<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Virus ASF di Kabupaten Ende &#8211; Ende News</title>
	<atom:link href="https://endenews.com/tag/virus-asf-di-kabupaten-ende/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://endenews.com</link>
	<description>Berita &#38; Budaya Kabupaten Ende</description>
	<lastBuildDate>Wed, 15 Jul 2020 13:08:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-100x75.png</url>
	<title>Virus ASF di Kabupaten Ende &#8211; Ende News</title>
	<link>https://endenews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kematian Ternak Babi Meningkat, Warga Ende Dihimbau Terapkan Biosecurity</title>
		<link>https://endenews.com/kematian-babi-meningkat-warga-ende-dihimbau-terapkan-biosecurity/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2020 12:49:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pertanian Kabupaten Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Virus ASF di Kabupaten Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=1121</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dinas Pertanian Kabupaten Ende mengeluarkan Surat Edaran berisi cara penerapan biosecurity pada ternak babi. Himbauan...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/kematian-babi-meningkat-warga-ende-dihimbau-terapkan-biosecurity/">Kematian Ternak Babi Meningkat, Warga Ende Dihimbau Terapkan Biosecurity</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dinas Pertanian Kabupaten Ende mengeluarkan Surat Edaran berisi cara penerapan biosecurity pada ternak babi. Himbauan ini dikeluarkan pasca meningkatnya angka kematian ternak babi yang terjadi di Kabupaten Ende. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Marianus Alexander, ketika dihubungi <em>Ende News</em> (15/7/20).</p>
<p>Dalam catatan Dinas Pertanian, angka kematian ternak babi pada dua bulan terakhir, yakni Mei dan Juni 2020, tercatat 465 ekor babi.</p>
<ul>
<li><strong><span style="background-color: #ffffff; color: #003366;"><em><span style="color: #000000;">BACA JUGA :</span></em> <a style="background-color: #ffffff; color: #003366;" href="https://endenews.com/medan-ekstrim-pengerjaan-jalan-reka-wolokota-sempat-cederai-1-prajurit-kodim/">Medan Ekstrim, Pengerjaan Jalan Reka-Wolokota Sempat Cederai 1 Prajurit Kodim</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Matinya ternak babi tersebar di 15 Kecamatan di Kabupaten Ende. Sebaran peningkatan paling tinggi terdapat di empat wilayah, yaitu Kecamatan Maukaro, Kota Ende, Kecamatan Ndona, dan Kecamatan Detusoko.</p>
<p>Apabila dibandingkan dengan total populasi ternak babi di Kabupaten Ende maka, angka tersebut belum dapat dikatakan luar biasa. Untuk diketahui, total populasi ternak babi di Kabupaten Ende, dalam data Dinas Pertanian tercatat 97.000 ekor. Namun, diakui Marianus Alexander, ada trend peningkatan kematian secara drastis dalam dua bulan terakhir.</p>
<ul>
<li><strong><span style="background-color: #ffffff; color: #003366;"><em><span style="color: #000000;">BACA JUGA :</span></em> <a style="background-color: #ffffff; color: #003366;" href="https://endenews.com/wow-pad-ende-normal-ditengah-pandemi-begini-rinciannya/">PAD Ende Normal Ditengah Pandemi, Begini Rinciannya</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Menanggapi trend peningkatan tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Ende mengirimkan himbauan ke kecamatan dan desa-desa. Isi himbauan dalam Surat Edaran, pada intinya mengharapkan para peternak menerapkan biosecurity.</p>
<p>Biosecurity, kata yang masih asing bagi masyarakat awam ini, diartikan serangkaian tindakan yang didesain untuk mencegah masuk dan menyebarnya penyakit menular pada ternak.</p>
<p>Dalam biosecurity, Dinas Pertanian Kabupaten Ende menekankan 4 hal penting yang harus diterapkan oleh para peternak.</p>
<p><em>Pertama</em>, para peternak diharap tidak mengizinkan orang lain, apalagi dari luar daerah, mendekati atau masuk ke kandang ternak. <em>Kedua</em>, para peternak sesering mungkin membersihkan kandang ternak dengan disinvektan atau cairan deterjen.</p>
<p><em>Ketiga</em>, para peternak diharapkan tidak mendekati kandang dan ternak babi orang lain, apalagi ternak yang terserang penyakit. Dan terakhir, sebelum membersikan kandang atau memberi makan, para peternak harus membersihkan diri dan mengunakan alas kaki.</p>
<ul>
<li><strong><span style="background-color: #ffffff; color: #000080;"><em><span style="color: #000000;">BACA JUGA : </span></em><a style="background-color: #ffffff; color: #000080;" href="https://endenews.com/ternyata-pungutan-pajak-oleh-bapenda-ende-diawasi-kpk/">Ternyata, Pungutan Pajak Oleh Bapenda Ende Diawasi KPK</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Penerapan biosecurity merupakan cara mudah dalam langkah pencegahan, khususnya terhadap virus ASF (African Swine Ferer) yang belum ditemukan vaksinnya. Diharapkan dengan adanya penerapannya maka ternak-ternak babi milik warga Kabupaten Ende terhindar dari ancaman penularan virus.</p>
<p>Untuk diketahui, hingga saat penyebab tingginya kematian ternak babi dalam dua bulan terakhir, belum dapat dipastikan. Dinas Pertanian masih menunggu hasil tes terhadap sampel-sampel yang dikirim ke laboratorium di Denpasar dan Medan. <strong><em>(ARA/EN)</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/kematian-babi-meningkat-warga-ende-dihimbau-terapkan-biosecurity/">Kematian Ternak Babi Meningkat, Warga Ende Dihimbau Terapkan Biosecurity</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kematian Babi di Ende Capai 465 Ekor Dalam Dua Bulan</title>
		<link>https://endenews.com/kematian-babi-di-ende-capai-465-ekor-dalam-dua-bulan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2020 09:51:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pertanian Kabupaten Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Virus ASF di Kabupaten Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=1097</guid>

					<description><![CDATA[<p>Warga Kabupaten tengah dihadapkan pada persoalan tingginya angka kematian ternak babi. Warga mengeluh lantaran ternak...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/kematian-babi-di-ende-capai-465-ekor-dalam-dua-bulan/">Kematian Babi di Ende Capai 465 Ekor Dalam Dua Bulan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Warga Kabupaten tengah dihadapkan pada persoalan tingginya angka kematian ternak babi. Warga mengeluh lantaran ternak babi milik mereka mati secara cepat. Ternak mereka hanya mengalami sakit atau malas makan selama beberapa hari lalu mati satu per satu.</p>
<ul>
<li><strong><span style="background-color: #ffffff; color: #003366;"><a style="background-color: #ffffff; color: #003366;" href="https://endenews.com/papan-reklame-di-salah-satu-kios-di-wilayah-kota-ende/"><em><span style="color: #000000;">BACA JUGA</span> </em>: Warga Ende, Pajak Reklame di Kios-kios Mulai Dipungut Tahun Ini</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Salah satu warga Kota Ende di Kelurahan Mautapaga misalnya, kehilangan 7 ekor babi hanya dalam kurun waktu 1 Minggu. Aquino Demu pemilik 7 ekor ternak babi tersebut mengungkapkan, awalnya babi miliknya tidak menunjukkan gejala sakit melainkan hanya malas makan. Dua hari berselang, seluruh ternak babi miliknya mati satu per satu.</p>
<p>Menurut Aquino, saat mendapati 2 ekor babi miliknya mati, dirinya berupaya mencarikan pengobatan agar 5 ekor sisanya dapat diselamatkan. Namun,  beberapa jenis obat yang digunakannya tidak berhasil menyembuhkan ternak babi miliknya itu. Sebanyak 5 ekor sisanya juga mati pada hari-hari berikutnya.</p>
<p>Maraknya kematian babi di Kabupaten Ende diakui oleh Dinas Pertanian Kabupaten Ende. Menurut Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, dokter hewan Said Karim Djohar (13/7/20), angka kematian ternak babi pada beberapa bulan terakhir amat tinggi, diluar kewajaran.</p>
<ul>
<li><strong><span style="background-color: #ffffff; color: #003366;"><em><span style="color: #000000;">BACA JUGA</span></em> : <a style="background-color: #ffffff; color: #003366;" href="https://endenews.com/wow-pad-ende-normal-ditengah-pandemi-begini-rinciannya/">PAD Ende Normal Ditengah Pandemi, Begini Rinciannya</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Dalam wawancara dengan <em>Ende News</em> juga terungkap, dalam kurun waktu dua bulan yakni bulan Mei hingga Juni 2020, angka kematian ternak babi di Kabupaten Ende mencapai 465 ekor.  Tingkat kematian ternak babi tertinggi tercatat di 3 wilayah. Wilayah dimaksud adalah Kecamatan Maukaro dengan 185 kasus kematian, menyusul berturut-turut Kota Ende dan Detusoko Barat.</p>
<p>Angka tersebut masih terbuka kemungkinan akan bertambah, mengingat data bulan Juli masih dalam pengumpulan.</p>
<p>Selain itu, pada awal bulan Juli, angka kematian ternak babi di wilayah Kecamatan Nangapanda juga mulai alami peningkatan. Karenanya dalam waktu dekat pihak Dinas Pertanian berencana melakukan pemeriksaan ternak di Kecamatan tersebut.</p>
<p>Dikatakan dokter hewan Said Djohar, terkait penyebab tingginya angka kematian ternak babi di Kabupaten Ende, pihaknya belum dapat memastikan. Diakuinya, memang sekarang ini tengah merebak virus <em>African Swine Ferer </em>(ASF) di Kabupaten Sikka. Namun, diperlukan uji laboratorium untuk memastikan dugaan tersebut.</p>
<ul>
<li><strong><span style="background-color: #ffffff; color: #003366;"><em><span style="color: #000000;">BACA JUGA</span></em> : <a style="background-color: #ffffff; color: #003366;" href="https://endenews.com/soal-pbb-dermaga-feri-nangakeo-bapenda-ende-harusnya-dibayar-asdp/">Soal PBB Dermaga Feri Nangakeo, Bapenda Ende: Harusnya Dibayar ASDP</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Guna memastikan penyebab kematian, Dinas Pertanian telah mengumpulkan puluhan sampel yang ambil secara <em>random</em> dari beberapa wilayah. Sekarang ini sampel-sampel tersebut telah dikirim menjalani pemeriksaan laboratorium di Denpasar. Terkait kapan hasil pemeriksaan dikeluarkan, pihaknya belum dapat memastikan</p>
<p>Tingginya angka kematian babi tergolong membingungkan sebab berbagai upaya pencegahan telah dilakukan oleh pemerintah. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Ende telah mengeluarkan Instruksi Bupati Ende tentang pelarangan babi atau dagingnya masuk ke Kabupaten Ende. Aturan tersebut dikeluarkan guna mencegah penyebaran virus ASF, yang diterbitkan sebelum ditemukan adanya kasus ASF di Sikka. <em><strong>(ARA/EN)</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/kematian-babi-di-ende-capai-465-ekor-dalam-dua-bulan/">Kematian Babi di Ende Capai 465 Ekor Dalam Dua Bulan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Virus ASF Bunuh Ratusan Babi di Sikka, Begini Cara Ende Cegah Penularan</title>
		<link>https://endenews.com/virus-asf-bunuh-ratusan-babi-di-sikka-begini-cara-ende-cegah-penularan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2020 10:32:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Virus ASF di Kabupaten Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=1046</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ratusan ekor babi di Kabupaten Sikka mati mendadak setelah terserang virus African Swine Ferer (ASF)....</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/virus-asf-bunuh-ratusan-babi-di-sikka-begini-cara-ende-cegah-penularan/">Virus ASF Bunuh Ratusan Babi di Sikka, Begini Cara Ende Cegah Penularan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ratusan ekor babi di Kabupaten Sikka mati mendadak setelah terserang virus <em>African Swine Ferer</em> (ASF). Di kabupaten tersebut tercatat lebih dari 200 ekor babi menjadi korban. Sebelumnya virus ini juga membunuh ribuan babi di Bali dan beberapa daerah lain.</p>
<p><em>African Swine Ferer</em> (ASF) adalah penyakit pada babi yang sangat menular. Menurut drh. Said Karim Djohar, virus ini dapat menyebabkan kematian pada babi hingga 100 persen dan belum ditemukan anti virus atau vaksin. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sosialisasi kepada warga Desa Reka dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), 7 Juli 2020.</p>
<figure id="attachment_1048" aria-describedby="caption-attachment-1048" style="width: 800px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-1048 size-full" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2020/07/1ater.jpg" alt="Sosialisasi Dinas PeternakanKabupaten Ende kepada warga Desa Reka dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), 7 Juli 2020." width="800" height="420" title="Virus ASF Bunuh Ratusan Babi di Sikka, Begini Cara Ende Cegah Penularan 1" srcset="https://endenews.com/wp-content/uploads/2020/07/1ater.jpg 650w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2020/07/1ater-768x403.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-1048" class="wp-caption-text">Sosialisasi Dinas Peternakan kepada warga Desa Reka dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), 7 Juli 2020.</figcaption></figure>
<p>Lanjut Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Ende itu, sebelum menyerang ratusan babi di Sikka, virus dari Afrika tersebut masuk ke Indonesia melalui Timor Leste. Dari Timor Leste penyebarannya memasuki wilayah Medan, Bali, lalu ke Timor Barat. “Dari Timor Barat tiba-tiba di Sikka ada,” kata dokter hewan Said Djohar.</p>
<ul>
<li><strong><span style="color: #003366;"><span style="color: #000000;"><em>BACA JUGA :</em></span> <a style="color: #003366;" href="https://endenews.com/keuskupan-agung-ende-buka-kembali-kegiatan-gereja-katolik/">Keuskupan Agung Ende Buka Kembali Kegiatan Gereja Katolik</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Mengenai penularan virus ASF di Kabupaten Ende, dokter hewan Said Djohar mengatakan hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus.</p>
<p>Penularan virus ASF dari kabupaten lain ke Ende, dapat dicegah oleh karena pada bulan Juni tahun 2020 telah dikeluarkan instruksi Bupati Ende tentang pelarangan babi atau dagingnya masuk ke Kabupaten Ende. Instruksi ini dikeluarkan sebelum ditemukan adanya kasus virus ASF di Kabupaten Sikka.</p>
<p>Kendati belum ditemukan adanya kasus di Kabupaten Ende dirinya tetap mengingatkan para peternak terkait hal-hal penting untuk mencegah penularan virus.</p>
<p>Penyebaran virus ini sangat cepat dan biasanya melalui kontak antara babi yang sehat dengan babi yang terkena virus. Karenanya, sebisa mungkin hindari kontak dengan babi dari luar Kabupaten Ende.</p>
<ul>
<li><strong><span style="background-color: #ffffff; color: #003366;"><em><span style="color: #000000;">BACA JUGA :</span></em> <a style="background-color: #ffffff; color: #003366;" href="https://endenews.com/tmmd-bikin-warga-reka-kepincut-2-warga-mendaftar-bintara-tni/">TMMD Bikin Warga Reka Kepincut, 2 Warga Mendaftar Bintara TNI</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Penularan juga bisa melalui makanan yang diolah dari daging babi. Contohnya kasus penularan virus ASF di Timor Barat yang bermula dari makanan Sosis Babi.  Selain itu, penularan melalui air yang digunakan mencuci babi terinveksi. Untuk penyebab terakhir itu, dokter hewan Said Djohar memperingatkan agar air cucian daging tidak digunakan kembali.</p>
<p>“Ada kebiasaan dari kita (di Kabupaten Ende), memberi air cucian daging untuk pakan babi. Biasanya dicampur. Padahal pada saat kita mencuci daging yang sudah terkena penyakit ini, ya kumannya sudah di air itu,” jelas drh Said Djohar.</p>
<p>Terakhir, jika ditemukan ada ternak babi yang mati maka masyarakat diharapkan tidak menjual atau mengonsumsinya. Babi yang mati, sesuai anjuran kesehatan hewan mesti dikubur atau dimusnahkan dengan cara membakar. <strong><em>(ARA.EN)</em></strong></p>
<ul>
<li><strong><span style="background-color: #ffffff; color: #003366;"><em><span style="color: #000000;">BACA JUGA :</span></em> <a style="background-color: #ffffff; color: #003366;" href="https://endenews.com/dermaga-feri-nangakeo-rumah-hantu-penuh-mural-porno/">Dermaga Feri Nangakeo, Rumah Hantu Penuh Mural Porno</a></span></strong></li>
</ul>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/virus-asf-bunuh-ratusan-babi-di-sikka-begini-cara-ende-cegah-penularan/">Virus ASF Bunuh Ratusan Babi di Sikka, Begini Cara Ende Cegah Penularan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
