluar dari mulut kita adalah kata-kata yang destruktif, kata-kata yang negatif, kata-kata yang mencela, menghujat, kata-kata yang menyakiti hati dan melukai perasaan orang lain, kata-kata yang provokasi.</p>
<p>Oleh karena itu, hati-hatilah dalam setiap perkataan yang diucapkan. Sebab, baik bagi kita, belum tentu baik bagi orang lain. Maka, mari berpikirlah sebelum berbicara atau <em>think before speak</em>. Semoga demikian.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-kata-kata-yang-menghidupkan/">Renungan Katolik: “Kata-kata yang Menghidupkan”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Renungan Katolik: “Mereka Heran Kata-kata Indah yang DiucapkanNya”</title>
		<link>https://endenews.com/renungan-katolik-mereka-heran-kata-kata-indah-yang-diucapkannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Sep 2023 01:34:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Fr . M. Yohanes Berchmans]]></category>
		<category><![CDATA[renungan katolik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=6257</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-mereka-heran-kata-kata-indah-yang-diucapkannya/">Renungan Katolik: “Mereka Heran Kata-kata Indah yang DiucapkanNya”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6213" aria-describedby="caption-attachment-6213" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-medium wp-image-6213" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-250x190.jpg" alt="Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende" width="250" height="190" title="Renungan Katolik: “Mereka Heran Kata-kata Indah yang DiucapkanNya” 3" srcset="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-250x190.jpg 250w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-100x75.jpg 100w" sizes="(max-width: 250px) 100vw, 250px" /><figcaption id="caption-attachment-6213" class="wp-caption-text">Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende</figcaption></figure>
<p>SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santunan kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan!</p>
<p>Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 4: 16 &#8211; 30, yakni tentang Yesus Ditolak Di Nazaret.</p>
<p>Pertanyaannya adalah mengapa Yesus di tolak di kampung halamanNya? Alasannya sangat sederhana, yakni hanya karena mereka tahu latar belakang keluarga Yesus. Mereka tahu siapa orang tua Yesus. Mereka tahu apa pekerjaan orang tua Yesus.</p>
<p>Mereka tahu siapa saudara saudara Yesus. Padahal sebelumnya mereka sangat heran, kagum dengan pengajaran Yesus. Mereka heran, kagum dan takjub akan kata kata indah yang diucapkan atau diajarkan oleh Yesus.</p>
<p>Semua itu menjadi sirna, hanya karena alasan mereka tahu latar belakang siapa keluarga Yesus. Mereka menolak keberadaan Yesus, dengan alasan latar belakang keluarga. Andai saja hati dan pikiran mereka terbuka akan rahmat Tuhan, seharusnya mereka bangga bahwa Sang Mesias Juruselamat dunia berasal dari Nazaret.</p>
<p>Namun, yang terjadi malah sebaliknya. Akibat dari penolakan itu, maka Yesus tidak mengadakan mukjizat di kampung halamanNya. Dan dengan menolak Yesus berarti juga mereka menolak keselamatan hidup yang kekal.</p>
<p>Bagaimana dengan kita? Kita pun dalam kehidupan sehari-hari, terkadang juga jatuh ke dalam &#8220;menolak&#8221; sesama hanya karena alasan tertentu, misalkan saja karena persaingan bisnis atau usaha, karena ambisius kekuasaan, jabatan, prestasi, kekayaan atau harta, dll.</p>
<p>Padahal kalau kita memiliki kerendahan hati dan akal yang baik dan sehat, harusnya kita sadar bahwa semua di miliki, dikaruniai dan ditentukan atau ditetapkan oleh Allah sesuai rencana dan kehendak lnya.</p>
<p>Oleh karena itu, tidak perlu iri hati, tidak perlu cemburu, karena semuanya dikaruniakan oleh Allah sesuai rencana dan kehendak Nya. Tugas kita adalah berusaha untuk mengelola, untuk mengembangkannya sesuai dengan kemampuan kita masing-masing, dan biarlahkan Tuhan yang akan menyempurnakan dan menyelesaikannya.</p>
<p>Allah bersabda: &#8220;Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau…&#8221; (Yeremia 1: 5). Maka, sesungguhnya kita menjadi apa atau seperti apa, itu sudah diatur, ditetapkan atau ditentukan oleh Allah untuk sesuai rencana dan kehendak Nya.</p>
<p>Maka, yang terjadi harusnya: kita saling mengakui, saling menghormati dan menghargai kelebihan, kehebatan, keunggulan, prestasi satu sama lain. Dan tentunya kita pun pasti memiliki kelebihan, kehebatan dan keunggulan. Dan kata kuncinya adalah kerendahan hati, untuk menerima sesama, apa adanya, tanpa memandang latar belakang keluarga, suku, agama dan budayanya. Semoga demikian</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-mereka-heran-kata-kata-indah-yang-diucapkannya/">Renungan Katolik: “Mereka Heran Kata-kata Indah yang DiucapkanNya”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Renungan Katolik : “Menjadi Hamba Yang Baik”</title>
		<link>https://endenews.com/renungan-katolik-menjadi-hamba-yang-baik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Sep 2023 01:57:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Fr . M. Yohanes Berchmans]]></category>
		<category><![CDATA[renungan katolik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=6247</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur?Jangan lupa untuk...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-menjadi-hamba-yang-baik/">Renungan Katolik : “Menjadi Hamba Yang Baik”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6213" aria-describedby="caption-attachment-6213" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-6213" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-250x190.jpg" alt="Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende" width="250" height="190" title="Renungan Katolik : “Menjadi Hamba Yang Baik” 4" srcset="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-250x190.jpg 250w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-100x75.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 250px) 100vw, 250px" /><figcaption id="caption-attachment-6213" class="wp-caption-text">Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende</figcaption></figure>
<p>SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur?Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan!</p>
<p>Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 25: 14 &#8211; 30, yakni Perumpamaan Tentang Talenta. Ada 3 orang hamba dipercayakan untuk mengelola harta milik tuannya berupa talenta. Dalam konteks ini, talenta berarti ukuran jumlah uang yang sangat besar nilainya, yaitu 6000 dinar.</p>
<p>Hamba pertama diberi 5 talenta, hamba kedua di beri 2 talenta dan hamba ke tiga diberi 1 talenta. Mereka diberi sesuai dengan kemampuan. Itu artinya tuan atau majikan mereka tahu kemampuan masing masing hambanya.</p>
<p>Namun, lihatlah sikap atau karakteristik ketiga hamba itu. Hamba yang pertama dia mengelola atau mengembangkan 5 talenta menjadi 10 talenta. Demikian pula hamba yang diberi 2 talenta, dia mengelola atau mengembangkan 2 talenta menjadi 4 talenta.</p>
<p>Sedangkan hamba yang diberi 1 talenta, dia menyembunyikan 1 talenta, sehingga tidak memperoleh laba. Akibatnya dia dicap sebagai hamba yang jahat dan malas, serta dianggap hamba yang tidak berguna. Oleh karena itu, ia dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap.</p>
<p>Bagaimana dengan kita? Kita pun telah dikaruniai talenta atau kemampuan, atau bakat atau keterampilan, yang berbeda beda sesuai dengan kesanggupan kita masing masing. Dan, kita diberi daya dan akal untuk mengelola atau mengembangkan berbagai talenta yang kita miliki, untuk kemuliaan Tuhan, dan jangan sampai kita seperti hamba yang ketiga yang menyembunyikan talenta yang percayakan tuannya.</p>
<p>Dan jika kita seperti sikap hamba yang ketiga, maka kita juga akan disebut hamba yang jahat dan malas serta akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap. Oleh karena itu, agar kita tidak bernasib sama seperti hamba yang ketiga, maka kita diminta untuk mengembangkan talenta yang Tuhan telah karuniakan kepada kita masing-masing, dengan terus mengupdate dan mengupgrade diri, agar menjadi lebih kompeten dan profesional dalam bidang tugas kita masing masing.</p>
<p>Ingatlah pula bahwa suatu saat Tuhan akan meminta pertanggung jawaban dari kita atas talenta yang Tuhan anugerahkan kepada kita masing-masing. Akhirnya, talenta atau kemampuan atau bakat keterampilan berasal dari Tuhan, dan akan kembali untuk memuji dan memuliakan Tuhan, melalui sesama yang kita layani. Semoga demikian. Selamat Berakhir pekan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-menjadi-hamba-yang-baik/">Renungan Katolik : “Menjadi Hamba Yang Baik”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Renungan Katolik : “Verba Docent, Exempla Trahunt”</title>
		<link>https://endenews.com/renungan-katolik-verba-docent-exempla-trahunt/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Aug 2023 02:07:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Fr . M. Yohanes Berchmans]]></category>
		<category><![CDATA[renungan katolik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=6231</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-verba-docent-exempla-trahunt/">Renungan Katolik : “Verba Docent, Exempla Trahunt”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6213" aria-describedby="caption-attachment-6213" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-6213 size-medium" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-250x190.jpg" alt="Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende" width="250" height="190" title="Renungan Katolik : “Verba Docent, Exempla Trahunt” 5" srcset="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-250x190.jpg 250w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-100x75.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 250px) 100vw, 250px" /><figcaption id="caption-attachment-6213" class="wp-caption-text">Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende</figcaption></figure>
<p>SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan!</p>
<p>Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 23:;1 &#8211; 12, yakni Tentang Yesus Mengecam Ahli ahli Taurat Dan Orang orang Farisi. Pertanyaannya adalah mengapa Yesus mengecam mereka? Padahal mereka adalah para pemimpin atau pemuka agama.</p>
<p>Yesus mengecam mereka oleh karena kemunafikan mereka. Sebagai pemimpin atau pemuka agama mereka hanya mengajarkan, tetapi mereka sendiri tidak melakukan apa yang mereka ajarkan.</p>
<p>Oleh karena itu, mereka digolongkan ke dalam kelompok NATO (No Action, Talk Only). Dan sebagai seorang pemimpin atau pemuka agama, seharusnya antara kata dan perbuatan sejalan atau sinkron. Sebab kalau tidak bisa dicap OMDO (Omong Doang), yang berarti hanya pintar omong, tetapi kerja kosong. Atau yang lagi trend, pintar mengolah kata, tetapi hasil kerja kosong.</p>
<p>Jadi, bagi para pemimpin, baik yang formal, informal dan non formal, kata kata atau ucapan mengajarkan, tetapi teladan atau contoh hidup lebih meyakinkan atau memikat atau menarik atau &#8220;Verba Docent, Exempla Trahunt&#8221;.</p>
<p>Bagaimana dengan kita? Semoga kita tidak menjadi ahli ahli Taurat dan orang orang Farisi modern, yang selalu memakai topeng kemunafikan, sebagai orang NATO, OMDO, yang pintar bicara, pintar berargumen, berlogika, mengolah kata, pintar mengkritik, tetapi hanya untuk menutupi kebobrokan, dan kelemahan.</p>
<p>Namun, yang diharapkan oleh Yesus dari kita adalah antara kata dan perbuatan harus sejalan. Dan bahkan apa yang dikatakan, itulah yang telah dilakukan. Jadi, mengatakan dan mengajarkan dari apa yang telah dilakukan.</p>
<p>Dan bagi seorang pemimpin, kata-kata menggerakkan, namun teladan hidup lebih memikat atau menarik atau Verba movent, Exempla Trahunt. Atau juga kata-kata mengajarkan, namun teladan hidup lebih meyakinkan atau memikat atau menarik.</p>
<p>Kiranya kita tidak dikecam oleh Yesus sebagai orang orang yang munafik, sebagai ahli ahli Taurat dan orang orang Farisi modern. Mudah mudahan. Selamat berakhir pekan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-verba-docent-exempla-trahunt/">Renungan Katolik : “Verba Docent, Exempla Trahunt”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Renungan Katolik: “Hukum yang  Utama dan yang Pertama”</title>
		<link>https://endenews.com/renungan-katolik-hukum-yang-utama-dan-yang-pertama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Aug 2023 23:06:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Fr . M. Yohanes Berchmans]]></category>
		<category><![CDATA[renungan katolik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=6227</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMANGAT PAGI Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-hukum-yang-utama-dan-yang-pertama/">Renungan Katolik: “Hukum yang  Utama dan yang Pertama”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6213" aria-describedby="caption-attachment-6213" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-6213 size-medium" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-250x190.jpg" alt="Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende" width="250" height="190" title="Renungan Katolik: “Hukum yang Utama dan yang Pertama” 6" srcset="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-250x190.jpg 250w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-100x75.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 250px) 100vw, 250px" /><figcaption id="caption-attachment-6213" class="wp-caption-text">Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende</figcaption></figure>
<blockquote>
<h1 style="text-align: center;">SEMANGAT PAGI</h1>
</blockquote>
<p>Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan!</p>
<p>Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 22: 34 &#8211; 40, yakni Tentang Hukum yang Terutama.</p>
<p>Hal ini berawal dari seorang ahli Taurat yang bertanya kepada Yesus, hendak mencobai Dia. Dia bertanya: &#8220;Guru, hukum manakah yang terbesar dalam hukum Taurat?&#8221;. Walau pertanyaan seorang ahli Taurat hendak mencobai Yesus, namun Yesus menjawab sekaligus mengajarkan ahli Taurat yang tidak paham juga tentang hukum yang utama dan yang pertama dalam hukum Taurat.</p>
<p>Maka, Yesus menjelaskan bahwa seluruh isi hukum Taurat dan kitab para nabi tersimpul pada hukum yang utama dan yang pertama, yakni hukum KASIH, yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia.</p>
<p>Keduanya bagaikan dua sisi mata uang. Artinya ketika kita mengasihi Allah, maka kita juga mewujudkannya dengan mengasihi sesama manusia. Atau sebaliknya, ketika kita mengasihi sesama manusia, itu artinya kita mengasihi Allah.</p>
<p>Sebab, jika kita mengasihi Allah, namun kita membenci atau memusuhi sesama manusia, maka kita adalah seorang pendusta. Jadi, untuk membuktikan bahwa kita sungguh sungguh mengasihi Allah, maka kita harus mewujudkannya dengan mengasihi sesama manusia, teristimewa mereka yang membenci atau memusuhi kita.</p>
<p>Dengan demikian, mengasihi Allah bukan hanya sekedar NARASI, melainkan diwujudkan dalam AKSI nyata, melalui saling mengasihi, saling mengampuni, dan saling melayani dengan tulus. Semoga demikian.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-hukum-yang-utama-dan-yang-pertama/">Renungan Katolik: “Hukum yang  Utama dan yang Pertama”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Renungan Katolik: “Bersaksi Tentang Yesus”</title>
		<link>https://endenews.com/renungan-katolik-bersaksi-tentang-yesus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Aug 2023 01:48:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Fr . M. Yohanes Berchmans]]></category>
		<category><![CDATA[renungan katolik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=6221</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-bersaksi-tentang-yesus/">Renungan Katolik: “Bersaksi Tentang Yesus”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6213" aria-describedby="caption-attachment-6213" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-6213 size-medium" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-250x190.jpg" alt="Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende" width="250" height="190" title="Renungan Katolik: “Bersaksi Tentang Yesus” 7" srcset="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-250x190.jpg 250w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-100x75.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 250px) 100vw, 250px" /><figcaption id="caption-attachment-6213" class="wp-caption-text">Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende</figcaption></figure>
<blockquote>
<h3><strong>SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan!</strong></h3>
</blockquote>
<p>Pada hari ini gereja katolik sejagat merayakan Pesta Santo Bartolomeus, Rasul. Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 1: 45 &#8211; 51, yakni Tentang Murid Murid Yesus Yang Pertama.</p>
<p>Yang menarik adalah kisah panggilan Natanael yang juga disebut Bartolomeus, yang dipestakan hari ini. Natanael yang juga disebut Bartolomeus mengenal Yesus dari sahabatnya Filipus. Dia berkata kepada Natanael: &#8220;Kami telah menemukan Dia yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus anak Yusuf dari Nazaret&#8221;.</p>
<p>Natanael awalnya ragu, yang akhirnya dia percaya kepada Yesus. Dia berkata: &#8220;Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?&#8221;. Untuk memupuskan keraguannya, Filipus membawa Natanael kepada Yesus dengan berkata: &#8220;Mari dan lihatlah&#8221;.</p>
<p>Walau Natanael ragu, namun Yesus tetap memujinya dengan berkata: &#8220;Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya&#8221;. Natanael heran, lalu berkata: &#8220;Bagaimana Engkau Mengenal aku?&#8221;. Dan Yesus menjelaskan hal yang terjadi.</p>
<p>Disinilah Natanael diubah oleh Yesus dari keraguan menjadi keyakinan, dengan berkata: &#8220;Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja Orang Israel&#8221;.</p>
<p>Dari kisah panggilan Natanael ini kita belajar bahwa pewartaan atau kesaksian hidup kita dapat membawa orang lain untuk mengenal atau berjumpa dengan Yesus.</p>
<p>Dan itulah sesungguhnya misi perutusan kita yakni membawa atau mengenalkan Yesus kepada sesama, melalui kesaksian hidup kita atau melalui pewartaan kita. Semoga demikian.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-bersaksi-tentang-yesus/">Renungan Katolik: “Bersaksi Tentang Yesus”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Refleksi 150 Tahun Kongregasi BHK : One Heart, One Spirit, One Mission, Duc in Altum</title>
		<link>https://endenews.com/refleksi-150-tahun-kongregasi-bhk-one-heart-one-spirit-one-mission-duc-in-altum/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Aug 2023 01:10:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Fr . M. Yohanes Berchmans]]></category>
		<category><![CDATA[Frateran Ndao]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=6212</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Hidup yang tidak pernah direfleksikan, tidak layak untuk dihidupi”  Ungkapan Socrates di atas rasa-rasanya tepat...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/refleksi-150-tahun-kongregasi-bhk-one-heart-one-spirit-one-mission-duc-in-altum/">Refleksi 150 Tahun Kongregasi BHK : One Heart, One Spirit, One Mission, Duc in Altum</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h1 style="text-align: left;"><strong>“Hidup yang tidak pernah direfleksikan, tidak layak untuk dihidupi” </strong></h1>
</blockquote>
<p>Ungkapan Socrates di atas rasa-rasanya tepat untuk direnungkan, untuk mulai merefleksi perayaan Yubileum 150 tahun kongregasi Frater Bunda Hati Kudus, yang jatuh pada hari Minggu tanggal 13 Agustus 2023.</p>
<p>Eksistensi Kongregasi yang hingga memasuki 150 tahun, tentunya bukanlah perjalanan singkat, melainkan sebuah peziarahan yang panjang. Dan jika hari ini kongregasi masih eksis dan berdiri kokoh kuat, itu karena kuasa Allah, itu karena Allah mencintai kongregasi.</p>
<p>Namun, yang perlu diingat kongregasi bukan hanya dalam arti gedung, tetapi manusia frater. Jadi, Allah mencintai kongregasi frater Bunda Hati Kudus, berarti sama dengan mencintai para frater anggota kongregasi. Itu artinya kongregasi dan para frater adalah satu. Mengapa? Sebab, bila kongregasi masih berdiri hingga saat ini, itu lantaran ada para frater anggota kongregasi. Dan andaikan para frater sebagai anggota kongregasi tidak ada, maka tidak mungkin kongregasi masih berdiri kokoh kuat hingga saat ini.</p>
<p>Namun, pertanyaannya adalah apakah para frater sebagai anggota kongregasi hanya sekedar ada (exiting) saja, ataukah ada dan hidup bersama (living together). Yang diharapkan dari setiap kita para frater adalah kita ada dan hidup bersama (living together). Tetapi di dalam hidup bersama itu, setiap kita para frater harus bisa menampilkan diri yang berkualitas, dan yang bermakna, melalui penyerahan atau pemberian diri. kepada kongregasi.</p>
<p>Oleh karena itu, ada baiknya kita merenungkan tema yubileum 150 tahun kongregasi, yakni “ one heart, one spirit, one mission, duc in altum”. Hemat saya, tema yang memiliki makna mendalam ini berkaitan dengan spiritualitas hati, berkaitan dengan semangat kongregasi, juga berkaitan dengan misi perutusan kongregasi dengan segala kekuatan, tantangan, tetapi juga peluang, yang terintegrasi dalam frasa <em>duc in altum</em> (bertolak ke tempat yang lebih dalam).</p>
<p>Berbicara tentang spiritualitas hati, tentunya bukanlah perkara yang mudah dalam menginternalisasikannya. Mengapa? Karena berbicara mengenai spiritualitas hati, bukanlah soal narasi, melainkan soal aksi. Pada tataran aksi inilah yang biasanya menjadi dilematis dan sulit. Demikian pula dengan semangat kongregasi, yakni: cinta kasih, ketaatan, ingkar diri, kesederhanaan, dan suka bekerja. Kelima semangat ini pun sangat mudah untuk diucapkan, tetapi sangat sulit untuk di hayati.</p>
<p>Dibutuhkan suatu perjuangan yang tidak mudah, untuk bisa menghidupinya. Juga berkaitan dengan misi kongregasi, yakni mewujudkan kerajaan Allah di tengah dunia, dengan membaktikan diri secara total kepada Allah, melalui pendidikan kaum muda sesuai semangat dasar pendiri. Terkait dengan dunia pendidikan kaum muda saati ini, juga mengalami tantangan yang berat. Sebab, tuntutanya dan regulasi tidak mudah.</p>
<p>Oleh karena itu, dituntut kesiapan SDM para frater, yang memenuhi kelayakan. Artinya jubah putih saja tidak cukup untuk menjadikan seorang frater menjadi pendidik atau pemimpin di sekolah. Jadi, walaupun para frater adalah pemilik satuan pendidikkan, namun tidak serta merta bisa menjadi guru atau menjadi kepala sekolah, melainkan para frater harus memenuhi kualifikasi serta memiliki sertifikat pendidik dan sertifikat guru penggerak.</p>
<p>Jika tidak memiliki keduanya itu, maka siap siap menjadi “penonton” di sekolahnya sendiri. Jadi, dunia pendidikan dewasa ini mengalami tantangan yang cukup berat. Dan untuk menjawabi tantangan itu, maka one Heart (Satu Hati), One Spirit (Satu Semangat), One Mission (Satu Misi), duc in altum (bertolak ke tempat yang lebih dalam) adalah solusinya.</p>
<p><strong>One Heart (Satu Hati)</strong></p>
<p>Pertanyaannya adalah apakah mungkin setiap frater dengan yang memiliki kepribadian dan karakter yang berbeda beda dapat memiliki satu hati? Jawabannya sangat mungkin kalau diintegrasikan dalam menghidupi spiritualitas hati yang sama. Jadi, satu hati dalam hal ini adalah satu dalam spiritualitas hati yang satu dan sama.</p>
<p>Apa itu spiritualitas hati? Inilah pandangan Pater Hans Kwamkan, mengenai arti kata &#8216;Spiritualitas Hati&#8221;. Dalam istilah ‘Spiritualitas Hati’, kata ‘hati’ dipakai dalam arti biblis. Dalam Kitab Suci kata ‘hati’ adalah bahasa simbol yang menunjuk kepada seluruh kepribadian seseorang, menurut segi kehidupan batinnya, yang meliputi: hal berpikir, merencanakan, menghendaki, merasa, mencintai.</p>
<p>Oleh karena itu, one heart mengacu kepada spiritualitas hati, yakni hati Yesus dan hati Maria. Dengan demikian hati setiap frater BHK, harus dilebur dalam hati Yesus dan Maria. Dan kalau kita berbicara mengenai “Hati Yesus”, dan Hati Maria, kita menunjuk kepada seluruh diri pribadi Yesus, dan Maria, dengan tekanan pada segi batin-Nya, tetapi bukan hanya pada perasaan cinta atau belas kasihannya.</p>
<p>Juga P. Chevalier menemukan dalam ‘Hati Yesus’ bukan hanya cinta sebagai affeksi, melainkan juga cinta sebagai kekuatan, kesetiaan dan ketaatan (“hati yang mendengarkan”). Demikian juga dengan hati Maria, yang berpaut dan bertaut pada hati Yesus. Itulah pula dengan hati setiap kita para frater, harusnya juga selalu berpat dan bertaut pada hati Yesus dan hati Maria. Oleh karena itu, hati yang bermacam macam dari setiap kita para frater harus di integrasikan dalam spiritualitas Hati, yang adalah hati Yesus dan hati Maria.</p>
<p>Itulah makna dari one heart (satu hati), bahwa setiap hati kita para frater harus dilebur dalam spiritualitas Hati, yakni Hati Yesus dan Hati Maria, yang lemah lembut dan rendah hati, hati yang berbelas kasih (be compassionate). Dalam istilah “Spiritualitas Hati”, kata ‘Spiritualitas’ tidak kurang penting. Kata itu menunjuk kepada kata “Spiritus” atau Roh, yaitu Roh Kudus.</p>
<p>Spiritualitas Hati dapat digambarkan sebagai “the Way of the Heart, according to the Spirit”: cara hidup menurut hati, yang dibimbing/digerakkan oleh Roh. Tantangan utama dalam Spiritualitas Hati ialah bagaimana mensinkronkan “Hati’ dan ‘Roh’. Untuk itu, perlunya yang namanya “discernment”: membeda-bedakan roh-roh, untuk menemukan ke arah mana Roh Kudus hendak menggerakkan kita. Roh Kudus berkata-kata dan membimbing melalui “suara hati yang memihak pada hati nurani.”</p>
<p>Akhirnya one heart (Satu Hati) mau mengajak dan menuntut kita setiap frater agar hati masing masing kita, untuk harus selalu berpaut dan bertaut pada satu hati yang sama, yakni Hati Yesus yang juga adalah Hati Maria. Dan dalam melaksanakan hidup dan karya pelayanan kita, hendaknya digerakan oleh Spiritualitas Hati, yakni Hati yang digerakan oleh Roh.</p>
<p>Dengan demikian, hidup kita para frater, boleh disebut sebagai sebuah consecratio, missio dan communio (bdk.konstitusi psl 6), yang berlandaskan pada Servite Et Amate (Melayani dengan Hati, Cinta).</p>
<p><strong>One Spirit (Satu Semangat)</strong></p>
<p>Kongregasi para frater BHK, sejak awal berdirinya telah meletakan dasar semangat hidup seorang frater sebagai daya dorong atau daya pengerak yang menggerakan seluruh daya atau potensi atau kompetensi dan inti kehidupan. Semangat dasar kongregasi, itu ialah: cinta kasih, ketaatan, ingkar diri, kesederhanaan dan suka bekerja.</p>
<p>Semangat ini, merupakan tanda pengenal, sekaligus menjadi ciri khas kongregasi. Itu artinya setiap frater BHK, harus bisa menghidupi semangat dasar ini, sehingga semangat pribadi harus diintegrasikan atau dileburkan dalam semangat kongregasi, yakni cinta kasih, ketaatan, ingkar diri, kesederhanaan dan suka bekerja (konstitusi pasal 69).</p>
<p>Dengan demikian, one Spirit (Satu Semangat), menuntut dan mengajak kita para frater, untuk bergerak bersama sama dan bersama sama bergerak dalam satu semangat dalam menghayati atau menghidupi semangat dasar kongregasi itu, yakni cinta kasih, ketaatan, ingkar diri, kesederhanaan dan suka bekerja.</p>
<p><em>Pertama</em>, Cinta kasih, yang merupakan hukum pertama dan utama (hukum kasih). Dalam penghayatannya, setiap frater hendaknya menggunakan kacamata cinta, bukan kacamata kuda. Dengan semangat cinta kasih, atau kacamata cinta, maka yang buruk, jelek pada diri setiap frater akan menjadi indah atau Amor Omnia Vincet (Cinta mengalahkan segalanya: keburukan, kebencian, permusuhan, dendam, kedengkian, kejelekan).</p>
<p>Sebaliknya, jika kita mengenakan kacamata kuda, maka hal hal yang baik, positif pada diri konfrater kita, akan menjadi buruk, jelek semuannya (bdk.kons.psl 70). Ketaatan: ketaatan dewasa ini, menjadi sangat sulit untuk dihidupi, atau dihayati karena setiap kita para frater dapat berargumen atas nama kebebasan dan dialog. Sehingga ketaatan yang sesungguhnya cerminan kerendahan hati, menjadi abu abu.</p>
<p>Padahal Yesus telah menunjukan sikap taatNya kepada kehendak Bapa Nya. Dialog memang penting, namun pada akhirnya, seperti Yesus, yang berdoa: &#8220;Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada- Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.&#8221;</p>
<p>Jadi, dialog boleh-boleh saja, tetapi pada akhirnya harus dengan rendah hati seperti Yesus (bdk.kons. pasal 71) Ingkar diri: menuntut kita para frater untuk tidak menjadikan diri kita sebagai pusat perhatian, menjadikan diri kita egiois, melainkan kita harus menunjukan sifat altruistis. Ingkar diri bisa berarti “mematikan diri”, menyalibkan kecenderungan: keinginan daging, menyangkal diri, dalam mengambil bagian dalam tugas perutusan Yesus, untuk kebaikan dan keselamatan sesama (bdk.kons. pasal 72).</p>
<p><em>Kedua</em>, Kesederhanaan. Kesederhanaan menuntut kita para frater untuk selalu rendah hati. Seperti bunda hati kudus yang memiliki sikap hati yang sederhana dan bersahaja. Dan juga pendiri kita, Mgr Andreas Ignasius Schaepman melalui mottonya: In Sollicitudine Et Simplicitate, yang berarti: dalam keprihatinan dan kesederhanaan.</p>
<p>Maka setiap frater BHK harus bisa menghayati motto Sang pendiri, dalam cara hidup, cara bersikap, cara berperilaku, cara bertutur katan dan cara bertindak (bdk.kons. pasal 73). Suka bekerja: Suka bekerja disini adalah kerja cerdas, kerja cepat dan kerja sehat. Suka bekerja tidak berarti maniak dalam bekerja.</p>
<p>Dengan demikian, tidak boleh mengganti doa dengan tenggelam dalam kerja. Sebab, kecenderungan kita, kita forsir bekerja sampai capek, yang ujung ujungnya tidak berdoa, tidak berekaristi. Jika seperti itu, berarti kerja yang tidak sehat, kerja yang tidak cerdas. Jadi, jangan menggantikan doa, ekaristi dengan tenggelam dalam bekerja.</p>
<p>Juga jangan hanya tekun dan khusuk dalam doa, ibadat, dan ekaristi, melainkan juga harus tekun, rajin bekerja secara sehat dan cerdas. Ingat, bekerja adalah sebuah ibadah. Oleh karena itu, bekerjalah dengan hati (bdk.kons.pasal 75).</p>
<p><strong>One Mission (Satu Misi)</strong></p>
<p>One mission (satu misi) tentunya mengacu pada misi kongregasi frater BHK, yakni mewujudkan Kerajaan Allah di tengah dunia dengan membaktikan diri secara total kepada Allah melalui pendidikan kaum muda sesuai semangat dasar pendiri. Dan tentunya setiap frater pasti memiliki misi pribadi, namun misi pribadi itu harus diintegrasikan atau dilebur dalam misi kongregasi.</p>
<p>Dengan demikian, kita hanya memiliki satu misi, yakni misi kongregasi: mendidik kaum muda melalui pendidikan formal. Dan jika direnungkan sesungguhnya misi kongregasi sesungguhnya adalah mengambil bagian dalam misi perutusan Yesus, yakni menghadirkan atau menciptakan kerejaan Allah di dunia, melalui dunia pendidikan.</p>
<p>Itu artinya melalui karya pendidikkan: para frater, para guru, karyawan, harus bisa menghadirkan atau menciptakan kerajaan Allah di satuan pendidikan, melalui pembelajaran yang menyenangkan, melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Pembelajaran harus bisa menjawabi kebutuhan peserta didik. Selain itu, juga para pendidik harus bahagia, harus sejahtera lahir dan batin, dengan menciptakan iklim kerja yang kondusif.</p>
<p>Para guru, harus bisa membuat peserta didik nyaman saat pembelajaran, juga harus membelajarkan peserta didik dari perbendaharaan pengetahuannya. Sebab, “tak seorangpun memberi apa yang ia sendiri tak punyai&#8221; atau “Nemo Dat Quod Non Habet”. Selain itu, para pendididik dan tendik, juga harus dapat menghadirkan atau menciptakan kerajaan Allah, melalui cara hidup, cara bersiikap, cara berperilaku, cara bertutur kata dan cara bertindak yang baik dan menyenangkan alias melalui teladan hidup.</p>
<p>Ada ungkapan latin, “verba movent exempla trahunt”, yang artinya kata-kata memang dapat menggerakkan orang, namun teladan itulah yang menarik hati. Atau ”Verba docent, exempla trahunt”, yang artinya kata kata yang mengajar, tindakan yang memberi teladan. Akhirnya, dengan satu misi, maka kita semua para frater harus memfokuskan diri pada pencapaian misi kongregasi tersebut.</p>
<p>Dan oleh karena misi kongregasi adalah pendidikkan kaum muda, maka kita harus mengelolanya dengan baik agar berkualitas. Dengan demikian, tidak hanya dapat mewujudkan misi, melainkan mewujudkan misi yang berkualitas.</p>
<p><strong>Duc In Altum (bertolaklah ke tempat yang lebih dalam)</strong></p>
<p>Ungkapan diatas adalah perintah Yesus kepada Simon Petrus, pemilik perahu untuk: ”bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jala untuk menangkap ikan.” Simon menjawab: ”Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Inilah buah dari ketaatan Simon atas perintah Yesus.</p>
<p>Bahwa perintah Yesus kepada Simon, bukanlah perintah kosong, melainkan sebuah ajakan atau perintah untuk tidak berhenti pada satu situasi, melainkan berani terus melangkah, apa pun risikonya. Simon berkata: “ Tetapi karna Engkau yang menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga “. Inilah ungkapan ketaatan Simon, yang memperlihatkan penyertaan Yesus didalamnya. Pergi ke tempat yang dalam dengan penyertaan Yesus seperti Simon, kitapun akan menghasilkan banyak berkat.</p>
<p>Duc In Altum (bertolaklah ke tempat yang dalam), bisa di maknai sebagai sebuah tantangan atau ancaman (threats), sekaligus peluang, kesempatan (opportunities). Namun, walau demikian, kuasa dan penyertaan Tuhan menjadi sangat penting. Bisa dibayangkan Simon seorang nelayan yang profesional, bekerja keras semalaman untuk menangkap ikan, namun hasilnya nihil. Dan hal yang tidak lazim menangkap ikan di pagi/siang hari, tetapi justru menangkap banyak ikan.</p>
<p>Disinilah peran dan kuasa Tuhan bekerja. Bahwa tanpa bantuan Tuhan tidak mungkin Simon dapat menangkap ikan yang banyak. Tetapi harus diingat bahwa ikan yang banyak ditangkap itu, ada di tempat yang dalam, yang penuh tantangan atau ancaman yang berat, namun membawa berkat, karena peran Tuhan. Dari sini kita belajar, bahwa sehebat, sepintar, seprofesional apapun kita, kalau tanpa campur tangan Tuhan, usaha kita akan sia-sia belaka.</p>
<p>Juga dari sini kita belajar bahwa tantangan atau ancaman yang sulit, berat, bisa dijadikan peluang atau kesempatan untuk bisa meraih kesuksesan. Ibaratnya, bersakit sakit dahulu, bersenang senang kemudian. Atau “Per aspera ad astra”, yang berarti “menuju bintang melalui jerih payah.”</p>
<p>&#8220;Jika anda ingin berjalan lebih cepat, berjalanlah sendirian; namun, jika anda ingin berjalan lebih jauh, berjalanlah bersama orang lain,&#8221; pepatah Ubuntu, Afrika, kiranya mampu merefleksi tema yubileum 150 tahun kongregasi para Frater Bunda Hati Kudus (BHK): One Heart, One Spirit, One Mission, Duc In Altum.</p>
<p>Kendati pada saat sama kita menemukan bahwa visi Satu Hati, Satu Semangat, Satu Misi, bukanlah sesuatu yang mudah dihayati dalam satu tarikan nafas. Mengapa? Sebab, setiap frater memiliki hati yang bermacam macam, setiap frater memiliki semangat yang berbeda beda, setiap frater juga memiliki misi-misi pribadi. Dan untuk mengintegrasikan atau meleburnya menjadi satu dengan tarekat, tidaklah mudah, maka perlu proses dan waktu, untuk melepaskan ke-aku-an atau ke-ego-an kita para frater.</p>
<p>Syukurlah kita sama-sama tahu bahwa untuk melepas ke-aku-an ku dibutuhkan spiritual hati. Suatu spiritual yang memampukan setiap orang bertolak lebih dalam secara bersama-sama. Spiritualitas hati mendorong setiap frater untuk menggunakan hati yang digerakan oleh Roh Kudus. Spiritualitas hati mengajak kita untuk dalam hidup bersama, dalam hidup karya atau apostolat, kita bergerak, tergerak dan menggerakan sesama dengan hati yang dibimbing oleh Roh Kudus. Satu semangat mengajak kita para frater untuk memiliki militansi dan etos, dalam menjalani hidup dan karya kerasulan yang dipercayakan kepada kita masing-masing.</p>
<p>Semangat cinta kasih, ketaatan, ingkar diri, kesederhanaan dan suka bekerja, sedapat mungkin harus terpatri dan terinternalisasi dalam hidup kita para frater BHK. Demikian pula dengan satu misi, mengajak</p>
<p>kita untuk menyadari bahwa misi tarekat adalah mengambil bagian dalam misi perutusan Yesus, yakni menghadirkan kerajaan Allah melalui pendidik kaum muda. Oleh karena itu, setiap frater harus menyadari bahwa dirinya adalah rekan atau mitra kerja Yesus dalam menghadirkan atau menciptakan kerajaan Allah di dunia melalui pendidikan.</p>
<p>Duc in altum menuntut, mendorong dan mengajak kita untuk keluar, melepaskan diri zona kenyamanan kita. Setiap frater harus bisa berubah dalam mindset, dari cara berpikir yang mikro ke yang makro atau visioner.duc in altum menuntut kita untuk berani melangkah membawa kongregasi ke tempat yang dalam, berupa: melebarkan sayap, membuka karya baru, walau banyak resiko. Tetapi, ingat harus yakin akan penyertaan Tuhan.</p>
<p>Akhirnya, one heart, one spirit, one mission, duc in altum, hanya bisa terwujud dengan baik, kalau kita para frater memiliki komitmen dan keyakinan, untuk bergerak bersama sama dan bersama sama bergerak demi kebaikan bersama (bonum commune). Ingat, peziarahan kita dan kongregasi kita masih sangat panjang, maka kita perlu berkolaborasi, perlu melangkah bersama sama dan bersama sama melangkah menuju tanah terjanji, tanah air surgawi.</p>
<p>Mari, jadikan pepatah ubuntu, Afrika, diatas dapat menginspirasi kita. Selamat merefleksi!</p>
<p><strong>Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/refleksi-150-tahun-kongregasi-bhk-one-heart-one-spirit-one-mission-duc-in-altum/">Refleksi 150 Tahun Kongregasi BHK : One Heart, One Spirit, One Mission, Duc in Altum</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Renungan Katolik : &#8220;Allah yang Bermurah Hati&#8221;</title>
		<link>https://endenews.com/renungan-katolik-allah-yang-bermurah-hati/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Aug 2023 04:25:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Fr . M. Yohanes Berchmans]]></category>
		<category><![CDATA[renungan katolik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=6208</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-allah-yang-bermurah-hati/">Renungan Katolik : &#8220;Allah yang Bermurah Hati&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6110" aria-describedby="caption-attachment-6110" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-6110 size-medium" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230804-WA0001-250x190.jpg" alt="Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK Frateran Ndao-Ende" width="250" height="190" title="Renungan Katolik : &quot;Allah yang Bermurah Hati&quot; 8" srcset="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230804-WA0001-250x190.jpg 250w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230804-WA0001-100x75.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 250px) 100vw, 250px" /><figcaption id="caption-attachment-6110" class="wp-caption-text">Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk &#8211; Ka SMPK Frateran Ndao-Ende</figcaption></figure>
<p>SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan!</p>
<p>Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 20: 1 &#8211; 16, yakni Perumpamaan Tentang Orang-orang Upahan di Kebun Anggur.</p>
<p>Setelah sepakat dengan para pekerja tentang upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya untuk bekerja. Ada yang datang kerja pukul 9, pukul 12, pukul 15 dan pukul 17. Dan saat malam tiba, mereka diberi upah sesuai kesepakatan.</p>
<p>Mulai dari yang datang kerja pukul 17 di bayar upah satu dinar. Lalu mereka yang datang pagi-pagi juga upah satu dinar. Mereka mengira dibayar upah yang lebih  karena mereka datang pagi-pagi. Tetapi ternyata tidak, tuan kebun anggur tetap bayar sesuai kesepakatan.</p>
<p>Menurut mereka yang datang kerja pagi-pagi, mereka diperlakukan tidak adil. Namun, keadilan bukan terletak pada waktu kerja, melainkan kesepakatan awal tentang upah kerja sedinar sehari.</p>
<p>Sepertinya cara pandang tentang nilai kerja berbeda antara tuan kebun anggur dan para pekerja upahan. Sepertinya tuan kebun anggur tidak melihat lama atau singkatnya waktu kerja, melainkan kualitas kerja.</p>
<p>Dalam kaitannya dengan hal kerajaan Surga, bukan soal waktu, lama atau singkatnya seseorang mengikuti Yesus, melainkan kualitas hidup, iman dan perbuatan baik seseorang. Itulah yang dilihat oleh Allah yang adalah tuan kebun anggur. Jadi, Allah selalu bermurah Hati kepada siapapun yang mau bertobat.</p>
<p>Dengan datang ke kebun anggur, itu berarti mereka mau bertobat. Sebab, menganggur dan malas malasan adalah termasuk dosa.</p>
<p>Bagaimana dengan kita? Kita pun tidak jauh dari para upahan dalam Injil hari ini. Kita cenderung mengukur upah dari lama atau singkatnya waktu kerja. Padahal Tuhan melihat, mengukur atau menilai dari kualitas hasil kerja.</p>
<p>Demikian pula untuk masuk ke dalam kerajaan Surga, tidak dilihat dari lama atau singkatnya hidup. Tetapi dilihat, di ukur atau dinilai dari kualitas hidup, iman dan perbuatan baik kita. Jadilah pribadi yang bermurah hati kepada sesama, sebagaimana Allah bermurah hati kepada kita. Semoga demikian.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-allah-yang-bermurah-hati/">Renungan Katolik : &#8220;Allah yang Bermurah Hati&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Renungan Katolik:  “Syarat Memperoleh Harta Di Surga”</title>
		<link>https://endenews.com/renungan-katolik-syarat-memperoleh-harta-di-surga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Aug 2023 02:17:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Fr . M. Yohanes Berchmans]]></category>
		<category><![CDATA[renungan katolik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=6191</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-syarat-memperoleh-harta-di-surga/">Renungan Katolik:  “Syarat Memperoleh Harta Di Surga”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6110" aria-describedby="caption-attachment-6110" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-6110 size-medium" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230804-WA0001-250x190.jpg" alt="Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK Frateran Ndao-Ende" width="250" height="190" title="Renungan Katolik: “Syarat Memperoleh Harta Di Surga” 9" srcset="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230804-WA0001-250x190.jpg 250w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230804-WA0001-100x75.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 250px) 100vw, 250px" /><figcaption id="caption-attachment-6110" class="wp-caption-text">Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk &#8211; Ka SMPK Frateran Ndao-Ende</figcaption></figure>
<p>SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan.</p>
<p>Pada hari ini gereja katolik sejagat memperingati Santo Pius X, Paus. Renungan hari ini, terinspirasi dari Injil Matius 19: 16 &#8211; 22, yakni Tentang Orang Muda Yang Kaya.</p>
<p>Dia kaya harta duniawi. Dan pada umumnya semua orang cenderung untuk menjadi kaya harta duniawi. Oleh karena itu, seseorang berusaha bekerja keras, pagi, siang, sore hingga malam, untuk menafkahi keluarganya. Dengan demikian, bekerja keras hanya mengumpulkan harta duniawi.</p>
<p>Bagaimana dengan harta Surgawi? Pada umumnya, manusia belum memikirkan hal-hal yang akan datang, karena memikirkan untuk hal hal yang di depan mata saja sulit.</p>
<p>Tetapi, bacaan Injil hari ini Tentang Orang Muda Yang Kaya, bisa menjadi inspirasi bagi kita, bahwa hidup kita ini tidak hanya berhenti di dunia ini atau sifatnya sementara saja. Bahwa masih ada hidup sesudah kehidupan di dunia ini.</p>
<p>Oleh karena itu, orang muda yang kaya itu bertanya kepada Yesus: &#8221; Guru, perbuatan baik yang apakah yang kulakukan untuk memperoleh hidup yang kekal?&#8221;. Lalu, Yesus melanjutkan dengan berkata: &#8220;Jika engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah&#8221;.</p>
<p>Perintah Allah yang dimaksudkan oleh Yesus adalah terkait 10 perintah Allah. Dan orang muda yang kaya itu, ternyata dia sudah diturutinya, dan dia tidak puas, lalu bertanya kepada Yesus: &#8220;Apa lagi yang masih kurang?&#8221;. Atas pertanyaannya ini Yesus menjawab: &#8220;Jika engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu, dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau memperoleh harta di Surga. Kemudian datanglah kemari dan ikutilah Aku&#8221;.</p>
<p>Setelah mendengar perkataan itu, dia pergi dengan sedih, sebab hartanya banyak.</p>
<p>Jadi, dari percakapan antara Yesus dan orang muda yang kaya itu,  dapat kita petik, bahwa ternyata menuruti 10 perintah Allah saja tidak cukup, untuk memperoleh hidup yang kekal. Tetapi untuk menjadi hidup yang sempurna, untuk memperoleh hidup yang kekal, untuk memperoleh harta di Surga, kita harus berbuat baik, harus bisa berbagi, harus bisa bersedekah atau beramal kasih terhadap orang-orang miskin, orang orang yang berkekurangan.</p>
<p>Orang muda yang kaya, pulang dengan sedih? Mengapa? Karena ternyata, hatinya melekat pada harta duniawi miliknya. Dia lupa bahwa segala yang dia miliki adalah milik Allah, dan Allah hanya menitipkan saja kepadanya.</p>
<p>Pesan buat kita, bahwa tidak ada yang salah ketika kita mengumpulkan harta di dunia ini. Tetapi jangan lupa juga untuk mengumpulkan harta di Surga. Jadikan harta duniawi sebagai sarana untuk mengumpulkan harta di Surga, dengan berbuat baik, dengan berbagi, dengan bersedekah atau beramal kasih kepada sesama yang miskin atau yang berkekurangan dengan tulus. Inilah syarat untuk memperoleh hidup yang kekal. Semoga demikian.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-syarat-memperoleh-harta-di-surga/">Renungan Katolik:  “Syarat Memperoleh Harta Di Surga”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
