Tak sampai disitu saja, ketika Mgr Paulus Budi Kleden tiba di depan patung Marilonga, ia akan disambut lagi oleh tokoh-tokoh agama. Di titik ini, Mgr Paulus Budi Kleden akan mendapat pengalungan dari ketua MUI Ende.
Pemegang baki pada seremonial tersebut merupakan perwakilan dari umat beragama Hindu.
BACA JUGA
Nah, ketika tiba di istana Keuskupan Agung Ende, giliran tokoh adat menyambut Mgr Paulus Budi Kleden. Di sini, para tokoh adat akan menyapa dan mempersilahkan Mgr Paulus Budi Kleden memasuki Keuskupan secara adat.
“Ada sapaan yang mempersilahkan, secara adat Lio, mempersilahkan kepada bapak Uskup nai sa’o ria tenda bewa (masuk ke ruma besar-red),” lanjut RD Piperno, “sebelum diterima oleh administrator”.
BACA JUGA
Uang RSUD Ende Rp 3 Miliar Diduga Hilang, Begini Kronologisnya
Acara penjemputan ini berkeseduhan dengan Mgr Paulus Budi Kleden memasuki istana Keuskupan Agung Ende. Saat memasuki istana Keuskupan, Mgr Paulus Budi Kleden akan diteima oleh romo administrator, dewan konsultores dan para klerus.
Nuansa keberagaman yang ditonjolkan dalam rangkaian acara tahbisan, kata RD Piperno Bego, memiliki pesan moral bahwa keberagaman budaya dan toleransi agama yang harus dirawat.
“Ini menunjukan kepada kita soal toleransi, Ende ini Kota Pancasila,” tuturnya. “Dan pesan moralnya toleransi ini harus terus dijaga”. (ARA/EN)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.






