<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Artikel &#8211; Ende News</title>
	<atom:link href="https://endenews.com/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://endenews.com</link>
	<description>Berita &#38; Budaya Kabupaten Ende</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Oct 2023 12:37:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-100x75.png</url>
	<title>Artikel &#8211; Ende News</title>
	<link>https://endenews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kasus Gratifikasi : Menguji Keberanian Kapolres Andre Librian</title>
		<link>https://endenews.com/kasus-gratifikasi-menguji-keberanian-kapolres-andre-librian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Apr 2023 10:28:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[AKBP Andre Librian]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan gratifikasi oknum dprd ende]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=5827</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hari-hari ini Kapolres Ende AKBP Andre Librian terus saja menjadi pembicaraan masyarakat di Ende. Dari...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/kasus-gratifikasi-menguji-keberanian-kapolres-andre-librian/">Kasus Gratifikasi : Menguji Keberanian Kapolres Andre Librian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hari-hari ini Kapolres Ende AKBP Andre Librian terus saja menjadi pembicaraan masyarakat di Ende. Dari gedung mewah bertingkat hingga ke warkop-warkop, ada saja orang yang membicarakan nama sekalian sosoknya. Ada yang bilang dia berani, ada yang bilang garang, pembicaraan mengenai orang nomor satu di Polres Ende memang seputar itu-itu saja.</p>
<p>Barangkali itu karena kinerja Polres Ende meningkat ketika tongkat komando dipercayakan kepadanya. Entah bagaimana cara dia meramu, mendadak saja Polres Ende jadi garang. Berbagai kasus dibongkar mulai dari kasus ecek-ecek, kasus mengendap, hingga kasus “bintang lima” yang melibatkan orang-orang penting di Ende. Semua dia babat. Ada yang selesai, ada juga masih dalam proses.</p>
<p>Sejak bertugas di Ende pada Bulan Februari tahun 2022 Andre Librian langsung tancap gas. Baru beberapa bulan menjabat dia buka kembali keran kasus di BPBD Kabupaten Ende yang sudah lama tersedat. Tetapi jangan tanyakan saya mengapa tersendat. Sekedar diketahui saja, ini adalah kasus dugaan korupsi pekerjaan normalisasi kali dan pemasangan bronjong di Kecamatan Kota Baru yang mengendap sejak tahun 2016. Mantan Kadis BPBD akhirnya ditahan pada awal bulan Agustus tahun lalu.</p>
<p>Nah, baru-baru ini masih lengket diingatan kita Polres Ende berani mengusut kasus penggunaan dana bidang olahraga. Padahal dalam dugaan kasus itu ada nama-nama yang boleh dikatakan “bintang lima” di daerah ini. Begitu pun soal bongkar muat batubara yang diduga dilakukan tanpa izin.</p>
<p>Garang memang. Tetapi tunggu dulu, nampaknya ada yang lolos dari momen berpikir. Seingat saya ada satu kasus legendaris di Ende yang belum mencapai titik finish. Dugaan kasus gratifikasi yang melibatkan 7 anggota DPRD Ende. Yah, kasus itu masih samar. Ada yang bilang sudah dihentikan, tetapi di warkop-warkop ada perbincangan bahwa SP3 belum pernah dikeluarkan untuk kasus itu.</p>
<p>Itu kasus legendaris dengan keterlibatan oknum anggota dewan terbanyak sepanjang sejarah Ende. Bayangkan, sampai 7 orang, mulai level pimpinan sampai anggota. Legendaris, karena pengusutan kasus selalu berjalan zig-zag dimana aparat bak kapal <em>sonder</em> kompas. Dan kian legendaris karena ini satu-satunya kasus yang melewati begitu saja 4 Kapolres Ende.</p>
<p>Mari mundur ke belakang. Sebentar saja. Kasus dugaan korupsi gratifikasi bermula dari inisiatif DPRD Ende dalam Rancangan Perda Penyertaan Modal PDAM tahun 2015. Rancangan Perda ini pada akhirnya bermuara ke proses hukum lantaran adanya aliran uang dari PDAM Ende kepada oknum DPRD.</p>
<p>Secara garis besar ada dua hal yang ditelusuri saat itu, <em>pertama</em>, aliran uang berupa SPPD dari PDAM Ende kepada oknum DPRD untuk pembuatan Perda sebagai dugaan gratifikasi dan <em>kedua</em>, pembuatan Naskah Akademik Perda tersebut diduga tidak menggunakan lembaga profesional dan dugaan adanya aliran uang Naskah Akademik kepada 2 oknum anggota DPRD Ende saat itu.</p>
<p>Untuk yang pertama, dugaan gratifikasi, sebenarnya Polisi sudah mengendus dugaan kasus ini sejak tahun 2015. Steph Tupen Witin dalam bukunya <em>Politik Dusta Dibalik Kuasa</em> (2018 : 230), menulis, kasus dugaan suap anggota DPRD Ende ini mencuat sejak tahun 2015. Aparat Polres Ende kala itu begitu cepat mengamankan semua dokumen di DPRD Ende. Hasilnya: hingga tahun 2017 pun polisi masih mencari bukti.</p>
<p>Terdapat 7 anggota DPRD Ende yang diduga menerima suap atau gratifikasi dari Direktur PDAM Ende dalam kasus Perda Inisiatif Penyertaan Modal ini. Mereka adalah oknum anggota DPRD periode 2014-2019.</p>
<p>Bukti-bukti hukum terkait dugaan kasus ini amat kuat. Dokumen-dokumen bukti hukum seperti Surat Perintah Tugas dari DPRD Ende, Voucher biaya perjalanan dinas anggota DPRD Ende dalam rangka konsultasi tentang rencana penyertaan modal kepada PDAM Ende, kuitansi penerimaan uang oleh anggota DPRD Ende, bukti/kuitansi pengembalian uang oleh anggota DPRD Ende, pengakuan dari Dirut PDAM Ende Soedarsono dan beberapa dokumen terkait lainnya.</p>
<p>Kendati bukti-bukti cukup kuat, penyelidikan kasus ini malah sempat dihentikan oleh Polres Ende. Penghentian ini mendapat perlawanan dari elemen masyarakat.</p>
<p>Salah satu organisasi masyarakat, GERTAK, menanggapi penghentian tersebut dengan mengajukan Praperadilan. Polres Ende kalah dalam putusan praperadilan tanggal 26 Maret 2018 (<em>indonesiana.id, 01/09/18</em>). Putusan Praperadilan Nomor 02/Pid.Pra/2018/PN.End, Pengadilan Negeri Ende tanggal 26 Maret 2018 telah memerintahkan Polres Ende membuka kembali penyelidikan atau penyidikan kasus hukum dugaan korupsi gratifkasi dari PDAM Ende kepada 7 oknum anggota DPRD Ende.</p>
<p>Bunyi putusan praperadilan PN Ende pun sangat terang. <em>Pertama</em>, menyatakan tindakan penghentian penyelidikan oleh termohon (Polres Ende) terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam bentuk gratifikasi merupakan pembiaran terhadap suatu tindak pidana. Oleh karena itu penghentian penyelidikan tersebut adalah tidak beralasan menurut hukum  (<em>kupang.tribunnews.com, 12/6/2021</em>).</p>
<p><em>Kedua</em>, memerintahkan kepada termohon (Polres Ende) untuk melanjutkan proses hukum terhadap perkara dugaan tindak pidana korupsi sebagaimana yang dicatat dalam laporan informasi nomor: LI/06/X/2015/Reskrim tanggal 5 Oktober 2015 dam Surat Perintah Penyelidikan nomor Sprinlidik/09/X/2015/Reskrim tanggal 16 Oktober 2015 tersebut.</p>
<p>Kemudian dalam lembaran putusan praperadilan itu, nama-nama oknum anggota DPRD Ende periode 2014-2019 tertera benderang: Herman Yosef Wadhi (ketua DPRD), Fransiskus Taso (Wakil Ketua DPRD) dan anggota: Oktavianus Moa Mesi, Jhon Pella, Orba K. Ima, Sabri Indra Dewa, Abdul Kadir Hasan dan Dirut PDAM Tirta Kelimutu, Soedarsono.</p>
<p>Anehnya, setelah putusan yang amat jelas itu dikeluarkan, tak nampak juga adanya perkembangan di Kepolisian. Sekira 6 hingga 7 bulan pasca putusan Praperadilan prosesnya kembali jalan di tempat. Sejumlah ormas geram lagi, demonstrasi lagi, namun sama saja. Polres Ende bergeming. Hingga akhirnya pada awal bulan Februari 2019, Kapolres Ende saat itu AKBP Achmad Muzayin memberikan pernyataan bahwa telah menghentikan kasus tersebut. Alasannya, tidak cukup bukti.</p>
<p>Penghentian itu tentu saja meninggalkan tanda tanya besar bagi masyarakat. Pertama, apakah penghentian itu di tahap penyelidikan atau penyidikan? Kalau dihentikan pada tahap penyelidikan maka Polres Ende sebenarnya mau menyatakan bahwa dugaan kasus tersebut tidak terbukti sebagai tindak pidana. Atau dengan lain kata, Polres telah mengikari bukti-bukti hukum seperti kuintansi termasuk pengakuan dirut Soedarsono dan putusan Praperadilan.</p>
<p>Ingat, untuk yang terakhir itu, putusan Praperedilan secara jelas menyatakan ada unsur pidana dalam dugaan kasus tersebut. Putusan itu menyatakan bahwa tindakan penghentian merupakan “pembiaran terhadap suatu tindak pidana”, dan sekaligus memerintahkan Polres Ende melanjutkan pengusutan. Itu artinya Polres Ende seharusnya menaikkan tahap ke tingkat penyidikan bukan malah menghentikan di penyelidikan.</p>
<p>Ketiga, jika argumen tidak cukup bukti berdasarkan pengembalian sehingga tak ditemukan kerugian negara, maka perlu diketahui bahwa pengembalian tidak menghilangkan pidana. Malah sebaliknya, pengembalian itu justru menguatkan dugaan dan hanya dijadikan pertimbangan hakim untuk meringankan hukuman.</p>
<p>Seperti dijelaskan diawal, kasus ini tak sebatas dugaan gratifikasi. Ada juga dugaan lain yang masih berkaitan dengan kasus ini, yakni mengenai Naskah Akademik.</p>
<p>Naskah Akademik merupakan syarat dalam pembuatan Perda. Dalam proses pembuatan Naskah Akademik rancangan Perda Penyertaan Modal PDAM tahun 2015, ada dugaan bahwa Naskah Akademik dibuat oleh sebuah yayasan yang sama sekali tidak profesional. Dugaan lain, ada aliran uang dari pemilik yayasan kepada 2 oknum DPRD Ende saat itu.</p>
<p>Sejauh penelusuran, saya dapati beberapa hal yang cukup mencengangkan. Salah satu sumber yang terlibat dalam pembuatan Naskah Akademik mengatakan bahwa dugaan kasus ini dahulu sempat bergulir di Kejaksaan Negeri Ende. Sumber ini bukan orang yang mendengar dari orang lain melainkan salah satu aktor penting dalam pembuatan Naskah Akademik. Kata dia, semua informasi telah dia berikan kepada Jaksa.</p>
<p>Secara garis besar, dikatakannya, penggunaan yayasan sebagai pembuat Naskah Akademik hanya karena kedekatan pemilik yayasan dengan oknum DPRD Ende saat itu. Kemudian, setelah selesai dikerjakan, ada pembayaran dari PDAM Ende kepada yayasan sebesar Rp 100 juta. Anehnya duit Rp 100 juta itu dibagi antara pemilik yayasan dengan 2 oknum DPRD Ende. Ironisnya lagi, 2 oknum DPRD Ende ini ikut dalam pencairan uang dan malah mendapat jatah paling besar, 95 persen dari total uang.</p>
<p>Nah, itulah perjalanan kasus legendaris seputar pembuatan Perda Penyertaan Modal PDAM. Kian legendaris karena ini satu-satunya kasus yang melewati begitu saja 4 Kapolres Ende. Terakhir AKBP Albertus Andreana.</p>
<p>Namun asa kembali muncul menyaksikan garangnya Polres Ende ditangan AKBP Andre Librian. Garang memang. Palang pintu keadilan di Ende hari ini. Tetapi apakah beliau juga garang membuka kembali dugaan kasus ini? Sejauh ini belum terbukti. Jadi benarlah kiranya jika saya berpendapat, ini adalah ujian keberanian Kapolres Andre Librian.</p>
<p><em><strong>Opini : Agustinus Rae / Jurnalis dan Aktivis </strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/kasus-gratifikasi-menguji-keberanian-kapolres-andre-librian/">Kasus Gratifikasi : Menguji Keberanian Kapolres Andre Librian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menelisik Keputusan Kabandara Ende Soal Runway</title>
		<link>https://endenews.com/menelisik-keputusan-kabandara-ende-soal-runway/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2022 12:02:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Haji Hasan Aroeboesman]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=5452</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mengenai keputusan  Kepala Bandara Ende untuk tidak melanjutkan program perpanjangan runway  karena beberapa alasan harus...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/menelisik-keputusan-kabandara-ende-soal-runway/">Menelisik Keputusan Kabandara Ende Soal Runway</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mengenai keputusan  Kepala Bandara Ende untuk tidak melanjutkan program perpanjangan runway  karena beberapa alasan harus kita hormati, karena itu merupakan wewenang beliau.</p>
<p>Tentunya kita percaya dan berharap bahwa semua itu sudah diperhitungkan melalui kajian yg komperehensif dari semua aspek. Begitu juga dengan perkiraan  besarnya biaya yang di butuhkan untuk perpanjangan landasan dan fasilitas penunjangnya.</p>
<p>Tapi yang menarik dari pernyataan beliau adalah perpanjangan <em>runway</em> Ende itu bukan suatu hal yang mustahil. Artinya ada kemungkinan untuk bisa diperpanjang, entah kapan . Semua itu kembali lagi pada keinginan, biaya serta kemanfaatannya.</p>
<p>Alasan utama yang dikemukakan mengenai pembatalan perpanjangan tersebut adalah karena adanya kendala secara fisik, anggaran serta masih rendahnya tingkat kebutuhan masyarakat akan transportasi udara.</p>
<p>Dari ke tiga alasan tersebut, menurut saya, alasan anggaran adalah yang paling menjadi perhatian dan memang  harus diakui  itu membutuhkan dana yang besar .</p>
<p>Untuk alasan fisik ,semua memahami untuk perluasan dan perpanjangan <em>runway</em> pastinya ada dampak terhadap kehidupan penduduk di sekitar  bandara. Kultur orang Ende sangat permisif .Mereka akan  mengerti kalau itu demi  pembangunan daerahnya. Apalagi sebelumnya sudah pernah dilakukan  pembebasan sebagian lahan mereka. Semua itu kembali lagi kepada sebuah <em>goodwill </em>dan anggaran yang tersedia.</p>
<p>Dan yang paling menarik dari semua itu adalah alasan  ketiga, yakni  kebutuhan masyarakat Ende atas transportasi udara yang masih rendah sehingga belum membutuhkan perpanjangan <em>runway.</em> Ada sebagian  masyarakat Ende menanyakan, dan saya pun belum bisa memberikan jawaban yang tepat . Mereka menanyakan, kalau memang tingkat penggunaan transportasi udara di Ende masih rendah, cuma 4 <em>flight</em> per hari, terus apa urgensinya membangun terminal yg besar dan megah dengan biaya miliaran seperti itu.</p>
<p>Saya hanya bisa menjawab tidak tahu, karena yang bisa menjawab ini adalah pihak pihak terkait  seperti  bapak Kepala Bandara atau bapak bapak pengambil kebijakan. Mereka yang berkompeten untuk menjawab  mengenai alasan pembangunan tersebut.</p>
<p>Tapi sudahlah, sepertinya masyarakat mungkin tidak perlu tahu secara gamblang alasan dan urgensitas dari pembangunan terminal itu. Yang mereka harapkan adalah apa yang direncanakan dan yang dibangun sesuai dengan harapan serta bermanfaat bagi mereka, tentu sekalian dengan pembangunan ekonomi Ende yang lebih baik.</p>
<p>Pada dasarnya masyarakat sangat kritis dalam memberikan tanggapan apalagi soal pembangunan di daerah -kalaupun  diam  bukan berarti mereka  tidak mengerti-.</p>
<p><em><strong>Penulis : Capt. Abdurchman Sumbi, Pilot Boeing 777 Garuda Indonesia</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/menelisik-keputusan-kabandara-ende-soal-runway/">Menelisik Keputusan Kabandara Ende Soal Runway</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Geliat Pembangunan Terminal Bandara Ende, Suatu Masukan</title>
		<link>https://endenews.com/geliat-pembangunan-terminal-bandara-ende-suatu-masukan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2022 13:36:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Haji Hasan Aroeboesman]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Terminal Bandara Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=5434</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu saya membaca berita di salah satu medsos NTT dan Podcast yang memberitakan...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/geliat-pembangunan-terminal-bandara-ende-suatu-masukan/">Geliat Pembangunan Terminal Bandara Ende, Suatu Masukan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu saya membaca berita di salah satu medsos NTT dan Podcast yang memberitakan bahwa Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Kota Ende, mendapat kucuran dana Kemenhub sebesar Rp 85.5 miliar untuk pembangunan terminal baru seluas lebih dari 4000 m2. Artinya satu lagi langkah maju dari kabupaten Ende dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakatnya.</p>
<p>Dengan dana sebesar itu diharapkan nantinya akan berdiri sebuah terminal baru yang megah dan bagus dengan fasilitas layaknya bandara- bandara besar lainnya. Diharapkan pula Ende akan menjadi daerah tujuan wisata baru mendampingi Labuan Bajo untuk daratan Flores dan NTT umumnya. Dan juga akan menjadi salah satu kandidat kuat ibukota Provinsi baru seandainya terjadi pemekaran nantinya.</p>
<p>Hanya saja ada beberapa hal yang mungkin jadi bahan pertanyaan saya. lni semua semata-mata hanya sebuah rasa keingintahuan dan sedikit memberi pendapat dari sisi saya, sebagai seorang praktisi penerbangan berdasarkan pengalaman saya selama ini, dan tidak bermaksud mengkritisi apa yang sudah menjadi keputusan yang sedang berjalan.</p>
<p>Saya ingin sedikit bertanya apakah dengan dana sebesar itu hanya untuk pembangunan terminal dan area parkir saja atau berikut perpanjangan landasannya. Karena menurut saya kalau dana tersebut digunakan untuk pembangunan dan perpanjang landasan tentunya sangat bermanfaat bagi Ende.Tapi seandainya kalau dana sebesar itu hanya untuk pembangunan terminal dan area parkir saja sepertinya kurang efektif.</p>
<p>Akan sangat kontras terlihat antara megahnya terminal dengan kondisi landasannya.Poin pentingnya adalah bagaimana Bandara Ende ini bisa memperbanyak frekuensi penerbangan serta jenis pesawat yang mendarat dan menambah jarak tempuh pesawat yang mengangkut penumpang datang dan berangkat dari Ende. Alangkah bagusnya kalau dalam sehari bisa lebih dari <em>flight </em>yang masuk ke Ende dengan tipe pesawat yang berbeda dari berbagai daerah bukan hanya penerbangan seputar NTT.</p>
<p>Secara ekonomi dan pariwisata pasti akan meningkat seandainya ada type pesawat <em>narrow body</em> jenis Airbus 320 atau Boeing 737 bisa mendarat di Ende. Daerah kita bisa menjadi salah satu pintu masuk pariwisata jika ada penerbangan langsung dari Bali atau Surabaya bahkan dari Jakarta sekalipun.</p>
<p>Wisatawan dari Bali misalnya ,mereka datang ke Flores melalui Labuan bajo dan kembali ke Bali melalui Ende ataupun sebaliknya. Selama perjalanan darat mereka bisa menikmati keindahan alam Flores .dan Secara tidak langsung memberi <em>income</em> tersendiri bagi daerah- daerah yang mereka lalui. Belum lagi penumpang dari pulau Jawa Bali, selama ini mereka harus melalui Kupang atau Labuan bajo sebagai bandara transit.</p>
<p>Ende mempunya potensi sebagai hub baru di daerah Flores. Kalau mendengar penjelasan Kepala Bandara Ende di sebuah podcast mengatakan bahwa kedepannya frekuensi penerbangan akan ditingkatkan hingga L0 kali dalam sehari. Pertanyaannya apakah semua penumpang dalam kesepuluh <em>flight</em> itu nanti semua nya bertujuan dari dan ke kupang atau ke Labuan saja?.</p>
<p>Tentu tidak, karena kemungkinan 50 -70% penumpangnya akan melanjutkan perjalanannya keluar NTT.Tentunya akan lebih efektif efisien dari segi biaya dan waktu seandainya kita mempunyai penerbangan langsung tanpa harus transit terlebih dulu. Begitu juga dengan arus pengiriman barang dan kargo. Sepengetahuan saya bisnis ini sangat membutuhkan ketepatan waktu. Para pengusaha Ende dapat mengirim atau mendatangkan barang lebih cepat tanpa harus terlebih dahulu transit. Artinya biaya yang dikeluarkan akan lebih kecil dan berdampak pada harga jual yang lebih rendah.</p>
<p>Akan tetapi bagaimana kita mau menambah frekuensi penerbangan dari daerah lain kalau <em>apron</em> kita sempit, bagaimana mau menggunakan pesawat yg lebih besar kalau landasan kita tidak kuat, bagaimana mau terbang ke destinasi yang lebih jauh kalau landasannya pendek. Begitupun dengan fungsi terminal yang kita bangun ini, Apakah akan berfungsi secara optimal atau tidak. Dengan kemegahannya nanti kalau hanya dengan 4 &#8211; 5 <em>flight</em> per hari rasanya tidak sebanding dengan biaya operasional dan perawatannyanya.</p>
<p>Lantai 1 dipakai untuk <em>check in</em> dan kedatangan sedangkan lantai 2 untuk ruang tunggu keberangkatan. Apakah nantinya juga dipasang <em>Aerobridge/ Garbarata</em> atau belalai gajah untuk penumpang naik ke pesawat. Atau kah mereka tetap akan kembali turun melalui tangga baru kemudian menuju ke pesawat. Karena untuk pesawat jenis ATR tidak mungkin dihubungkan dengan <em>Garbarata</em> tersebut. Menurut saya itu tidak efektif.</p>
<p>Memang sudah saatnya terminal lama dipindahkan dan diperluas. Tapi seharusnya juga dibarengi dengan perpanjangan, pengerasan dan pelebaran landasan sebagai infrastruktur utama dari sebuah bandara. Karena landasan atau <em>runway </em>merupakan titik sentral dari semua kegiatan di Bandara.</p>
<p>Apalah artinya pembanguanan lingkungan bandara yang megah kalau landasannya pendek dan sempit, tapi sebaliknya walaupun terminalnya sederhana tapi kalau landasannya panjang, pesawat sebesar apapun bisa masuk dan mendarat. Jadi jangan dibalik logika cara berpikirnya.</p>
<p>Kita seharusnya menyediakan infrastrukturnya dulu sebelum mengundang orang lain masuk dan berinvestasi. Begitupun dengan bandara sebagai salah satu pintu masuk ke daerah kita. Menurut saya Bandara H.Hasan Aroeboesman ini masih memungkinkan untuk diperpanjang . Panjang landasan sekarang kurang lebih 1658 m dan masih bisa diperpanjang menjadi 2000 &#8211; 2100 m lalu diperlebar menjadi 45 m.</p>
<p>Kalaupun ada <em>obstacle</em> atau hambatan di kedua ujungnya tentunya ada cara dan hitungan teknis yang bisa dilakukan, seperti menghitung kekuatan landasan, beban pesawat, panjang landasan yang diperlukan untuk <em>take off</em> dan landing begitu juga sudut awal lepas landas dan mendarat.</p>
<p>Setelah diperpanjang menjadi 2100 m, titik landing pesawat ke arah barat atau <em>runway</em> 27 bisa diundur beberapa ratus meter sehingga manuver <em>base leg</em> pesawat dari samping Wolotopo dan Ngalupolo bisa lebih tinggi, otomatis ketinggian pesawat diatas pulau Koa juga bisa lebih tinggi dan lebih aman.</p>
<p>Dan sebaliknya pesawat juga bisa mendarat dari arah barat ke arah timur atau <em>runway</em> 09 dari arah kota, yang selama ini tidak pernah dilakukan karena alasan <em>obstacle</em> atau tebing di sisi tersebut, kecuali jenis pesawat Twin Otter dulu di tahun 80-an. Begitu juga dengan perhitungan <em>take off</em>, dengan landasan yang panjang pesawat juga sudah dapat <em>take off</em> mengarah ke dua arah barat dan timur. Bukan cuma ke arah timur saja seperti sekarang ini.</p>
<p>Titik awal take off pun sudah bisa kearah barat membelakangi pulau Koa, dalam bahasa penerbangannya karena <em>Take Off Distance Availablenya</em> (TODA) sudah semakin panjang. Sekali lagi semua ini bisa dikaji secara tehnis dan sangat memungkinkan untuk dikembangkan. Beberapa bandara didaerah seperti Bandung Jambi atau Palu, kondisinya mirip dengan kondisi lingkungan bandara Ende, bahkan Bandung mempunyai hambatan yang lebih besar karena arah <em>landing</em> dan manuvernya diatas pemukiman dan gedung-gedung.</p>
<p>Mengenai pembangunan terminal penumpang, menurut saya, kita seharusnya mempunyai rencana untuk pembangunan dan pemakaian jangka panjang. Dengan bertambahnya frekuensi dan jenis pesawat tentunya membutuhkan area parkir dan <em>apron</em> yang lebih luas agar bisa menampung pesawat yang lebih besar dan banyak. Begitu juga dengan <em>taxiway</em>, jalan penghubung antara landasan dan <em>apron.</em></p>
<p>Sisi selatan bandara merupakan posisi paling ideal dan strategis untuk sebuah terminal baru. Pembangunan terminal yang besar pastinya bukan sekedar menjadi area rekreasi atau kuliner baru dengan jam kunjungan terbatas tapi harus disertai dengan target-target tertentu yang bersifat strategis yang sesuai dengan fungsi utamanya. Salah satu targetnya adalah estimasi pertumbuhan jumlah penumpang yang bisa ditampung dari tahun ke tahun.</p>
<p>Jangan sampai berbagai fasilitas yang sudah dibangun nantinya malah tidak digunakan. Apalagi bandara tersebut nantinya juga mempunyai pelayanan <em>valet parking</em> dan <em>CIP Lounge</em>. Fasilitas ruang tunggu berbayar bagi penumpang, yang menyediakan layanan makanan dan minuman sambil menunggu keberangkatan, seperti yang diutarakan Kepala Bandara Ende dalam wawancara di lintas pagi RRI Pro 1 Ende.</p>
<p>Mudah mudahan fasilitas itu diminati penumpang umum .Karena kalau dilihat darijarak tempuh penerbangan yang rata-rata yang hanya dibawah satu jam, rasanya mereka akan berpikir panjang untuk mengeluarkan biaya tambahan sebesar 10-30o/o dari harga tiketnya. Jadi semuanya harus benar &#8211; benar dipikirkan secara matang. Jangan sampai dengan tenaga dan biaya besar yang sudah dikeluarkan tidak membuat perubahan yang berarti selain kemegahan fisik semata dan kurang bermanfaat bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Ende.</p>
<p>Perkembangan ekonomi dan pariwisata daerah akan maju dan berkembang kalau semua pintu masuknya kita benahi secara maksimal, dan salah satunya adalah bandara dengan semua infrastrukturnya.</p>
<p>Dan saya yakin, dengan izin Tuhan Yang Maha Esa, disertai keinginan yang tulus dan kerja keras</p>
<p>Pemda serta masyarakat Ende, semuanya akan bisa terwujud. Mudah-mudahan ini dapat memberikan sedikit pemahaman dan pencerahan bagi masyarakat awam kita, dengan adanya pembangunan terminal baru bandara H.Hasan Aroeboesman Ende, dipandang dari sisi saya sebagai seorang praktisi Penerbangan. Dan juga sebagai sebuah sumbang saran bagi para pengambil kebijakan didaerah kita. Mohon Maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan,tapi ini semua demi kemajuan daerah kita tercinta “Ende Lio Sare Pawe”.</p>
<p><strong><em>Capt</em>. Abdurachman Sumbi </strong></p>
<p><strong>Pilot Boeing 777 Garuda Indonesia</strong></p>
<p><strong>Putra Asli Ende</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/geliat-pembangunan-terminal-bandara-ende-suatu-masukan/">Geliat Pembangunan Terminal Bandara Ende, Suatu Masukan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menelusuri Distribusi Pupuk Bersubsidi di Ende, Kejanggalannya Bikin Dewan Gemas</title>
		<link>https://endenews.com/menelusuri-distribusi-pupuk-bersubsidi-di-ende-kejanggalannya-bikin-dewan-gemas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2022 03:13:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pertanian Ende]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Marianus Alexander]]></category>
		<category><![CDATA[Pupuk Bersubsidi di Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Syukri Abdullah]]></category>
		<category><![CDATA[Yulius Cesar Nonga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=5002</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pendistribusian pupuk bersubsidi di Kabupaten Ende ditemukan berbagai kejanggalan dan rawan diselewengkan oleh pihak yang...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/menelusuri-distribusi-pupuk-bersubsidi-di-ende-kejanggalannya-bikin-dewan-gemas/">Menelusuri Distribusi Pupuk Bersubsidi di Ende, Kejanggalannya Bikin Dewan Gemas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pendistribusian pupuk bersubsidi di Kabupaten Ende ditemukan berbagai kejanggalan dan rawan diselewengkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kerawanan dalam pendistribusian pupuk diduga disebabkan pengawasan yang rendah oleh dinas terkait dan ketidakpastian infomasi kepada masyarakat. Mengenai hal ini DPRD Kabupaten Ende berinisiatif akan melakukan sidak hingga ke distributor.</p>
<p>Tahun ini Kabupaten Ende mendapat kuota pupuk bersubsidi mencapai ratusan ton, terdiri dari pupuk Urea sebanyak 528 ton, SP-36 sebanyak 150 ton, ZA 850 ton, NPK 252 ton, Organik 500 ton, dan Organik cair 569 ton.</p>
<p>Para petani bisa mendapatkan pupuk bersubsidi dengan kisaran harga jauh di bawah harga pasar. Untuk pupuk Urea misanya, para petani bisa mendapatkannya dengan harga Rp 2.250 per kilogram. Lalu, pupuk SP-36 seharga Rp 2.400 per kilogram, pupuk ZA seharga Rp 1.700 per kilogram, pupuk NPK Rp 2.300 per kilogram, pupuk Organik Rp 800 per kilogram, dan pupuk Organik cair seharga RP 20.000 per liter.</p>
<p>Penuturan kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Marianus Alexander (11/3/22), pupuk bersubsidi hanya diberikan kepada petani dengan luas lahan dibawah 2 hektar.</p>
<p>“Yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi adalah masyarakat dengan luas lahan 2 hektar. Lebih dari itu tidak berhak karena dianggap mampu,” ucap Marianus (11/3).</p>
<p>Para penerima pupuk pun harus mendaftarkan diri, luas lahan dan kebutuhan pupuk secara online melalui sistem Elektronik Rencana Definif Kebutuhan Kelompoktani (E-RDKK), yang berisi rencana kebutuhan pupuk per individu. Memang, para petani yang membutuhkan pupuk dihimpun dalam kelompok-kelompok tani tetapi pendistribusian pupuk nantinya tetap berdasarkan rencana kebutuhan per individu.</p>
<p>Pendaftaran dari para petani selanjutnya akan diverifikasi dari tingkat paling bawah hingga dinas lalu  dikirimkan ke pusat. Berdasarkan rencana inilah pemerintah pusat mendistribusikan pupuk bersubsidi setiap tahunnya.  Pendistribusian pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat biasanya dikirimkan pada awal tahun mulai bulan Januari dan berlaku hingga hingga akhir tahun.</p>
<p>Untuk Kabupaten Ende, Dinas Pertanian bekerjasama dengan dua distributor sebagai penyalur pupuk bersubsidi untuk seluruh wilayah. Dua distributor yakni toko Sabatani dan toko Karunia Indah yang berada di dalam Kota Ende. Sehingga, masyarakat dari desa-desa yang ingin mengambil pupuknya mesti penempuh perjalanan ke Kota Ende untuk mengambil jatah mereka.</p>
<p>Namun, kata beberapa petani, distributor sering mengatakan pupuk bersubsidi habis ketika mereka hendak membelinya. Hal seperti itu dikeluhkan mereka sering terjadi mulai pertengahan tahun. Para petani mempertanyakan hal tersebut sebab kuota pupuk bagi setiap orang telah ditentukan sesuai RDKK.</p>
<p>“Saya punya habis padahal kuota untuk setiap orang sudah ditentukan,” kata salah satu petani yang enggan disebutkan namanya. “Apalagi kalau sudah pertengahan tahun, itu susah sekali kita dapat jatah kita,” lanjutnya.</p>
<p>Penelusuran media ini di salah satu toko distributor pupuk bersubsidi pada tanggal 22 Maret 2022 menemukan beberapa kejanggalan. Pertama, stok pupuk bersubsidi tidak tersedia seluruhnya melainkan hanya terdapat beberapa jenis. Kedua, antara pupuk bersubsidi dan non subsidi sulit dibedakan, pupuk bersubsidi Urea misalnya, kata pekerja di salah satu toko distributor, yang disubsidi hanyalah pupuk Urea dengan berat 20 kg sedangkan untuk 50 kg dijual dengan harga non subsidi.</p>
<p>Penelusuran ini juga menemukan bahwa stok pupuk bersubsidi hanya dilayani hingga pertengahan tahun tepatnya hingga bulan Juni sedangkan mulai bulan Juli hingga akhir tahun pupuk bersubsidi dijual dengan harga non subsidi.</p>
<p>“(Pupuk) Za, SP-36 dengan Petraganik hanya layan sampai bulan enam (Juni) saja, bulan tujuh tidak subsidi lagi jadi lebih mahal,” kata pekerja di salah satu toko pupuk bersubsidi di Kota Ende (22/3).</p>
<p>Selain itu, persoalan pengawasan dari Dinas terkait pada toko distributor juga terlihat lemah. Pembelian pupuk bersubsidi dipercayakan sepenuhnya kepada distributor mulai dari pembelian hingga memasukan data pembelian pada aplikasi. Data ini praktis hanya dilaporkan oleh distributor tanpa pengawasan Dinas terkait.</p>
<p>Keluhan para petani ternyata telah sampai ke telinga anggota DPRD Ende. Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi II dengan Dinas Pertanian Kabupaten Ende (24/3/22), anggota DPRD Ende Syukri Abdullah mempertanyakan kelangkaan stok pupuk bersubsidi yang terjadi pada pertengahan tahun. DPRD Ende pun berang sebab pihak distributor menjual dengan harga non subsidi mulai pertengahan tahun padahal subsidi diberikan hingga akhir tahun.</p>
<p>“Pupuk bersubsidi itu didatangkan berdasarkan data simultan dan semua kelompok harus memiliki RDKK dengan 2 toko besar di Ende ini sebagai distributor. Yang mengherankan, itu <em>kok</em> pendistribusian pupuk bersubsidi hanya sampai di bulan enam (Juni), bulan tujuh petani harus membeli dengan harga non subsidi,” kata Syukri Abdullah.</p>
<p>“Dari harga subsidi yang tadinya Rp 125 ribu per karung Urea atau TSP, bulan tujuh petani harus membeli dengan harga Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu. Ini petani bingung, <em>kok</em> kenapa subsidi hanya sampai di bulan enam”.</p>
<p>Bahkan, lanjut Syukri Abdulah, pupuk bersubsidi jenis Petrogenik sudah tidak tersedia pada distributor atau dengan kata lain petani harus membelinya di tempat lain dengan harga non subsidi.</p>
<p>Anehnya, berbagai kejanggalan hal tersebut tidak diketahui oleh Dinas Pertanian Kabupaten Ende. Kepala Dinas Marinus Alexander mengaku kaget dan baru mengetahuinya, dia juga menyebut stok pupuk bersubsidi seharusnya tersedia karena masih awal tahun.</p>
<p>Lalu, mengenai batas pengambilan pupuk bersubsidi yang hanya sampai pertengahan tahun, dirinya menjelaskan seluruh pupuk bersubsidi dikirimkan Pemerintah Pusat pada awal tahun dan berlaku hingga akhir tahun. Jadi tidak ada alasan untuk membatasi pendistribusian hanya sampai pertengahan tahun, jelasnya.</p>
<p>Lemahnya pengawasan Dinas Pertanian Kabupaten Ende terhadap alur distribusi pupuk menuai kritik para anggota dewan. Perdebatan di ruang sidang pun terjadi dan berujung dengan keputusan para legislator menghadirkan seluruh pihak termasuk distributor pada pertemuan selanjutnya.</p>
<p>Dalam pendistribusian pupuk bersubsidi, selain Dinas Pertanian dan distributor, pihak lain yang juga memiliki tanggung jawab adalah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Ende. Namun Kepala Dinas Muhamad Syahrir yang diwawancarai (01/04/22), menjelaskan, kewenangan Disperindag Ende terbatas pada pendataan jumlah pupuk bersubsidi yang diberikan kepada Kabupaten Ende. Sedangkan pendistribusian pupuk hingga ke petani merupakan kewenangan Dinas Pertanian Kabupaten Ende.</p>
<p>Hingga saat ini, tindak lanjut atas keputusan Komisi II DPRD Ende untuk memanggil seluruh pihak belum berhasil dilakukan. Ketua Komisi II, Yulius Cesar Nonga, yang sempat dihubungi pada Kamis (31/3/22), mengatakan bahwa pertemuan tersebut telah diagendakan oleh Komisi II.</p>
<p>Memang, diakui Yulius, terdapat hal-hal yang janggal dalam pendistribusian pupuk bersubsidi dan menyebabkan para petani kesulitan. Yulius mencontohkan, stok pupuk bersubsidi tersedia sebelum musim tanam sedangkan pada musim tanam stok pupuk justru langka dan dijual dengan harga non subsidi.</p>
<p>“Ada informasi, bulan enam dan tujuh (Juni dan Juli) saat musim tanam, pupuk yang didapat itu dalam harga normal karena subsidi yang diberlakukan agen (distributor) hanya setengah tahun saja. Sehingga mekanisme dan waktu pemberian pupuk ini terlihat tidak sesuai dengan kebutuhan petani, disaat petani membutuhkan pupuk subsidi justru pupuk dijual dengan harga non subsidi,” kata Yulius Cesar Nonga.</p>
<p>“Kita coba berkomunikasi kemarin dan sudah sepakati, kita tinggal mengagendakan waktu pertemuan antara Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan dan dua penyalur pupuk bersubsidi. Maksud dari pertemuan ini adalah kita mau mengetahui secara utuh payung hukum terkait dengan distribusi pupuk bersubsidi ini, termasuk dengan durasi waktu penyalurannya”.</p>
<p>Jika ditemukan ada unsur kesengajaan yang menguntungkan pihak tertentu, sambungnya, DPRD berkomitmen akan merekomendasikan sanksi tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/menelusuri-distribusi-pupuk-bersubsidi-di-ende-kejanggalannya-bikin-dewan-gemas/">Menelusuri Distribusi Pupuk Bersubsidi di Ende, Kejanggalannya Bikin Dewan Gemas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sikap Umat Islam di Ende: Dari Larangan Sholat Berjamaah Hingga Ramadhan Ditengah Wabah</title>
		<link>https://endenews.com/sikap-umat-islam-di-ende-dari-larangan-sholat-berjamaah-hingga-ramadhan-ditengah-wabah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2020 16:19:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Ende]]></category>
		<category><![CDATA[MUI Kabupaten Ende]]></category>
		<category><![CDATA[NU Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=539</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemerintah Indonesia menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1441 Hijriah jatuh pada Jumat, 24 April...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/sikap-umat-islam-di-ende-dari-larangan-sholat-berjamaah-hingga-ramadhan-ditengah-wabah/">Sikap Umat Islam di Ende: Dari Larangan Sholat Berjamaah Hingga Ramadhan Ditengah Wabah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pemerintah Indonesia menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1441 Hijriah jatuh pada Jumat, 24 April 2020. Keputusan diambil setelah melakukan sidang Isbat pada Kamis, 23 April 2020.</p>
<p>Dimulainya Bulan Puasa tahun ini nampaknya amat berbeda dengan dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini Bulan Puasa dilaksanakan ditengah ketakutan akan penularan virus Covid-19.</p>
<p>Pemerintah, baik pusat maupun daerah tengah berupaya keras melakukan pembatasan sosial untuk mencegah penularan virus keparat tersebut. Salah satu cara yang santer dilakukan adalah larangan berkumpul.</p>
<p>Larangan berkumpul ini berlaku bagi semua aktifitas, termasuk dalam hal fundamental seperti Sholat berjamah.</p>
<p>Di Kabupaten Ende, larangan Sholat mulai menjadi perhatian sejak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengeluarkan Fatwa Nomor14 Tahun 2020 tentang tata cara beribadah di masa Covid-19, tanggal 14 Maret 2020.</p>
<p>Fatwa ini kemudian menjadi acuan bagi MUI Kabupaten Ende mengeluarkan surat edaran.</p>
<p>Keluarnya surat edaran setelah MUI Ende duduk bersama seluruh stakeholder di Kantor Bupati Ende tanggal 23 Maret 2020. Dalam pertemuan yang difasilitasi Pemkab Ende itu, turut hadir perwakilan dari Muhammadiyah Ende, Nahdlatul Ulama (NU), Gereja Katolik, Gereja Protestan (GMIT Ende), Hindu, Budha, pihak Polres, dan Kodim Ende.</p>
<p>Di dalam surat edaran MUI Ende ada klausul membolehkan ibadah berjamaah selama bukan daerah terpapar, persis mengikuti Fatwa MUI Pusat.</p>
<p>Tanggal 26 Maret MUI Kabupaten Ende merevisi surat edaran dan memperketatnya. MUI Ende melarang total ibadah berjamaah di seluruh Masjid Kabupaten Ende. Surat ini muncul bersamaan dengan ditetapkannya Provinsi NTT dalam situasi tanggap darurat.</p>
<p>Menurut ketua NU Kabupaten Ende, Usman Abdul Hamid, surat kedua tertanggal 26 Maret lebih mempertegas. Berbeda dengan surat edaran sebelumnya yang sifatnya agak lunak.</p>
<p>Beberapa yang dilarang atau ditangguhkan diantaranya Sholat Lima Waktu dan Sholat Jumat di Masjid. Untuk sementara waktu, jamaah diminta melaksanakannya di rumah masing-masing.</p>
<p>“Setelah surat beredar, di tingkat Takmir Masjid pada umumnya lebih menggunakan surat yang kedua (yang direvisi),” kata Usman ketika diwawancarai <em>Ende News</em> dikediamannya (23/4).</p>
<p>Hal senada juga dikatakan oleh pengurus Muhammadiyah Kabupaten Ende. Amin Asrakal, sekretaris Muhammadiyah yang ditemui dikediamannya (23/4) mengatakan, larangan ibadah berjamaah juga diikuti oleh jamaah Muhammadiyah.</p>
<p>Acuannya tidak saja menggunakan keputusan MUI melainkan didasarkan pada Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Nomor 3 Tahun 2020 tentang Tuntunan Ibadah Dalam Kondisi Darurat Covid-19.</p>
<p>Maka dengan sendirinya surat edaran MUI Ende semakin menguatkan keputusan intern Muhammadiyah.</p>
<p>“Karena itu, untuk kami (Muhammadiyah) harus ikut yang diputuskan lembaga pemerintah maupun agama dengan cara Sholat di rumah masing-masing,” kata Asrakal.</p>
<p><strong>Ibadah di Rumah Saja</strong></p>
<p>Pada hari Selasa tanggal 22 April 2020 terjadi lagi pertemuan di Kantor Bupati Ende. Pertemuan ini hanya mengundang tokoh agama Islam Kabupaten Ende.</p>
<p>Pertemuan ditujukan mengevaluasi soal larangan melaksanakan ibadah berjamaah. Selain itu, pertemuan juga membahas kesiapan situasi jelang penentuan Bulan Ramadhan.</p>
<p>Dua Ormas keagamaan terbesar, baik NU maupun Muhammadiyah Ende hadir dalam pertemuan.</p>
<p>Keputusannya masih sama yakni memastikan larangan ibadah berjamaah di Masjid-masjid se Kabupaten Ende. Dan, pada masa Puasa diperluas ke Tarawih,Tadarus dan Sholat ied 1441 H.</p>
<p>Terkait hasil pertemuan, Asrakal mengatakan larangan ibadah berjamaah memang perlu dipastikan secara ketat karena dalam situasi darurat wabah.</p>
<p>“Itu sah-sah saja dalam situasi wabah. Bukan melarang Sholat tetapi dialihkan ke rumah bersama keluarga masing-masing,” jelas Asrakal.</p>
<p>Memang, diakui Asrakal ada juga jamaah yang tidak memperdulikan larangan tersebut. Dan bagi Asrakal, ini merupakan sikap fanatisme buta.</p>
<p>“Ada yang mengatakan bahwa Tuhan akan memberi bencana tambah lagi (kalau tidak Sholat di Masjid). Bukan seperti itu. Ini kan Usaha. Tuhan juga tidak akan menyembuhkan kalau kita tidak berusaha,” jelasnya.</p>
<p>Sikap sama juga terdengar dari ketua NU Kabupaten Ende. Menurut ketua Usman Abdul Hamid, sikap umat Islam kala menghadapi wabah sebenarnya telah tertulis dalam sejarah dan dalil Alqur’an.</p>
<p>“Zaman Khalifah Umar bin Khattab juga pernah terjadi wabah. Sikap Khalifah saat itu adalah pergi meninggalkan wilayah yang terkena wabah, dan ini diikuti oleh umat,” jelas Usman.</p>
<p>Karenanya menjadi jelas bahwa umat Islam di Kabupaten Ende perlu menerapkannya demi mencegah penularan wabah Covid-19. Dan pada Bulan Ramadhan diperluas ke Tarawih,Tadarusan, dan Sholat ied 1441 Hijriah. <em><strong>(Agustinus Rae/EN)</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/sikap-umat-islam-di-ende-dari-larangan-sholat-berjamaah-hingga-ramadhan-ditengah-wabah/">Sikap Umat Islam di Ende: Dari Larangan Sholat Berjamaah Hingga Ramadhan Ditengah Wabah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Arti dan Sejarah Tarian Gawi</title>
		<link>https://endenews.com/arti-dan-sejarah-tarian-gawi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2020 06:09:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Arti dan Sejarah Tari Gawi]]></category>
		<category><![CDATA[Etnis Lio]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=432</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ada banyak bentuk ungkapan syukur manusia kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Ada yang disampaikan melalui...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/arti-dan-sejarah-tarian-gawi/">Arti dan Sejarah Tarian Gawi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ada banyak bentuk ungkapan syukur manusia kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Ada yang disampaikan melalui do’a, karya sastra juga karya seni seperti patung, lukisan, lagu maupun tarian.</p>
<p>Pada masyarakat etnis Lio di Kabupaten Ende terdapat banyak tarian yang digunakan untuk mengungkapkan syukur mereka kepada <em>Du’a Lulu Wula, Ngga’e Wena Tana</em> atau <em>Ndu’a Ngga’e</em>, yang tidak lain adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Salah satunya melalui Gawi.</p>
<p>Menurut arti etimologisnya Gawi berasal dari dua kata, yaitu ‘ga’ dan ‘wi’. ‘Ga’ artinya renggang dan ‘wi’  artinya ‘menarik’. Menurut asal kata tersebut, maka Gawi mempunyai arti ‘menarik yang renggang’.</p>
<p>Kata ‘ga’ jika didahului kata ‘ata’ menjadi ‘ata ga,’ yang dapat berarti “orang di sini”. Ungkapan “orang di sini secara lebih khusus dikenakan bagi mereka yang disegani. Dalam arti lain, kata ‘ga’ apabila ditambah huruf ‘h’ ditengahnya menjadi ‘gha’ yang artinya ‘sini.’ untuk menggabungkan kata ‘gha’ ini dengan ‘wi’ yang artinya ‘menarik’, maka mesti ditambahkan kata ‘da’ ditengah menjadi ‘wi da gha’ yang artinya ‘tarik ke sini’.</p>
<p>Berdasarkan etimologisnya maka Gawi bermakna, <em>pertama</em>, menarik, memanggil kembali orang-orang yang telah pergi untuk kembali ke persekutuan atau ke dalam. <em>Kedua</em>, menarik orang untuk bersama-sama dalam persatuan mendekati orang yang berwibawa dan berkuasa. <em>Ketiga</em>, menarik orang-orang yang belum sama sekali bergabung dalam persekutuan.</p>
<p><em><strong>BACA JUGA :</strong></em></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/sejarah-pacuan-kuda-di-ende-berawal-di-ippi-berakhir-di-eltari/">Sejarah Pacuan Kuda di Ende: Berawal di Ippi, Berakhir di Eltari</a></span></li>
</ul>
<p>Hampir kebanyakan masyarakat Ende-Lio yang hidup di zaman ini tidak mengetahui secara pasti tentang sejarah tarian Gawi. Ada sumber yang mengatakan bahwa pada zaman dahulu Aegomo (salah satu kampung di Roga, Kecamatan Ndona Timur) menjadi tempat orang banyak ‘todo pare’ (merontokan padi dengan kaki).</p>
<p>Pada setiap kali musim mengetam, Aegomo menjadi tempat yang sangat ramai dikunjungi oleh orang-orang, baik yang berasal dari Roga sendiri maupun dari luar dengan maksud <em>todo pare</em>. Actus <em>todo pare</em> biasanya dilakukan di halaman yang agak luas. Halaman tersebut dinamakan oleh orang Lio, <em>Seka.</em> Setelah orang melakukan <em>todo pare</em> di <em>Seka</em>, biasanya <em>pare</em> (padi) yang sudah bersih disimpan di dalam <em>Lepa</em> (lumbung).</p>
<p>Aktifitas <em>todo pare</em> yang pada awalnya mungkin dilakukan hanya oleh beberapa individu tertentu, akhirnya berkembang dan meluas menjadi aktifitas bersama. Pada awalnya berbagai hentakan kaki yang tidak beraturan dalam aktifitas tersebut, berkembang menjadi sebuah hentakan yang beraturan bahkan seragam.</p>
<p>Hentakan yang beraturan tersebut memberikan semangat bagi para pekerja. Menurut Yakobus Ari, gerak tarian Gawi sebenarnya ada kaitan dengan peristiwa <em>todo pare</em> atau pelepasan bulir padi dari tangkai dengan cara diinjak dengan kaki. Dan hentakan yang berulang-ulang itulah yang menjadi cikal bakal lahirnya tarian Gawi.</p>
<p>Atas dasar pengalaman <em>todo pare</em> tersebut, akhirnya muncul istilah: <em>Seka jadi Kanga, Lepa jadi Keda,</em> artinya <em>Seka</em> yang pada awal mulanya biasa-biasa saja sebagai tempat <em>todo pare</em>, akhirnya berubah menjadi <em>Kanga</em> (tempat keramat yang biasa dipakai oleh para Mosalaki untuk membuat upacara adat, dan pada saat ini juga dipakai sebagai tempat Gawi).</p>
<p><em>Lepa</em> yang pada awal mulanya digunakan sebagai tempat menyimpan padi menjadi <em>Keda</em> (tempat keramat yang berbentuk lumbung, yang biasanya juga digunakan oleh para Mosalaki dalam berbagai upacara adat).</p>
<p><em><strong>BACA JUGA :</strong></em></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/cerita-awal-bandara-ende-hutang-lahan-bikin-bupati-nyaris-undur-diri/">Cerita Awal Bandara Ende: Hutang Lahan Bikin Bupati Nyaris Undur Diri</a></span></li>
</ul>
<p>Orang Ende-Lio pada umumnya amat berpegang teguh pada hukum adat maupun aturan moral yang ada dibuat oleh <em>Du&#8217;a Ngga&#8217;e,</em> dengan perantaraan nenek moyang mereka. “Karena itu kehidupan mereka sangat terikat pada satu sistem kekerabatan adat istiadat yang sangat ketat dan dipimpim Mosalaki”, jelas Pit Wake.</p>
<p>Menurut catatan yang ditinggalkan oleh almarhum Leo W. Misa, sesepuh Lise Tana Pu’u, Gawi merupakan tarian massal yang melibatkan seluruh anggota suku sebagai pesertanya. Gawi ditarikan sebagai bagian penutup dari suatu rangkaian upacara syukuran yang diselenggarakan secara adat oleh suatu suku atau keturunan tertentu.</p>
<p>Dengan menarikan Gawi, semua anggota suku maupun orang luar yang terlibat didalamnya mengungkapkan kegembiraan dan rasa syukur mereka atas keharmonisan hubungan antara mereka dengan <em>Du’a Ngga’e</em> sebagai penyelenggara alam.</p>
<p>Keharmonisan hubungan tersebut  terlihat dari hasil panen yang melimpah serta terhindarnya anggota suku dari wabah penyakit maupun bala bencana. Dalam nada yang sama, pemerhati dan praktisi budaya Lio, Amatus Peta menegaskan bahwa Gawi adalah sebuah tarian kehidupan.</p>
<p><em><strong>BACA JUGA :</strong></em></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/lagu-ende-deku-dengu-milik-siapa-begini-sejarahnya/">Lagu “Ende Deku Dengu” Milik Siapa? Begini Sejarahnya</a></span></li>
</ul>
<p>Upacara syukuran yang biasa diselenggarakan sesuai musim panen itu disebut <em>Mbama.</em> Dalam upacara <em>Mbama</em> seluruh anggota suku berkumpul di <em>One Ria</em> atau Rumah Adat. Mula-mula mereka memberi sesajen dari hasil panen mereka kepada <em>Ndu’a Ngga’e.</em> Selanjutnya hasil panen tersebut dimakan bersama oleh seluruh anggota suku. Setelah upacara, baru diselenggarakan Gawi.</p>
<p>Tarian Gawi biasanya diawali dengan nyanyian secara bergantian oleh para peserta, pria dan wanita. Peserta wanita menyanyikan <em>Bele Lele Lea</em>, dan dijawab dengan nyanyian <em>Lea Lele Bele</em> oleh peserta pria. Begitu pula sebaliknya. Nyanyian ini terus dinyanyikan hingga jumlah peserta kian banyak dan Gawi makin ramai.</p>
<p>Selanjutnya peserta Gawi memberikan kesempatan kepada penyanyi khusus yang disebut <em>Ata Sodha</em> untuk mulai menyanyi atau <em>Sodha</em> mengiringi Gawi. Dahulu kala Ata <em>Sodha</em> mampu menyanyi selama tujuh hari tujuh malam. Kini <em>Ata Sodha</em> hanya mampu menyanyi selama semalam suntuk.</p>
<p>Untuk menarik napas sesaat <em>Ata Sodha</em> memberikan kesempatan sesaat kepada peserta Gawi menyanyiakan nyanyian yang disebut <em>Oro.</em></p>
<p>Pemimpin suku yang menyelenggarakan upacara syukuran biasanya menjadi pemimpin tarian Gawi atau yang disebut <em>Ulu.</em> Jika dia berhalangan dapat diwakilkan kepada orang lain.</p>
<p>Pemimpin Gawi itu biasa disebut dengan ungkapan, <em>Ulu Tau Pido Pu’u</em>, yang artinya pemimpin yang mengatur jalannya tarian Gawi. <em>Ulu</em> memberikan aba-aba kepada para peserta tarian dengan menggerakkan tongkat yang berjumbai ekor sapi dengan tangan kanannya.</p>
<p>Orang kedua yang memimpin Gawi adalah <em>Eko</em>. Ungkapan yang ditujukan kepada <em>Eko</em> adalah <em>Eko Tau Wio Wenggo</em>. <em>Eko</em> berperan menjaga keberlangsungan tarian Gawi. <em>Eko</em> bertanggung jawab terhadap <em>bebu ato iwa Gawi </em>(Gawi itu ramai bersemangan atau tidak).</p>
<p><em>Eko</em> melaksanakan aba-aba dari <em>Ulu</em> dengan menggerakan tongkat berjumbai ekor sapi ditangan kirinya. Kedua pemimpin itu dibantu oleh <em>One</em> atau <em>Naku Ae.</em></p>
<p><em>One</em> atau <em>Naku Ae</em> ini terdiri dari sekelompok pemuda yang berperawakan gagah yang bertugas memeriahkan Gawi. Dengan kepandaian menarikan Gawi, mereka berupaya agar seluruh peserta dapat ikut larut dalam kegembiraan bersama dalam tarian itu.</p>
<p><strong><em>Artikel ini disadur dari majalah Warta Flobamora/edisi X, September 2013</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/arti-dan-sejarah-tarian-gawi/">Arti dan Sejarah Tarian Gawi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Kapela Darurat Hingga Bangun Gereja: Cerita Pembangunan Gereja Boanawa</title>
		<link>https://endenews.com/dari-kapela-darurat-hingga-bangun-gereja-cerita-gereja-boanawa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Feb 2020 04:05:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Paroki Santo Donatus Boanawa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=345</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sore hari, tanggal 31 Januari 2020 umat Paroki Santo Donatus Boanawa, Kota Ende nampak riang....</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/dari-kapela-darurat-hingga-bangun-gereja-cerita-gereja-boanawa/">Dari Kapela Darurat Hingga Bangun Gereja: Cerita Pembangunan Gereja Boanawa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sore hari, tanggal 31 Januari 2020 umat Paroki Santo Donatus Boanawa, Kota Ende nampak riang. Mereka menari begitu lepas. Diiringi musik yang terus saja memacu, umat bersama para undangan riang gembira menikmati acara “Minu Ae Petu,” yang berlangsung setelah Peletakan Batu Pertama, pembangunan Gereja Santo Donatus.</p>
<p>Mereka seolah-olah tak ingat lagi akan lelah setelah seharian bekerja sebagai Panitia. Juga lupa esoknya harus bekerja lagi karena “Minu Ae Petu” diadakan dua hari. Umat nampaknya tak mau ambil pusing. Mereka terus saja menari.</p>
<p>Umat gembira sebab jerih payah mereka selama bertahun-tahun mulai mewujud. Sebentar lagi mereka akan memiliki Gereja, barangkali itu yang ada dibenak umat.</p>
<p>Seluruh umat Katolik tentu tahu, perjalanan membangun Gereja tidak pernah pendek cerita. Melulu panjang dan penuh perjuangan.</p>
<p>Semua bermula saat pertemuan para tokoh yang dimotori oleh Pastor Paroki Katedral Kristus Raja pada tanggal 26 Februari tahun 2012. Cerita Benediktus Djegho, Ketua Panitia Pembangunan Gereja, “pertemuan itu menginspirasi kami untuk membentuk Stasi Boanawa.”</p>
<p>Umat di Boanawa lalu membentuk Panitia untuk mempersiapkan pembentukan Stasi yang dilanjutkan dengan pembentukan Pengurus Stasi.</p>
<p>Pengurus Stasi yang baru terbentuk kemudian menginiasi pertemuan 4 lingkungan yang masuk dalam Stasi, untuk membangun Kapela darurat atau seadanya.</p>
<p>“Pada saat itu kita start di depan Rumah Misi yang sekarang sudah ada pagar itu,” kata Benediktus sambil menunjuk ke arah tempat tersebut.</p>
<p>Sekitar tahun 2013, Benediktus tidak ingat pasti, umat kemudian membeli tahan seluas 5000 meter (sekarang lokasi pembangunan Gereja Paroki St. Donatus).</p>
<p>“Ini tanah milik SVD kita beli, panjar waktu itu, sesudah itu SVD mengizinkan supaya Kapela itu pindah dari sana (Rumah Misi) ke sini (lokasi sekarang).”</p>
<p>Seluruh umat bahu membahu mempersiapkan dan melakukan pemindahan Kapela. Meratakan tanah dan membangun Kapela baru.</p>
<p>Pada tahun 2014 statusnya ditingkatkan dari Stasi menjadi Titik Pelayanan. Meskipun ada peningkatan status namun seluruh kegiatan masih tetap tunduk kepada Paroki induk yakni Paroki Katedral Kristus Raja.</p>
<p>“Tercatat ada beberapa Pastor yang mengabdi di sini dulu, artinya memberi pelayanan setiap Minggu. Ada Romo Dion, itu dulu Pastor Kapelan dari Paroki Kristus Raja. Setelah Romo Dion, ada Romo Feri,” Lanjut Benediktus, Romo Feri merupakan Pastor yang terakhir mengabdi dalam status Titik Pelayanan.</p>
<p>Status sebagai Titik Pelayanan melekat sejak tahun 2014 sampai dengan tanggal 3 November 2017.</p>
<p>Tanggal 4 November 2017, berdasarkan keputusan yang disampaikan oleh Uskup Agung Ende, statusnya ditingkatkan lagi dari Titik Pelayanan menjadi Quasi Paroki. Selain itu, Yang Mulia juga menunjuk Romo Domi Nong sebagai Pastor Quasi yang melayani seluruh kegiatan Pastoral secara permanen.</p>
<p>“Artinya, kita mulai memisahkan diri dari Paroki Induk.”</p>
<p>Pada tahun 2018 saat Romo Domi Nong memimpin dilakukan beberapa perubahan. Langkah pertama, melakukan reposisi kepengurusan mulai dari KUB (Kelompok Umat Basis) sampai dengan Pengurus Lingkungan. Selain itu dilakukan juga perubahan nomenlatur.</p>
<p>“Kalau sebelumnya itu Lingkungan 12, Lingkungan 13, Lingkungan 14, Lingkungan 15 A dan B. Pada awal 2018, nama-nama ini diubah menjadi Lingkungan 1, Lingkungan 2, Lingkungan 3, Lingkungan 4, dan Lingkungan 5.”</p>
<p>Dalam tahun itu juga Quasi Paroki Santo Donatus Boanawa dipercayakan sebagai panitia penyelenggara JPA (Jadi Pendamping Adik) Keuskupan Agung Ende. Kegiatan ini menjadi tonggak sejarah sebab lahan yang diratakan untuk kegiatan ini menjadi penguat motivasi umat untuk selanjutnya digunakan membangun Gereja.</p>
<p>Karena itu setelah kegitan JPA umat melakukan diskusi intens dengan Romo Domi Nong agar membuat draf pembangunan Gereja. Romo pun memberikan draft tersebut.</p>
<p>Benediktus ditugaskan mencari Konsultan Perencanaan untuk menerjemahkan draf yang sudah ada.</p>
<p>“Saya cari adik-adik yang profesinya sebagai Konsultan Perencana, yang berada di Lingkungan 1 waktu itu. Saya minta dia tolong desain. Jabarkan, terjemahkan, apa yang Romo mau ini.”</p>
<p>Paruh pertama tahun 2019, draf yang ada itu kemudian dipresentasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. “Presentasi yang pertama kepada DPP, sesudah itu kita perbaiki. Kita konsultasi dengan Romo Domi. Sesudah itu kita undang (lagi) DPP Katedral dan Quasi,” Lanjut Benediktus, hasil presentasi kemudian diterima.</p>
<p>Setelah draf pembangunan diterima, umat bergerak cepat dengan membentuk Panitia Pembangunan Gereja Santo Donatus Boanawa. Panitia yang terbentuk lalu melakukan perhitungan anggaran yang secara detail.</p>
<p>Ketika berbagai persiapan dirasa cukup, umat bersama Romo Nong bertemu dengan Yang Mulia Uskup Agung Ende. “Kita melaporkan bahwa rencana kita, awal tahun 2020 kita harus mulai membangun Gereja.”</p>
<p>Sesudah bertemu dengan Uskup Agung Ende para pengurus kembali dan membentuk lagi Panitia kecil yang bertugas melakukan sosialisasi ke KUB-KUB.</p>
<p>Berbagai persiapan yang terus dilakukan akhirnya membuahkan hasil. Pada 31 Januari 2020 terlaksana Peletakan Batu Pertama. Acara diawali dengan Misa Kudus dipimpin langsung oleh Yang Mulia Uskup Agung Ende, Mgr. Sensi Potokota.</p>
<p>Acara Peletakan Batu Pertama kemudian dilanjutkan dengan acara “Minu Ae Petu” dalam rangka penggalangan dana. Acara “Minu Ae Petu” diadakan dua hari, yakni tanggal 31 Januari hingga 1 Februari 2020. Sebab dana yang dibutuhkan untuk membangun Gereja Santo Donatus mencapai 3,7 Miliar.</p>
<p>Momen Peletakan Batu Pertama dan “Minu Ae Petu” merupakan tonggak sejarah penanda pembangunan Gereja Santo Donatus memulai pembangunan fisik Gereja.</p>
<p>Itulah sebabnya umat nampak riang gembira. Mereka berlenggak-lenggok ceria, sebab sebentar lagi akan memiliki Gereja. Gereja yang dibangun dengan jerih payah mereka. <em><strong>(Agustinus Rae/EN)</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/dari-kapela-darurat-hingga-bangun-gereja-cerita-gereja-boanawa/">Dari Kapela Darurat Hingga Bangun Gereja: Cerita Pembangunan Gereja Boanawa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Putra Marsel Petu, Carlos Sara Masuk Golkar Ende</title>
		<link>https://endenews.com/putra-marsel-petu-carlos-sara-masuk-golkar-ende/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Nov 2019 18:57:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Carlos Sara]]></category>
		<category><![CDATA[Golkar]]></category>
		<category><![CDATA[Marsel Petu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kelimutupos.com/?p=58</guid>

					<description><![CDATA[<p>Partai Golkar Ende menyenggarakan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) pada Kamis 25 Juli 2019. Terdapat...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/putra-marsel-petu-carlos-sara-masuk-golkar-ende/">Putra Marsel Petu, Carlos Sara Masuk Golkar Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Partai Golkar Ende menyenggarakan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) pada Kamis 25 Juli 2019. Terdapat hal menarik dalam Musdalub yang berlangsung di <em>Syuradikara Mart</em>, Jalan W. J. Yohanes, Kota Ende.</strong></p>
<p>Musdalub yang digelar guna memilih posisi ketua yang ditinggalkan oleh (alm) Marsel Petu dimenangkan oleh Heri Wadhi, setelah mendapatkan 19 suara mengalahkan Magy Sigasare yang mendapat 4 suara.</p>
<p>Menariknya, dalam Musdalub ini terdapat putra Marsel Petu yakni Carlos Sara. Carlos hadir lengkap dengan seragam partai Golkar.</p>
<p>Carlos duduk di deretan kursi paling depan bersama Ince Sayuna, Magy Sigasare, dan sesepuh Golkar.</p>
<p>Kejutan tak hanya sampai di situ, ketika ketua DPD Golkar NTT, Melki Laka Lena naik ke panggung menutup kegiatan, nama Carlos dibicarakan Melki secara khusus.</p>
<p>Melki Laka Lena meminta kepada Heri Wadhi, yang baru terpilih dalam Musdalub tersebut agar mengakomodir Carlos dalam kepengurusan.</p>
<p>Permintaan Laka Lena tersebut sekaligus mengonfirmasi bahwa Carlos Sara hadir di situ bukan sebagai undangan, melainkan sebagai kader Golkar.</p>
<p><strong>Cerita Carlos Masuk Golkar</strong></p>
<p>Carlos Sara yang ditemui di kediamannya di Jalan Rambutan, Kota Ende <em>(26/7)</em>, membenarkan bahwa dirinya telah mengambil pilihan berpolitik melalui Golkar.</p>
<p>Cerita Carlos, pilihan masuk dunia politik sebenarnya sudah dimulai beberapa bulan sebelum Marsel Petu meninggal.</p>
<p>Carlos, yang saat itu baru menetap di Ende setelah menyelesaian kuliah dari fakultas hukum, Atma Jaya, sering diajak oleh Marsel mengikuti berbagai kegiatan.</p>
<p>Menurut Carlos, hal itu amat berbeda dengan sikap Marsel Petu sebelum dirinya menamatkan kuliah. Sebelumnya, Carlos amat jarang diajak mengikuti kegiatan-kegiatan yang dijalani Marsel, apalagi kegiatan politik.</p>
<p>“Bapak seperti promo saya,” kata Carlos.</p>
<p>Pernah suatu ketika, ayah-anak ini bersama-sama mengikuti kegiatan yang dihadiri khalayak ramai. Sambil menatap kerumunan orang yang mengikuti kegiatan itu, Marsel berbisik <em>guyon</em> ke Carlos.</p>
<p>“Ini kalau kau maju, ‘rata’ (menang) buat kau,” ulang Carlos, tersenyum.</p>
<p>Karena peristiwa-peristiwa itu Carlos merasa pilihan masuk politik sesuai dengan keinginan ayahnya.</p>
<p>“Maksudnya, dia (Marsel Petu) sudah ada investasi sosial buat saya. Itu yang saya baca,” kata Carlos.</p>
<p>Setelah Marsel Petu meninggal, niat Carlos berpolitik kian mapan. Karena itu ia lantas meminta pandangan ibunya, Ny. Ilmoe.</p>
<p>Ny. Ilmoe berat hati pada mulanya. Menurut Carlos, ibunya masih belum bisa melupakan peristiwa yang dialami Marsel.</p>
<p>Namun akhirnya ia <em>legowo</em> atas niat Carlos. Perasaan Ny. Ilmoe semakin dikuatkan setelah kunjungan dadakan Melki Laka Lena.</p>
<p>Satu hari menjelang Musdalub, Melki Laka Lena ketua DPD Golkar NTT beserta sekretaris, Ince Sayuna bertandang ke kediaman mereka.</p>
<p>“Kita juga tidak tahu, sementara duduk-duduk sore begini, mama (Ny. Ilmoe) lagi duduk di meja do’a, tidak lama ada mobil om Melki datang.”</p>
<p>Terjadi perbincangan antara Ny. Ilmoe, Melki Laka Lena dan Ince Sayuna dalam pertemuan itu. Beberapa saat berselang, mereka bertiga memanggil Carlos <em>nimbrung</em> dalam perbincangan tersebut.</p>
<p>Tanpa diduga Melki Laka Lena dan Ince Sayuna mengajak Carlos bergabung jadi kader Golkar. Ny. Ilmoe setuju.</p>
<p>Padahal, Carlos menuturkan, Melki Laka Lena dan Ince Sayuna tidak pernah mengetahui niatnya yang memang ingin berpolitik melalui Golkar. Karena itu dirinya amat terkejut atas peristiwa yang sejalan secara natural tersebut.</p>
<p>Prospek Carlos di Golkar terlihat pada saat Musdalub berlangsung. Saat hendak menutup kegiatan, Melki Laka Lena kembali menunjukan perhatiannya.</p>
<p>Dari podium Melki Laka Lena meminta kepada Heri Wadhi yang baru saja terpilih, melibatkan Carlos dalam kepengurusan dan berbagai kegiatan partai.</p>
<p>Ditanyakan mengenai hal tersebut Carlos, pada prinsipnya mengatakan siap memulai proses dari jenjang paling bawah.</p>
<p>Dirinya menambahkan, sebelumnya, Ince Sayuna telah memberikan sedikit gambaran mengenai berproses di dalam partai.</p>
<p>Ince Sayuna memang sering menceritakan pengalaman pribadinya ketika pertama kali berpartai, untuk memotivasi kader. Hal itu juga ia berikan kepada Carlos.</p>
<p>Pengalaman Ince tergolong <em>berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian</em>. Ince memulai karirnya di Golkar sebagai<em> tukang bantu-bantu</em> (bantu antar surat, angkat kursi, <em>dsj</em>), tetapi sekarang ini jabatannya <em>mentereng</em>: sekretaris DPD Golkar NTT.</p>
<p>Berkaca dari pengalaman Ince Sayuna, Carlos merasa dirinya termotivasi dan akan bekerja sebaik mungkin di posisi manapun ia ditempatkan.</p>
<p>Terkait masa depan Carlos di Golkar, Heri Wadhi, ketua terpilih Golkar Ende yang dihubungi <em>endeh.id</em> <em>(26/7)</em> menyatakan apresiasinya atas pilihan yang diambil Carlos.</p>
<p>Menurut Heri langkah yang diambil Carlos sejalan dan bertepatan dengan geliat Golkar NTT saat ini yang sedang berupaya memasukan anak-anak muda dalam kepengurusan.</p>
<p>Langkah mengakomodir kalangan milenial ke Golkar telah dimulai dan berhasil di lakukan di tingkat propinsi oleh Laka Lena.</p>
<p>Karenanya, langkah tersebut akan disusul oleh dirinya selama memimpin Golkar Ende. Dan Carlos, menurut Heri berada pada momentum yang tepat.</p>
<p>“Carlos layak masuk dalam kepengurusan, karena memang usianya sudah sangat dewasa untuk terjun di dunia politik, dan saya ikuti terus perkembanganya. Saya kira anak-anak muda perlu kita masukan, sesuai amanat pak ketua Golkar Propinsi,” kata Heri.</p>
<p>Langkah-langkah lainnya yang telah berhasil dilakukan oleh Golkar di tingkat propinsi juga akan diupayakan terealisasi. Misalnya menjadikan Golkar sebagai partai yang akrab dengan kalangan milenial.</p>
<p>Namun, ia menekankan bahwa 6 bulan ke depan atau selama kepemimpinannya, fokus utama Golkar Ende tetaplah kepada konsolidasi partai.</p>
<p><em><strong>Agustinus Rae</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/putra-marsel-petu-carlos-sara-masuk-golkar-ende/">Putra Marsel Petu, Carlos Sara Masuk Golkar Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selenggarakan Turnamen, Ini Sejarah Klub Sepak Bola IM Ende</title>
		<link>https://endenews.com/selenggarakan-turnamen-ini-sejarah-klub-sepak-bola-im-ende/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Nov 2019 18:46:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Turnamen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kelimutupos.com/?p=55</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sekolah Sepak Bola (SSB) Indonesia Muda (IM) beberapa waktu lalu membuka turnamen sepak bola usia...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/selenggarakan-turnamen-ini-sejarah-klub-sepak-bola-im-ende/">Selenggarakan Turnamen, Ini Sejarah Klub Sepak Bola IM Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sekolah Sepak Bola (SSB) Indonesia Muda (IM) beberapa waktu lalu membuka turnamen sepak bola usia dibawah 12 tahun (27-28 Juli 2019).</p>
<p>Turnamen yang digelar di lapangan SMAK Syuradhikara selama dua hari tersebut merupakan turnamen internal. Maksudnya, turnamen digelar dalam rangka evaluasi internal IM sekaligus memperkenalkan SSB IM Ende kepada masyarakat umum.</p>
<p><strong>BACA JUGA</strong></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/karir-sepakbola-ronald-sambi-top-skor-piala-bupati-ende-2022/">Karir Sepakbola Ronald Sambi, Top Skor Piala Bupati Ende 2022</a></strong></span></li>
</ul>
<p>Menurut Hasrur Azwar, wakil ketua SSB IM Ende, manajemen IM sekarang ini telah mencapai tahap akhir dalam pengesahan IM sebagai sekolah sepak bola yang resmi.</p>
<p>Dirinya menceritakan, pada tahap awal, proses pengajuan diberikan kepada Asosiasi Sepak Bola (Askab), dalam hal ini Askab Ende. Jika dilihat layak maka Askab akan mengeluarkan rekomendasi.</p>
<p>Setelah itu proses dilanjutkan ke Asosiasi Sepak Bola Provinsi (Asprov), lalu ke PSSI untuk mendapatkan akta pendirian Sekolah Sepak Bola.</p>
<p>“Nah, sekarang, SSB Indonesia Muda tahapnya sudah sampai di Asprov,” kata Hasrul.</p>
<p>Melihat proses pengajuan yang tinggal tahap-tahap akhir, Hasrul memprediksi keabsahan SSB Indonesia Muda paling lambat akan terealisasi pada tahun depan.</p>
<p>Karena itulah turnamen yang digelar Indonesia Muda kali ini bertujuan memperkenalkan kepada publik, SSB IM Ende.</p>
<p><strong>Sejarah IM Ende</strong></p>
<p>Nama organisasi Indonesia Muda sepertinya tidak asing bagi para aktifis atau pemerhati sejarah dan sosial politik. Dan benar saja, Indonesia Muda yang sekarang ini merambah ke berbagai bidang, dahulunya merupakan organisasi pergerakan.</p>
<p>Indonesia Muda didirikan pada 1930 sebagai organisasi pergerakan. Indonesia Muda merupakan buah dari tanaman Sumpah Pemuda 1928.</p>
<p>Pada masa-masa setelah kemerdekaan, kiprah IM beralih ke dua ranah yakni kesenian dan olahraga, guna mengisi kemerdekaan.</p>
<p>Selanjutnya, pada 1956/1957 Organisasi Sepak Bola Indonesia Muda bermarkas di Salemba Tengah, Jakarta dan terdiri dari para pemain senior.</p>
<p>Perkembangan organisasi IM di dalam olahraga secara perlahan mengalami perkembangan setelahnya. Sekitar tahun 1968 hingga 1975 sudah terdapat IM basket, IM Bola Volly, IM Renang, <em>dll.</em></p>
<p>Semua cabang olahraga yang digeluti IM bernaung secara organisatoris kepada Pengurus Besar Indonesia Muda, kendati pengurus pusat saat itu kurang menampakan fungsinya.</p>
<p>Pada 1988 sejarah IM mulai tertulis di kabupaten Ende. Herman Josef Gadhi Djou yang kala itu menjabat selaku bupati mendirikan IM sepakbola di Ende.</p>
<p>Sempat aktif beberapa tahun, cerita mengenai IM terhenti karena mengalami kevakuman hingga tahun 1998.</p>
<p>Di tahun 1998 beberapa tokoh sepakbola Ende yakni, Ahmad Mochdar, Djafar Edy,  Rifai, Hidayat, dan Boldi Daga berhasil mengaktifkan kembali IM.</p>
<p>Namun, setelah itu nasib IM kembali mengalami kevakuman karena kurang aktifnya beberapa tokoh.</p>
<p>Tak lama kemudian tepatnya pada 1999, Rizaldy Ambuwaru dengan dukungan Boldi Daga akhirnya menghidupkan IM.</p>
<p>Di tangan Rizaldy Ambuwaru inilah, cerita tentang IM Ende tertulis hingga saat ini secara konsisten. Bahkan bisa dikatakan yang paling konsisten.</p>
<p>Untuk diketahui, dalam penelusuran Ende News, masa kejayaan klub-klub sepak bola di kabupaten Ende khususnya di wilayah kota, dinikmati terakhir kali di era 90-an.</p>
<p>Cerita kejayaan klub-klub sepak bola pada 90-an, menurut Ahmad Mochdar <em>(26/6)</em>, telah dimulai sejak klub sepak bola <em>Sapoe</em>, sekitar 1946 dan memuncak di era 80-an dan 90-an.</p>
<p><strong>BACA JUGA :</strong></p>
<ul>
<li><strong><a href="http://endeh.id/berita/detail/ali-topan-dan-candra-halim-ayahanak-berseragam-perse" data-cke-saved-href="http://endeh.id/berita/detail/ali-topan-dan-candra-halim-ayahanak-berseragam-perse" data-cke-saved- target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;">Ali Topan dan Candra Halim, Ayah-Anak Berseragam Perse</span></a></strong></li>
</ul>
<p>Memasuki era 2000-an, klub-klub sepakbola berguguran satu per satu, tak terurus dan akhirnya hilang. Ada banyak faktor yang mempengaruhi fenomena ini.</p>
<p>Syukurnya, IM menjadi salah satu klub yang bertahan hingga kini.</p>
<p>IM satu-satu klub sepakbola di Ende yang mempunyai kepengurusan tetap, menyelenggarakan kompetisi, rutin mengikuti berbagai kompetisi. Bahkan, IM satu-satunya klub di Ende yang mempunyai jadwal latihan rutin.</p>
<p>Sejak dipegang Rizaldy Ambuwaru, prestasi IM tercatat pernah menjadi juara 1 Muthmainah Cup (2003), juara 1 IM Ende Cup (2007), juara 2 FKPPI Cup (2012), juara 2 Ema Gadi Djou Cup (2015), juara 2 Menpora Cup U-14 Zona Ende (2016), juara 1 Bupati Cup U-20 (2016).</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/selenggarakan-turnamen-ini-sejarah-klub-sepak-bola-im-ende/">Selenggarakan Turnamen, Ini Sejarah Klub Sepak Bola IM Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Profil Noval Mandaka, Paskibraka Nasional 2019 Asal Ende</title>
		<link>https://endenews.com/profil-noval-mandaka-paskibraka-nasional-2019-asal-ende/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Nov 2019 18:44:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Laporan Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Noval Mandaka]]></category>
		<category><![CDATA[Paskibraka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kelimutupos.com/?p=52</guid>

					<description><![CDATA[<p>Peringatan HUT RI selalu akrab dengan yang namanya Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka. Tahun...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/profil-noval-mandaka-paskibraka-nasional-2019-asal-ende/">Profil Noval Mandaka, Paskibraka Nasional 2019 Asal Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Peringatan HUT RI selalu akrab dengan yang namanya Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka. Tahun ini warga Ende patut berbangga, sebab, salah satu siswa asal kabupaten tersebut lolos seleksi menjadi Paskibraka Nasional</strong>.</p>
<p>Nama siswa yang berhasil lolos setelah melewati seleksi yang amat ketat itu adalah Noval Ramadhan Mandaka.</p>
<p>Noval Ramadhan Mandaka merupakan alumni SD GMIT Ende IV dan SMP Negri I Ende, yang sekarang ini sedang menempuh pendidikan di SMA Islam Muthmainnah.</p>
<p>Beberapa siswa yang di temui <em>endeh.id</em> di Muthmainnah mengatakan bahwa Noval adalah sosok pendiam namun berprestasi dalam bidang kurikuler dan ekstra kurikuler.</p>
<p><strong>Diam-diam Berprestasi</strong></p>
<p>Pendapat tersebut dibenarkan oleh ibunda Noval Mandaka, Nur Aini.</p>
<p>Nur Aini, yang ditemui <em>endeh.id (31/7/19)</em> membenarkan bahwa Noval memang sosok pendiam. Selain itu, ia juga bukan <em>anak gaul </em>alias ia keluar rumah seperlunya saja.</p>
<p>“Iya, Noval itu anaknya pendiam. Anaknya ‘rumahan,’ ” kata Nur Aini <em>(31/7). </em></p>
<p>Jika tidak ada kegiatan di luar rumah, menurut Nur Aini, Noval memilih membantu orang tua di rumah dan di toko milik mereka.</p>
<p>Mengenai prestasi Noval dalam ekstra kurikuler Nur Aini menceritakan bahwa ekstra kurilkuler khususnya olahraga merupakan kegemaran Noval sejak kecil.</p>
<p>“Dia (Noval) itu hobi olahraga sekali. Memang dari kecil hobi olahraga, bola, karate,” kata Nur Aini.</p>
<p>Untuk sepak bola, Noval gemar bermain olahraga ini bersama temannya. Ia juga sempat bergabung dalam skuad <em>Sakunu Rana</em> <em>FC</em>, yang biasa mengikuti <em>Liga Pantai </em>di Ende.</p>
<p>Prestasi Noval dalam sepak bola yakni saat Muthmainnah menjuarai lomba futsal <em>Uniflor Cup 2018</em>. Nama Noval ada dalam skuad Muthmainnah yang menjurai turnamern tersebut.</p>
<p>Namun, prestasi Noval dalam sepak bola kalah mentereng dibandingkan prestasinya dalam olahraga Bela Diri, Inkai.</p>
<p>Prestasi Noval dalam olahraga ini bermula bahkan sejak ia masih berada di bangku Sekolah Dasar.</p>
<p>Cerita bermula saat masih di Taman Kanak-kanak, Noval sering diajak ayah mengantar kakaknya, Fabio latihan Inkai. Saat itu Noval belum ikut.</p>
<p>“Sering ikut antar kakak latihan, akhirnya Noval bilang ke bapaknya, ingin ikut juga.”</p>
<p>Nah, ketika menempuh pendidikan Sekolah Dasar di SD GMIT Ende IV, ayah Noval mendaftarkanya ikut latihan Bela Diri.</p>
<p>Sejak saat itu, olahraga Inkai digeluti Noval hingga saat ini duduk di bangku Sekolah Menengah Atas.</p>
<p>Lama berkutat dalam dunia karate Inkai, kata Nur Aini, telah banyak prestasi diraih Noval dalam berbagai event. Saking banyaknya sampai-sampai Nur kesulitan untuk merincikannya.</p>
<p>Cerita Nur Aini tentang prestasi Noval ternyata dibenarkan oleh Evlin Ludji, pelatih Perguruan Inkai, Ranting Polres Ende, tempat Noval berlatih.</p>
<p>Evlin yang dihubungi <em>endeh.id </em>menjelaskan, Noval bergabung dengan tempat latihan binaannya tersebut sejak masih di Sekolah Dasar.</p>
<p>“Itu dia (Noval) masuk kelas 2 SD, pas tahun ajaran baru,” kata Evlin <em>(1/8).</em></p>
<p>Satu tahun berselang, tepatnya saat kelas 3 SD, Noval diikutkan bertanding dalam event <em>Inkai Prestasi </em>di Kupang.</p>
<p>“Waktu itu saya turunkan dia untuk pertama kali, di kelas <em>Kumite</em> (tarung). Dia dapat juara 3.”</p>
<p>Tahun berikutnya saat kelas 4 SD, Noval kembali diikutkan dalam turnamen Inkai di Manggarai Barat.</p>
<p>Kali ini dia diturunkan dalam dua kelas, <em>Kumite</em> dan <em>Kata</em> (jurus/ragam). Novel kembali meraih juara 3 di dua kelas tersebut.</p>
<p>Tahun-tahun berikutnya prestasi Noval di bidang ini makin cemerlang.</p>
<p>Tahun 2014, Noval telah mancapai <em>Sabuk Hitam.</em> Ia juga didaulat sebagai asisten pelatih di Perguruan.</p>
<p>“Tahun berikutnya lagi, sudah masuk tahun 2015, 2016, 2017, itu dia (Noval) sudah mulai juara 1, juara 2, juara 1, juara 2.”</p>
<p>Prestasi-prestasi yang Noval raih sejak 2015 hingga 2017 meliputi level kabupaten, propinsi, hingga luar negeri.</p>
<p>Misalnya pada 2017, Noval merupakan juara 1 dalam ajang <em>Frauntera Cup</em>, yang berlangsung di Timor Leste.</p>
<p>Bahkan, saat <em>Kejuaraan Nasional</em> tahun 2017 yang berlangsung di Jakarta, nama Noval Mandaka masuk 6 besar atlet terbaik.</p>
<p>Pada tahun ini, atau 2019, sebenarnya dia direncanakan dikirim mengikuti Olimpiade Siswa Nasional (O2SN). Namun rencana tersebut terpaksa dibatalkan karena Noval terpilih menjadi Paskibraka Nasional.</p>
<p><strong>Proses Seleksi</strong></p>
<p>Lolosnya Noval menjadi Paskibraka Nasional dikonfirmasi oleh pihak SMA Islam Muthmainnah Ende. Untuk diketahui, Noval merupakan siswa kelas XI IPS, SMA Muthmainnah Ende.</p>
<p>Kepala Sekolah SMA Muthmainnah Ende, Lukman Pua Rangga, Spd, yang ditemui <em>endeh.id (31/7)</em> mengonfirmasi bahwa sekarang ini Noval telah berada di Jakarta mengikuti latihan.</p>
<p>Terkait proses Noval menjadi Paskibraka, dirinya menjelaskan bahwa hal tersebut dimulai sejak Noval berproses dalam ekstra kurikuler yang di terdapat di Muthmainnah.</p>
<p>Di sekolah Muthmainnah terdapat ekstra kurikuler yang diberi nama <em>Paskibra Sekolah. </em>Dan Noval, merupakan salah satu anggotanya.</p>
<p>“Mereka ini dilatih terus baris-berbaris dan dilaksanakan secara periodik,” kata Lukman.</p>
<p>Ekstra kurikuler ini dibentuk karena melihat potensi siswa dalam bidang tersebut. Hal itu dibuktikan dengan seringnya Muthmainnah menjuarai lomba <em>Deville</em> atau baris-berbaris di kabupaten Ende.</p>
<p>“Tahun 2017, 2016, 2015 tahun 2014, kami juara semua. Ada yang kami juara 1, ada yang juara 2.”</p>
<p>Noval yang tertarik, lalu memutuskan ikut dalam ekstra kurikuler tersebut dan giat berlatih.</p>
<p>Pada bulan Maret 2019, Muthmainnah menerima surat dari Dinas Pemuda dan Olahraga (PPO) kabupaten Ende untuk mengikuti seleksi Paskibraka 2019.</p>
<p>Menanggapi surat tersebut pihak sekolah melakukan seleksi intern atau antar-kelas.</p>
<p>Seleksi antar-kelas terpaksa dilakukan lantaran ekstra kurikuler <em>Paskibra Sekolah</em> membuat Muthmainnah memiliki banyak stok.</p>
<p>Noval lolos seleksi antar-kelas dan didaulat mewakili Muthmainnah.</p>
<p>Setelah itu dilakukan lagi seleksi antar-sekolah di tingkat kabupaten. Seleksi ini bukan lagi domain sekolah melainkan Dinas PPO Ende.</p>
<p>Proses seleksi di tingkat kabupaten dilaksanakan pada bulan Juni 2019. Yeremias Bore, kepala Dinas PPO kabupaten Ende menjelaskan, perwakilan dari sekolah di seleksi dari tingkat kecamatan terdahulunya.</p>
<p>“Kalau dulu kan, asal ambil. Sekarang kita proses di kecamatan sudah harus diseleksi. Nanti ada utusan-utusan dari kecamatan,” kata Yeremias <em>(1/8).</em></p>
<p>Lebih dari seratus siswa ikut dalam seleksi ini untuk mendapatkan 72 orang Paskibra untuk tingkat kabupaten, 2 orang untuk tingkat propinsi, dan 1 orang untuk tingkat nasional.</p>
<p>Pada seleksi terakhir mencari perwakilan untuk nasional, terdapat 4 orang kandidat yang dinilai layak. Hal tersebut diungkapkan oleh Sersan Mayor Usman S. R, Bintara Pelatih Kodim 1602 Ende yang bertugas melatih Paskibra.</p>
<p>“Setelah itu disaring lagi, tinggal 2 orang, Noval dari SMA Islam Muthmainnah, dengan yang satu siswa dari Smansa (SMA Negri 1 Ende),” jelas Usman <em>(31/7).</em></p>
<p>Seleksi ini amat ketat sebab semuanya dinilai oleh para pelatih. Proses ini berlangsung selama satu minggu.</p>
<p>”Akhirnya, nilai yang bagus dari postur, ketahanan fisik, dan juga dari IQ (<em>Intelligence Quotient</em>) antara 2 orang, sehingga Noval yang kita sampaikan untuk perwakilan kabupaten Ende ke Jakarta.”</p>
<p>Noval kemudian diberangkatkan ke Kupang untuk mengikuti seleksi tingkat propinsi sebelum dinyatakan layak mewakili NTT.</p>
<p>Kata Kadis PPO, Yeremias Bore, keberangkatan Noval ke kupang didanai oleh Pemda sedangkan dari Kupang ke Jakarta, karena merupakan agenda nasional, maka dibiayai pemerintah pusat.</p>
<p>Keberangkatan Noval ke Jakarta menjadi Paskibraka Nasional, dengan sendirinya mengulang sejarah SMA Islam Muthmainnah pada 1975, yang pernah mengirim Paskibraka Nasional.</p>
<p>Untuk diketahui, pada 1975, siswa Muthmainnah atas nama Aksa Jamaludin pernah meraih prestasi yang sama.</p>
<p>Untuk kabupaten Ende sendiri, prestasi Noval tahun ini mengulang sejarah tahun 2008. Namun, pada tahun 2008 itu Paskibraka Nasional asal Ende yang mewakili NTT, dipulangkan karena alasan kesehatan.</p>
<p>Karenanya Sersan Mayor Usman S. R, sebagai pelatih Paskibra Ende 2019, mengingatkan bahwa belum saatnya untuk “bertepuk dada,” sebab Noval masih berproses di Jakarta.</p>
<p>Dirinya hanya berpesan kepada Noval agar berupaya sekuat tenaga, masuk ke dalam pasukan 8 atau pasukan 17. Pasukan bergengsi pengibar Sang Saka Merah Putih.</p>
<p><strong>Agustinus Rae</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/profil-noval-mandaka-paskibraka-nasional-2019-asal-ende/">Profil Noval Mandaka, Paskibraka Nasional 2019 Asal Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
