<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Budaya &#8211; Ende News</title>
	<atom:link href="https://endenews.com/category/budaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://endenews.com</link>
	<description>Berita &#38; Budaya Kabupaten Ende</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Aug 2024 09:47:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-100x75.png</url>
	<title>Budaya &#8211; Ende News</title>
	<link>https://endenews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tahbisan Uskup Agung Ende Terpilih Tonjolkan Nuansa Keberagaman</title>
		<link>https://endenews.com/tahbisan-uskup-agung-ende-terpilih-tonjolkan-nuansa-keberagaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Aug 2024 09:39:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[mgr paulus budi kleden]]></category>
		<category><![CDATA[tahbisan uskup agung ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=7659</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rangkaian acara Tahbisan Uskup Agung Ende terpilih, Mgr Paulus Budi Kleden dikemas dalam nuansa keberagaman...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/tahbisan-uskup-agung-ende-terpilih-tonjolkan-nuansa-keberagaman/">Tahbisan Uskup Agung Ende Terpilih Tonjolkan Nuansa Keberagaman</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Rangkaian acara Tahbisan Uskup Agung Ende terpilih, Mgr Paulus Budi Kleden dikemas dalam nuansa keberagaman budaya dan toleransi umat beragama di Flores.</p>
<p>Seluruh elemen masyarakat dari berbagai latar-belakang baik secara adat maupun agama akan ambil bagian memeriahkan rangkaian acara tahbisan Uskup Mgr Paulus Budi Kleden.</p>
<p>Hal itu disampaikan RD Yosef Daslan Moang Kabu, Administrator Diosesan Keuskupan Agung Ende, Penanggung Jawab Utama Pelaksana Perayaan Tahbisan Uskup Agung Ende dalam konferensi pers di Aula Kesukupan Agung Ende, Kamis, (08/08/24).</p>
<p><strong>BACA JUGA</strong></p>
<ul>
<li><strong><a href="https://endenews.com/foto-kala-vincentius-potokota-muda-ditahbis-sebagai-imam/">FOTO: Kala Vincentius Potokota Muda Ditahbis Sebagai Imam</a></strong></li>
</ul>
<p>Kata RD Yosef Daslan, rangkaian acara tahbisan dari awal hingga berkesudahan memiliki tiga prinsip yakni iman, sinodal dan episcopal. Pada sisi sinodal, setiap orang dari berbagai latar-belakang dapat mengambil bagian dalam rangkaian acara.</p>
<p>“Yang berikut, perayaan ini adalah perayaan sinodal sifatnya dalam arti semua elemen itu boleh mengambil bagian,” kata RD Yosef Daslan (08/08). “Dan dalam sinodal itu semua elemen kolabaratif, semua bekerja sama”.</p>
<p>Keterlibatan seluruh elemen masyarakat ini dikemas dalam rangkaian acara yang akan menonjolkan keberagaman budaya dan toleransi umat beragama di Flores.</p>
<p><strong>BACA JUGA</strong></p>
<ul>
<li><strong><a href="https://endenews.com/flores-united-launching-6-unit-akademi-sepakbola/">Flores United Launching 6 Unit Akademi Sepakbola</a></strong></li>
</ul>
<p>Penjelasan RD Piperno Bego, Ketua Pelaksana II perayaan tahbisan, seluruh rangkaian acara tahbisan mulai dari awal hingga akhir akan menonjolkan nuansa keberagaman budaya dan toleransi agama yang menjadi ciri khas masyarakat di Flores.</p>
<p>“Flores ini sangat kaya dengan budaya dan juga sangat kaya dengan toleransi keberagaman agama karena itu seluruh proses tahbisan mulai dengan penjemputan sampai dengan Misa Pontifica itu dirangkai dalam nuansa adat dan keberagaman agama,” tutur RD Piperno Bego.</p>
<p>Nuansa keberagaman dalam rangkaian acara tahbisan akan sangat nampak dalam acara penjemputan Uskup Agung Ende terpilih Mgr Paulus Budi Kleden. Penjemputan akan melibatkan para tokoh dan umat lintas agama, begitu pun para tokoh adat.</p>
<p><strong>BACA JUGA</strong></p>
<ul>
<li><strong><a href="https://endenews.com/sejarah-pemilihan-bupati-ende-sejak-1963-mulanya-penunjukan-langsung/">Sejarah Pemilihan Bupati Ende Sejak 1963 : Mulanya Penunjukan Langsung</a></strong></li>
</ul>
<p>Saat tiba di Bandara Ende, Mgr Paulus Budi Kleden akan disapa secara adat oleh umat Paroki Wolotolo, dilanjutkan pengalungan oleh pemimpin tiga kabupaten, <em>Pj </em>bupati Ende, <em>Pj</em> bupati Nagekeo dan Bupati Ngada.</p>
<p>Kemudian, jelas RD Piperno, saat melintas jalan Gatot Soebroto, akan ada pagar betis di sepanjang jalan oleh para pelajar dari Madrasah Aliyah Negeri Ende. Tak tanggung-tanggung, jumlah pelajar Madrasah Aliyah Negeri Ende diperkirakan mencapai seribu pelajar.</p>
<p>“Dari Kementrian Agama menggerakan kurang-lebih seribu pelajar dari sekolah-sekolah Muslim yang ada di Ende untuk melakukan pagar betis dengan memegang bendera kecil dari kertas itu (berwarna) merah-putih,” jelasnya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/tahbisan-uskup-agung-ende-terpilih-tonjolkan-nuansa-keberagaman/">Tahbisan Uskup Agung Ende Terpilih Tonjolkan Nuansa Keberagaman</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Hulu ke Hilir, Dekranasda NTT Pacu Tenun Kaum Milenial di Ende</title>
		<link>https://endenews.com/dari-hulu-ke-hilir-dekranasda-ntt-pacu-tenun-kaum-milenial-di-ende/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Nov 2021 12:12:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Bunda Julie]]></category>
		<category><![CDATA[Dekranasda Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Dekranasda NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Disperindag Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Julie Sutrisno Laiskodat]]></category>
		<category><![CDATA[Tenun Milenial di Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=3963</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Propinsi NTT tengah menggalakkan program menenun di kalangan milenial Kabupaten...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/dari-hulu-ke-hilir-dekranasda-ntt-pacu-tenun-kaum-milenial-di-ende/">Dari Hulu ke Hilir, Dekranasda NTT Pacu Tenun Kaum Milenial di Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Propinsi NTT tengah menggalakkan program menenun di kalangan milenial Kabupaten Ende. Program Dekranasda NTT akan menjangkau dari hulu ke hilir mulai dari pelatihan, penyediaan alat tenun, hingga membeli tenun kaum milenial.</p>
<p>Program bernama Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) merupakan kerjasama antara Kemendikbud RI, Dekranasda NTT, Dekranasda Ende, dan Disperindag Kabupaten Ende. Sasaran PKW adalah remaja usia 15 tahun hingga 25 tahun yang putus sekolah atau tidak dapat melanjutkan pendidikan.</p>
<p>Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat saat mengunjungi pelatihan (22/11/21), mengatakan, program PKW merupakan hasil perjuangannya di pusat sebagai anggota DPR RI. Program ini ditujukan bagi kaum milenial dimana mereka dilatih dan akan diberikan peralatan tenun setelahnya. Namun, lanjutnya, program PKW tidak sampai ke hilir atau menyiapkan pasar sehingga sebagai inisiator, Dekranasda NTT akan menjadi hilir atau pasar bagi tenunan kaum milenial.</p>
<p>“Kalau kami bikin program, dari hulu ke hilir. Kemendikbud di hulu karena memfasilatasi pelatihan dan peralatan tenun, tetapi <em>kan</em> mereka tidak mempunyai hilir. Dekranasda NTT akan menjadi hilir untuk membeli tenunan mereka,” kata Julie Sutrisno Laiskodat (22/11).</p>
<p>“Makanya mesti dihitung, harga jual berapa yang bisa bersaing, nanti Dekranasda NTT yang beli sehingga mereka sudah mempunyai perputaran uang”.</p>
<p>Lanjut isteri Gubernur NTT tersebut, di seluruh Nusa Tenggara Timur terdapat seribu orang remaja yang tercatat mengikuti PKW tahun ini. Kabupaten Ende sendiri mendapatkan kuota sebanyak 45 orang. Dalam program PKW para milenial akan dilatih selama 200 jam dengan rincian latihan 8 jam per hari.</p>
<p>Setiap peserta dalam program PKW mendapatkan anggaran sebesar Rp 6 juta, kata Julie Laiskodat. Dari nominal tersebut sebesar 60 persen digunakan untuk pelatihan selama 200 jam, mulai dari transport, makan, membayar pelatih, <em>dll.</em> Sedangkan sisa 40 persen digunakan untuk menyiapkan peralatan bagi para peserta.</p>
<p>Dengan program ini diharapkan muncul penenun-penenun baru dari kalangan milenial sebagai penerus budaya. Memang, diakui Julie Laiskodat, era digital telah membawa kaum milenial mengenal budaya asing seperti <em>western</em> atau <em>k-pop</em>, tetapi hal tersebut tidak mesti meninggalkan budaya daerah.</p>
<p>Budaya lokal merupakan warisan leluhur yang dapat bersaing dengan kemajuan zaman. Melalui modifikasi dan promosi yang tepat, budaya NTT mampu memasuki pasar dan tentu saja akan memberikan peningkatan ekonomi, jelasnya.</p>
<p>Di tempat yang sama, Wakil Bupati Ende terpilih, Erikos Emanuel Rede mengatakan, pelatihan menenun bagi milenial amat dibutuhkan guna menjawab tuntutan zaman. Karena itu dirinya mengapresiasi tekad para peserta meneruskan budaya lokal. Kata Erikos Rede, dirinya akan berupaya menambah anggaran dari APBD II untuk kegiatan tersebut.</p>
<p>Pendidikan Kecakapan Wirausaha dilaksanakan sejak tanggal 26 Oktober dan berakhir pada 27 November 2021. Menurut kepala seksi industri dan kerajinan Disperindag Ende, Yulia Yasinta Mbuka, setiap hari para peserta dilatih selama 8 jam dari hari Senin hingga Sabtu.</p>
<p>Beberapa peserta mengaku senang mengikuti PKW. Sharina Subhan Nga’a, salah satu peserta dari Kota Ende mengatakan, dia mengikuti PKW karena ingin meneruskan budaya daerah. Sharina berharap, ke depan, tekadnya mempertahankan budaya tenun bisa mendatangkan penghasilan tetap baginya. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/dari-hulu-ke-hilir-dekranasda-ntt-pacu-tenun-kaum-milenial-di-ende/">Dari Hulu ke Hilir, Dekranasda NTT Pacu Tenun Kaum Milenial di Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengembangan Produk Wisata Desa Harus Dimulai Dari Masyarakat</title>
		<link>https://endenews.com/pengembangan-produk-wisata-desa-harus-dimulai-dari-masyarakat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Oct 2021 01:34:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wolofeo]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pariwisata Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian Ecotourism Network]]></category>
		<category><![CDATA[Martinus Satban]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=3742</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pengembangan produk wisata desa harus dimulai dari masyarakat. Pengembangan produk wisata merupakan rangkaian inovasi guna...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/pengembangan-produk-wisata-desa-harus-dimulai-dari-masyarakat/">Pengembangan Produk Wisata Desa Harus Dimulai Dari Masyarakat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pengembangan produk wisata desa harus dimulai dari masyarakat. Pengembangan produk wisata merupakan rangkaian inovasi guna menambah nilai suatu produk dan mempromosikannya. Tujuannya, menambah daya pikat dan menarik minat kunjungan.</p>
<p>Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Martinus Satban, pengembangan produk wisata selalu menjadi titik kemajuan pariwisata yang harus dimulai dari masyarat itu sendiri.</p>
<p>“Pengembangan produk wisata sangat penting dan harus dimulai dari masyarakat. Kita, pemerintah atau LSM (Lembaga Swadaya Masyarat) membantu meningkatkan sumber daya manusianya,” ungkapnya, usai membuka pelatihan <em>Pengembangan Produk Wisata Desa</em> yang digelar yayasan Indecon (<em>Indonesian Ecotourism Network</em>), di Desa Wolofeo, Kecamatan Detusoko, Senin, (12/102021).</p>
<p>Di Kabupaten Ende, lanjutnya, potensi wisata berkelimpahan begitu pula dengan produk, yang mulai dipromosikan para pelaku usaha. Tantangan selanjutnya menurut Satban adalah bagaimana cara mengembangkan produk secara menarik kepada wisatawan.</p>
<p>Pengembangan produk wisata mesti dimulai dari masyarakat itu sendiri. Kreatifitas dan inovasi diperlukan untuk membuat suatu obyek berdaya saing dan memiliki daya pikat. Di sisi lain, pemerintah dan para pegiat pariwisata menyiapkan masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan.</p>
<p>Mencontoh beberapa produk wisata desa di Ende yang telah maju, kata Satban, hal itu merupakan keberhasilan inovasi dari masyarakat. Komitmen masyarakat yang secara konsisten mengembangkan produk wisata desa melalui kemasan, promosi, dan atraksi merupakan kunci kemajuan pariwisata di desa itu sendiri.</p>
<p>Sekarang ini, sambungnya, banyak pihak ingin terlibat dalam peran pendampingan namun para pihak tentu akan menilai keseriusan dari masyarakat.</p>
<p>Di tempat yang sama, Emanuel Rae, pegiat pariwisata yang juga merupakan penyelanggara kegiatan Indecon, mengatakan, pengembangan pariwisata baik produk maupun obyek telah dimudahkan dengan kemajuan teknologi.</p>
<p>Kata Emanuel, sekarang ini tinggal peran pegiat pariwisata menumbuhkan inovasi di masyarakat melalui pelatihan atau pendampingan. Sebagai penyelenggara, Indecon, berupaya memacu peran masyarakat melalui peningkatan sumber daya manusia di desa.</p>
<p>Kegiatan Pengembangan Produk Wisata Desa, yang digelar Indecon, diselenggarakan selama 4 hari, melibatkan perwakilan dari 6 desa dan kelurahan.</p>
<p>“Ada 6 desa yang diundang yaitu Wolotopo Timur, kelurahan Se’ulako, desa Roga lebih ke titik Toba dengan fokus Kopi, desa Niowula, kemudian desa Wolofeo dan Sipijena,” kata dia.</p>
<p>Selama 4 hari para peserta akan dilatih mengenai pengambangan produk dan pengelolaan daya tarik wisata. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/pengembangan-produk-wisata-desa-harus-dimulai-dari-masyarakat/">Pengembangan Produk Wisata Desa Harus Dimulai Dari Masyarakat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wow, Lagu Daerah Ende Lio Tersedia di Spotify</title>
		<link>https://endenews.com/wow-lagu-daerah-ende-lio-tersedia-di-spotify/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Sep 2021 11:05:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu Daerah Ende Lio]]></category>
		<category><![CDATA[Lina Ana Eda]]></category>
		<category><![CDATA[Luis Thomas Ire]]></category>
		<category><![CDATA[Paul Hanny Wadhi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=3587</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lagu Daerah Ende-Lio sekarang ini mulai merangsek ke platform digital, Spotify. Lagu-lagu Ende Lio seperti...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/wow-lagu-daerah-ende-lio-tersedia-di-spotify/">Wow, Lagu Daerah Ende Lio Tersedia di Spotify</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Lagu Daerah Ende-Lio sekarang ini mulai merangsek ke platform digital, Spotify. Lagu-lagu Ende Lio seperti <em>Ulu Lela Nggewa, Nggela</em>, atau <em>Lina Ana Eda</em>, kini bisa dinikmati di platform khusus musik tersebut.</p>
<p>Spotify adalah layanan musik digital, podcast, dan video yang memberikan akses ke jutaan lagu dan konten lain dari kreator di seluruh dunia. Untuk terdaftar di Spotify, seoarang musisi perlu mendaftarkan ke Music Publisher. Music Publisher sendiri merupakan pihak yang memberikan perlindungan hak cipta, mendistribusikan, sekaligus mengelola royalti.</p>
<p>Penelusuran media ini, musisi asal Ende, Luis Thomas Ire dan Paul Hanny Wadhi tercatat sebagai orang-orang pertama yang melebarkan sayap di Spotify.</p>
<p>Luis Thomas Ire, yang dihubungi media ini (30/09/21), mengatakan, dirinya mengembangkan karya di  karena platform digital ini memiliki perlindungan terhadap hak cipta secara digital.</p>
<p>“Kami, musisi, cenderung bermasalah soal mengarsipkan karya kami. Dengan mendaftarkan music publisher, tidak saja membuat pengarsipan itu mudah, tetapi juga menghindari pembajakan,” kata Luis Thomas (30/09).</p>
<div class="gmr-video-responsive"><iframe title="Spotify Embed: Luis Thomas Ire" width="100%" height="380" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" src="https://open.spotify.com/embed/artist/2o6Zc66qEM6lOVo0onlXec?si=dQok4u2CTdaYWAFWIOFKsw"></iframe></div>
<p>Mengenai pembajakan, lanjutnya, ketika seorang musisi mempercayakan karyanya ke Music Publisher maka secara otomatis, platform tersebut akan mengambil alih proteksi atas karya-karya yang terdaftar. Tentu itu membuat karya seseorang terlindungi dan menghindari penggunaan secara tidak bertanggung jawab.</p>
<p>“Mereka (Music Publisher) akan mengambil alih proteksi lagu. Jadi, jika dishare (bagikan) di Youtube atau Facebook maka akan secara otomatis terdeksi dan dilindungi”.</p>
<p>Senada dengan Luis Thomas, musisi Ende lainnya, Paul Hanny Wadhi beranggapan, bahwa merilis lewat Music Publisher untuk dipasarkan ke platform digital merupakan cara dia mengarsipkan karya. Tambah Paul, penyanyi yang baru saja mengeluarkan single <em>Lina Ana Eda </em>ini, peran publisher mendistribusikan lagu ke platform digital.</p>
<p>“Publisher juga memasarkan karya-karya kami. Ya, cukup terbantu, namun bagi saya yang terpenting adalah mengarsipkan dan melindungi karya saya,” tuturnya.</p>
<div class="gmr-video-responsive"><iframe title="Spotify Embed: Paul Hanny Wadhi" width="100%" height="380" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" src="https://open.spotify.com/embed/artist/4LlnWxeORp6Jzj4ivd2YIt?si=0rrATX7ZQvGkRMXqkxkCOw"></iframe></div>
<p>Sebenarnya, menurut Luis dan Paul, platform lain seperti Youtube atau sejenisnya, juga bagus dijadikan sebagai tempat memasarkan karya. Hanya memang terdapat sedikit perbedaan. Youtube, terdiri dari berbagai konten seperti film, berita, animasi, dan sebagainya. Sementara Spotify khusus untuk musik.</p>
<p>Keduanya juga membagikan pengalaman mendaftar di Music Publisher. Menurut mereka, caranya amatlah mudah. Cukup dengan memenuhi standar yang diberikan seperti kualitas audio, cover, dan lainnya kemudian akan dinilai kelayakannya oleh pihak publisher.</p>
<p>Untuk diketahui, Spotify menjadi babak baru dalam perkembangan musik daerah Ende-Lio. Sebelumnya, pada era 90-an kebawah, musik daerah Ende Lio dinikmati melalui kaset, lalu berkembang ke <em>Video Compact Disk</em> hingga penghujung era 90-an. Di era milenium, musik daerah Ende Lio memasuki platform digital khususnya, Youtube. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/wow-lagu-daerah-ende-lio-tersedia-di-spotify/">Wow, Lagu Daerah Ende Lio Tersedia di Spotify</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Daftar 29 Motif Tenun di Ende yang Segera Miliki Hak Paten</title>
		<link>https://endenews.com/daftar-29-motif-tenun-di-ende-yang-segera-miliki-hak-paten/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2021 14:53:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Bapenda Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Ende Djafar Achmad]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Paten Tenun Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Motif Tenun Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Nama-nama Motif Tenun Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Tenun Kelimara Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=3519</guid>

					<description><![CDATA[<p>Motif tenun di Kabaputen Ende sebagai salah satu Hak Kekayaan Inteletual (HAKI) sedang diproses untuk...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/daftar-29-motif-tenun-di-ende-yang-segera-miliki-hak-paten/">Daftar 29 Motif Tenun di Ende yang Segera Miliki Hak Paten</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Motif tenun di Kabaputen Ende sebagai salah satu Hak Kekayaan Inteletual (HAKI) sedang diproses untuk mendapat hak paten. Menurut Bupati Ende, Djafar Achmad, pihaknya tengah melakukan berbagai upaya melindungi kekayaan komunal masyarakat Ende tersebut.</p>
<p>Sejauh ini, sebagai Bupati, dirinya telah mengeluarkan Surat Keputusan tentang Pembentukan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MIPG) dan telah melakukan pembicaraan dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan HAM, sebagai lembaga yang berwenang memberikan hak paten.</p>
<p>“Saya sudah menemui Kakanwil (Kepala Kantor Wilayah) Kementrian Hukum dan HAM Provinsi NTT. Kami berbicara tentang hak paten tenun Ende. Sekarang sedang kami proses,” kata Bupati Ende Djafar Achmad (21/09/21).</p>
<p>Lebih lanjut, menurut Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Kabupaten Ende, terdapat 29 motif tenun di Kabupaten Ende yang tengah diproses mendapatkan hak paten. Tenun motif Kelimara, Mangga, dan Soke Mata Lo’o termasuk didalamya.</p>
<p>Berikut ini daftar 29 motif tenun di Kabupaten Ende yang sedang diproses mendapatkan hak paten.</p>
<ol>
<li>Lawo Kelimara</li>
<li>Lawo Mangga</li>
<li>Lawo Mberhe atau Bele Kale</li>
<li>Lawo Soke Mata Lo’o</li>
<li>Mata Rote</li>
<li>Semba</li>
<li>Lawo Nggaja</li>
<li>Lawo Soke Mata Ria</li>
<li>Lawo Jara</li>
<li>Lawo Manu</li>
<li>Lawo Pundi</li>
<li>Lawo Nepa Mite</li>
<li>Lawo Nepa Tea</li>
<li>Lawo Pea</li>
<li>Lawo Pea Kanga</li>
<li>Lawo Tangga Kopo</li>
<li>Lawo Redu</li>
<li>Lawo Rote</li>
<li>Lawo Raga Kaju</li>
<li>Lawo Rati</li>
<li>Lawo Gami Tere Esa</li>
<li>Lawo Mata Anggo</li>
<li>Lawo Mite/Ragi Mite</li>
<li>Lawo Wea</li>
<li>Lawo Anadeo</li>
<li>Lawo Mogha</li>
<li>Lawo Mettu</li>
<li>Lawo Ine Pare</li>
<li>Mbanggo Te’e</li>
</ol>
<p>Mengenai proses hak paten terhadap motif tenun, Bapeda Kabupaten Ende mengonfirmasi bahwa sekarang ini telah sampai ke tahap validasi. Setelah itu baru didaftarkan di Kemenkum HAM.</p>
<p>Menurut Kepala Sub Bidang Penelitian dan Pengembangan Bapeda Ende, Albertus Valentinus Lama, rangkaian proses tersebut telah dimulai sejak bulan Mei tahun ini dan ditargetkan rampung sebelum akhir tahun. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/daftar-29-motif-tenun-di-ende-yang-segera-miliki-hak-paten/">Daftar 29 Motif Tenun di Ende yang Segera Miliki Hak Paten</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Motif Tenun Kabupaten Ende Segera Miliki Hak Paten</title>
		<link>https://endenews.com/motif-tenun-kabupaten-ende-segera-miliki-hak-paten/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2021 12:42:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Bapenda Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Djafar Achmad]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Paten Tenun Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Kanwil Kemenkum HAM NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Motif Tenun Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=3512</guid>

					<description><![CDATA[<p>Motif tenun di Kabaputen Ende sebagai salah satu Hak Kekayaan Inteletual (HAKI) sedang diproses untuk...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/motif-tenun-kabupaten-ende-segera-miliki-hak-paten/">Motif Tenun Kabupaten Ende Segera Miliki Hak Paten</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Motif tenun di Kabaputen Ende sebagai salah satu Hak Kekayaan Inteletual (HAKI) sedang diproses untuk mendapat hak paten. Menurut Bupati Ende, Djafar Achmad, pihaknya tengah melakukan berbagai upaya melindungi kekayaan komunal masyarakat Ende tersebut (21/09/21).</p>
<p>Sejauh ini, sebagai Bupati, dirinya telah mengeluarkan Surat Keputusan tentang Pembentukan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MIPG). Sebuah forum yang akan menjamin keaslian, ciri, kualitas karakteristik dan memberikan perlindungan terhadap motif tenun Kabupaten Ende.</p>
<p>Selain itu, dirinya juga telah melakukan pembicaraan dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan HAM sebagai lembaga yang berwenang memberikan hak paten.</p>
<p>“Saya sudah menemui Kakanwil (Kepala Kantor Wilayah) Kementrian Hukum dan HAM Provinsi NTT. Kami berbicara tentang hak paten tenun Ende. Sekarang sedang kami proses,” kata Bupati Ende Djafar Achmad (21/09/21).</p>
<p>Terdapat 29 motif tenun di Kabupaten Ende yang sementara diproses mendapatkan hak paten. Jika tenun telah mendapatkan hak paten, lanjut Bupati Ende, dirinya berencana memproses hak paten untuk kekayaan daerah lain seperti pisang Barangan, ubi Nuabosi, dan Kopi.</p>
<p>“Itu mimpi besar saya. Saya ingin hak intelektual kita, warisan nenek-moyang, kita patenkan. Sehingga kalau orang luar tiru kita bisa gugat”.</p>
<p>Mengenai proses hak paten terhadap motif tenun, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Kabupaten Ende, mengonfirmasi bahwa sekarang ini telah sampai ke tahap validasi.</p>
<p>Menurut Kepala Sub Bidang Penelitian dan Pengembangan Bapeda Ende, Albertus Valentinus Lama, proses terhadap tenun telah dimulai sejak bulan Mei tahun ini. Secara garis besar terdapat tiga tahap yakni pembentukan forum Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MIPG), validasi lapangan, dan tahap terakhir pendaftaran di Kemenkum HAM.</p>
<p>Untuk tahap pertama, lanjut Valentinus, telah selesai dilakukan dengan dikeluarkan Surat Keputusan Bupati Ende tentang forum tersebut. MIPG merupakan forum yang terdiri dari kelompok-kelompok tenun ikat dan dinas terkait.</p>
<p>MIPG nantinya merupakan pemegang hak paten atau label beragam motif tenun Kabupaten Ende. Selain itu MIPG bertugas menjamin keaslian, kualitas, dan memberikan perlindungan terhadap motif tenun Kabupaten Ende.</p>
<p>Tahap kedua adalah validasi lapangan. Di tahap ini pemerintah menelusuri secara mendalam setiap motif tenun di Kabupaten Ende mulai dari asal, ciri, hingga narasi sejarah dari sebuah motif.</p>
<p>“Sekarang kami berada di tahap validasi. Cukup memakan waktu karena setiap motif mesti ditelusuri satu per satu. Apalagi menelusuri narasi sejarah suatu motif, tidak mudah,” jelas Valentinus. Setelah validasi selesai maka segera didaftarkan di Kemenkum HAM, tutupnya. <strong><em>(ARA/EN)   </em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/motif-tenun-kabupaten-ende-segera-miliki-hak-paten/">Motif Tenun Kabupaten Ende Segera Miliki Hak Paten</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ende Jadi Tuan Rumah Pemilihan Putra-Putri Ekowisata 2021</title>
		<link>https://endenews.com/ende-jadi-tuan-rumah-pemilihan-putra-putri-ekowisata-2021/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Sep 2021 10:48:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Regional NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Dekranasda NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pariwisata Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Martinus Satban]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilihan Putra Putri Ekowisata 2021]]></category>
		<category><![CDATA[Putra Ekowisata NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Putri Ekowisata NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=3364</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kabupaten Ende menjadi tuan rumah event nasional Pemilihan Putra-Putri Ekowisata tahun 2021. Penentuan Kabupaten Ende...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/ende-jadi-tuan-rumah-pemilihan-putra-putri-ekowisata-2021/">Ende Jadi Tuan Rumah Pemilihan Putra-Putri Ekowisata 2021</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kabupaten Ende menjadi tuan rumah event nasional Pemilihan Putra-Putri Ekowisata tahun 2021. Penentuan Kabupaten Ende sebagai tuan rumah merupakan keputusan Dekranasda Propinsi Nusa Tenggara Timur sebagai penyelenggara ajang tersebut tahun ini.</p>
<p>Pemilihan Putra-Putri Ekowisata merupakan ajang nasional yang diikuti perwakilan dari seluruh propinsi se-Indonesia. Pemilihan Putra-Putri Ekowisata tahun ini merupakan penyelenggaran kali kedua bagi event itu. Tahun lalu, penyelenggaraan perdana bertempat di Propinsi Bali.</p>
<p>Kepastian Kabupaten Ende menjadi tuan rumah dikonfirmasi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten. Menurut Kepala Dinas Pariwisata Martinus Satban (14/09/21), penentuan lokasi merupakan kewenangan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Propinsi NTT, sebagai penyelenggara.</p>
<p>“Konsep besar penyelenggaraan Pemilihan Putra-Putri Ekowisata itu wewenang Dekranasda Propinsi NTT. Tentu saja kita berterimakasih sebab dipercayakan menjadi tuan rumah dari event nasional,” ungkapnya.</p>
<p>Pemilihan Putra-Putri Ekowisata akan diselenggarakan pada tanggal 15-17 November 2021. Tujuan ajang ini untuk mempromosikan pariwisata berbasis ekowisata. Konsep ekowisata sendiri merupakan pembangunan pariwisata berbasis ekosistem.</p>
<p>“Jadi ke depan semua pegiat pariwisata harus menyiapkan prinsip-prinsip pariwisata berbasis lingkungan,” lanjut Satban.</p>
<p>Saat pelaksanaan event, jelasnya, jalannya pemilihan merupakan domain Dekranasda NTT sebagai penyelenggara sementara pihaknya menyiapkan fasilitas pendukung dan atraksi wisata.</p>
<p>“Jadi Dekranasda NTT fokus di proses pemilihan, kita mendukung dengan atraksi-atraksi dan promosi obyek wisata&#8221;.</p>
<p>Dinas Pariwisata Kabupaten Ende kini tengah mempersiapkan agenda atraksi memeriahkan sekaligus promosi spot-spot wisata daerah. Rencananya, beberapa hari sebelum Pemilihan Putra-Putri Ekowisata berlangsung, diadakan atraksi paralayang dari bukit Kezimara.</p>
<p>Selain itu diadakan festival tenun, pameran ekonomi kreatif, atraksi budaya, dan kunjungan para peserta ke obyek-obyek wisata.</p>
<p>Fasilitas pendukung lainnya seperti transportasi dan perhotelan juga tidak luput dari perhatian. “Kita juga siapkan fasilitas pendukung seperti kesiapan perhotelan dan transportasi”.</p>
<p>Di lain pihak, Dekranasda NTT sebagai penyelenggara juga terus melakukan persiapan pra event. Pada 9 September 2021 Dekranasda NTT mengirim Putra dan Putri Ekowisata NTT mengunjungi Ende. di Ende, keduanya melakukan pemotretan di Taman Nasional Kelimutu dan melakukan pembicaraan dengan Bupati Ende. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/ende-jadi-tuan-rumah-pemilihan-putra-putri-ekowisata-2021/">Ende Jadi Tuan Rumah Pemilihan Putra-Putri Ekowisata 2021</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Festival Kelimutu 2021, Gairah Ekonomi Kreatif Ditengah Pandemi</title>
		<link>https://endenews.com/festival-kelimutu-2021-gairah-ekonomi-kreatif-ditengah-pandemi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Sep 2021 07:28:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Kelimutu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=3354</guid>

					<description><![CDATA[<p>Festival Kelimutu 2021 selesai digelar oleh Pemerintah Kabupaten Ende bekerjasama bersama Kementrian Pariwisata dan Ekonomi...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/festival-kelimutu-2021-gairah-ekonomi-kreatif-ditengah-pandemi/">Festival Kelimutu 2021, Gairah Ekonomi Kreatif Ditengah Pandemi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Festival Kelimutu 2021 selesai digelar oleh Pemerintah Kabupaten Ende bekerjasama bersama Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemeparekraf) RI. Festival Kelimutu digelar sejak Rabu 15 September dan berakhir pada Jumat, 17 September 2021.</p>
<p>Penyelenggaraan tahun ini sempat mengalami penundaan. Dalam keadaan normal, event ini diagendakan berlangsung pada tanggal 11 hingga 14 Agustus setiap tahunnya.</p>
<p>Gelaran Festival Kelimutu tahun tertunda akibat tingginya angka penularan virus Covid-19 beberapa waktu lalu. Kabupaten Ende sempat masuk Zona Merah dan ditetapkan status Level IV. Sektor ekonomi nyaris lumpuh saat itu. Pelaku bisnis kehilangan pelanggan, aktifitas warga dibatasi, dan situasi ini berlangsung hingga dua bulan.</p>
<p>Karena itu, oleh Pemerintah Kabupaten Ende, Festival Kelimutu yang akhirnya digelar dijadikan sebagai momen menggairahkan kembali sektor ekonomi. Bupati Ende, Djafar Achmad, saat jumpa pers satu hari sebelum penyelenggaraan (14/09/21), mengatakan, Festival Kelimutu mesti benar-benar digunakan pelaku ekonomi kreatif mengembangkan usahanya masing-masing.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Deputi Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kemenparekraf RI, Edy Wardoyo, menandaskan, Festival Kelimutu mesti menghubungkan antara promosi wisata dan pengembangan ekonomi kreatif.</p>
<p>Festival Kelimutu dibuka pada tanggal 15 September 2021 di Taman Nasional Kelimutu. Penyelenggaraan tahun ini mengambil tema <em>Rise Up Jaga Nua</em>. Tema ini, menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Martinus Satban, dipilih sebagai penanda kebangkitan sektor ekonomi setelah dihantam pandemi.</p>
<p>Sejak dibuka, event ini melibatkan banyak pihak yang berkepentingan dalam urusan pariwisata, mulai dari pelaku ekonomi kreatif, sanggar, hingga musisi.</p>
<p>Kendati melibatkan banyak pihak, penyelanggaraan tahun ini tidaklah semeriah sebelum masa pandemi. Tahun ini, keterlibatan para peserta dibatasi, begitupun dengan jumlah pengunjung. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah kerumunan massa.</p>
<p>“Sebelum pandemi, pelibatan massa banyak. Yang kedua, lokasinya bisa terpusat dan yang ketiga, pelaku ekonomi kreatif tidak kita batasi. Tahun ini kita batasi dan terapkan prokes,” kata Martinus Satban.</p>
<p>Penyelanggaraan hari pertama disuguhkan dengan pameran produk-produk lokal dan atraksi budaya. Sementara ceremonial adat <em>Pati Dua Bapu Ata Mata</em> diputar dalam bentuk rekaman. Lalu, pada hari kedua, penyelenggaraan event berlangsung selama setengah hari.</p>
<p>Pada hari ketiga atau hari penutupan, Festival Kelimutu diselenggarakan di Museum Tenun, Kota Ende, sesuai agenda. Pada hari ketiga, Festival Kelimutu dimeriahkan oleh atraksi budaya dari beberapa sanggar, pameran produk lokal, pameran kuliner, dan pengumuman pemenang lomba.</p>
<p><strong>Gairah Pelaku Ekonomi Kreatif  </strong></p>
<p>Meskipun tidak semeriah sebelum masa pandemi, para pelaku usaha merasa bersyukur atas penyelenggaraan Festival Kelimutu tahun ini. Para pelaku usaha merasa gairah sektor ekonomi mulai tumbuh kembali setelah dihantam badai Covid.</p>
<p>Sebastianus Benge, salah satu pelaku usaha yang terlibat dalam Festival Kelimutu tahun ini, mengatakan, kehadiran event tersebut memicu dirinya menghidupkan kembali usahanya.</p>
<p>Sebastianus merupakan pemilik produk Kopi Bubuk Ratu Golulada yang didirikan sejak tahun 2020. Dia mempekerjakan 4 orang untuk memenuhi pesanan dari dalam NTT hingga Kalimantan.</p>
<p>Dirinya menceritakan, beberapa waktu lalu saat penularan Covid-19 meninggi, dia sempat mengalami penurunan pesanan secara signifikan. Hal itu akibat pembatasan aktifitas dunia usaha khususnya café yang merupakan pasar bagi produk kopi miliknya.</p>
<p>Kehadiran Festival Kelimutu, bagi Sebastianus, amat berpengaruh memicu pelaku ekonomi kreatif mulai menghidupkan kembali sektor tersebut. “Festival Kelimutu bermanfaat sekali, supaya sektor ini hidup lagi dan produk lokal apalagi dari desa bisa muncul ke permukaan,” tuturnya (17/09).</p>
<figure id="attachment_3359" aria-describedby="caption-attachment-3359" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-3359 size-full" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2021/09/lkml-scaled.jpg" alt="Produk Kopi Bubuk Ratu Golulada dipamerkan dalam Festival Kelimutu 2021" width="2560" height="1707" title="Festival Kelimutu 2021, Gairah Ekonomi Kreatif Ditengah Pandemi 1" srcset="https://endenews.com/wp-content/uploads/2021/09/lkml-scaled.jpg 650w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2021/09/lkml-2048x1365.jpg 2048w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2021/09/lkml-768x512.jpg 768w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2021/09/lkml-1536x1024.jpg 1536w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-3359" class="wp-caption-text">Produk Kopi Bubuk Ratu Golulada dipamerkan dalam Festival Kelimutu 2021</figcaption></figure>
<p>Harapan sama diungkapkan Robertus Riwu, Kepala Desa Woloara, Kecamatan Kelimutu. Kata Robertus, Festival Kelimutu ia jadikan sebagai ajang promosi produk-produk lokal di wilayahnya. Tahun ini desa Woloara menghadirkan pameran kerajinan Bata dari sampah plastik, lukisan, tenun ikat, dan kerajinan bambu.</p>
<p>Produk tersebut merupakan usaha warga desa yang telah ada sebelum Robertus menjadi Kepala Desa, ungkapnya. Saat menjabat sebagai Kepala Desa dirinya berupaya menggandeng mereka dan ikut membantu mempromosikan, salah satunya melalui Festival Kelimutu.</p>
<p>Harap Robertus Riwu, ke depan, pemerintah daerah menyiapkan satu tempat khusus untuk mempromosikan produk ekonomi kreatif dari desa-desa. Itu diperlukan agar promosi produk dilakukan berkelanjutan sebab jarak antara satu event dengan event lain cukup lama.</p>
<p>Harapan lain datang dari Florensia Reni Kumalasari, pemilik café <em>Rumah Kopi</em> yang terletak di Kota Ende. Perempuan yang akrab disapa Neni ini berharap, promosi produk lokal tidak sebatas melalui event tetapi akan lebih efektif jika dilakukan dalam kegiatan-kegiatan pemerintah.</p>
<p>“Ketika misalnya ada tamu dari luar, mungkin kopi-kopi kami yang sudah dikemas bisa dijadikan oleh-oleh,” contoh Neni.</p>
<p><strong>Promosi Digital Libatkan Milenial</strong></p>
<p>Salah satu yang menarik dalam Festival Kelimutu tahun ini ialah adanya promosi destinasi baru melibatkan milenial. Agenda ini dikemas dalam lomba konten kreator dimana para peserta, umumnya anak-anak muda, membuat konten video dengan konsep promosi destinasi wisata baru di Kabupaten Ende.</p>
<p>Ini merupakan ajang baru dalam Festival Kelimutu yang merangkul dan menghubungkan kaum muda dengan promosi wisata. Setiap konten diberikan batas durasi tidak lebih dari 1 menit. Para peserta diberikan pelatihan selama tiga hari sebelum membuat konten. Setelah itu karya mereka akan dinilai oleh para juri yang terdiri dari kalangan profesional salah satunya Karolus Naga.</p>
<p>Nadiran Samin, pemenang dalam ajang ini, menuturkan, lomba konten kreator menyadarkan dia bahwa sebenarnya Ende memiliki spot-spot wisata yang berlimpah apabila dipromosikan secara baik.</p>
<p>Dalam ajang ini Nadiran mengangkat pesona Pantai Bita Beach, Kota Ende. Dia memerlukan waktu 3 sampai 4 hari menyelesaikan kontennya. Lanjut dia, yang paling sulit dalam proses pembuatan adalah menentukan konsep, sementara untuk pengambilan gambar dan editing tidak sulit sebab telah dilatih.</p>
<p>Nadiran berharap ajang seperti ini diadakan secara rutin sehingga memicu kaum muda terlibat dalam promosi destinasi baru di Kabupaten Ende.</p>
<p>“Untuk kaula muda, kami merasa terpanggil. Jarang sekali kita mengeksplor potensi-potensi (wisata) sehingga banyak orang belum mengetahui,” ungkapnya (17/09).</p>
<figure id="attachment_3360" aria-describedby="caption-attachment-3360" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3360 size-full" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2021/09/nadiran-scaled.jpg" alt="Nadiran Samin menerima hadiah sebagai pemenang lomba konten kreator Festival Kelimutu 2021" width="2560" height="1707" title="Festival Kelimutu 2021, Gairah Ekonomi Kreatif Ditengah Pandemi 2" srcset="https://endenews.com/wp-content/uploads/2021/09/nadiran-scaled.jpg 650w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2021/09/nadiran-2048x1365.jpg 2048w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2021/09/nadiran-768x512.jpg 768w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2021/09/nadiran-1536x1024.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-3360" class="wp-caption-text">Nadiran Samin menerima hadiah sebagai pemenang lomba konten kreator Festival Kelimutu 2021</figcaption></figure>
<p>Senada dengan itu, Beatus Kabhi, pemenang kedua dalam ajang ini mengaku senang mengikuti perlombaan sebab dirinya mendapat kesempatan mengangkat Desa Adat Nggela, yang merupakan tempat asalnya.</p>
<p>Pelibatan kaum muda juga bermanfaat menumbuhkan kesadaran untuk merawat destinasi wisata. Adanya kesadaran bersama akan menghindari laku negatif seperti membuang sampah atau mengotori obyek wisata. Ungkap Oktavia Vivian Nggando, pemenang ketiga yang mengangkat pesona Pantai Mbu’u, jika kesadaran itu tumbuh di kalangan muda maka kerja-kerja promosi wisata ke depan akan semakin mudah. <strong><em>(ARA/EN)</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/festival-kelimutu-2021-gairah-ekonomi-kreatif-ditengah-pandemi/">Festival Kelimutu 2021, Gairah Ekonomi Kreatif Ditengah Pandemi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinas Perkimta Ende Bangun 231 Unit Rumah Layak Huni</title>
		<link>https://endenews.com/dinas-perkimta-ende-bangun-231-unit-rumah-layak-huni/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2020 02:14:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[Disperkimta Kabupaten Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Program Rumah Layak Huni Kabupaten Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=1175</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kabupaten Ende, tahun ini akan membangun 231...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/dinas-perkimta-ende-bangun-231-unit-rumah-layak-huni/">Dinas Perkimta Ende Bangun 231 Unit Rumah Layak Huni</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kabupaten Ende, tahun ini akan membangun 231 unit rumah layak huni. Hal tersebut disampaikan Kadis Perkimta, Fransiskus Xaverius Tolo (17/7/20).</p>
<p>Pembangunan rumah layak huni dijelaskan Fransiskus Tolo, merupakan program yang bersumber dari dana DAK afirmasi tahun 2020.</p>
<ul>
<li><strong><span style="background-color: #ffffff; color: #000080;"><em><span style="color: #000000;">BACA JUGA : </span></em><a style="background-color: #ffffff; color: #000080;" href="https://endenews.com/wow-pad-ende-normal-ditengah-pandemi-begini-rinciannya/">PAD Ende Normal Ditengah Pandemi, Begini Rinciannya</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Program ini sempat terhenti beberapa waktu lalu akibat pandemi Covid-19. Baru, pada bulan Juli, pemerintah pusat menerbitkan Perpres Nomor 72 dan PMK Nomor 76 Tahun 2020 untuk menggulirkan kembali dana DAK. Termasuk program-program pada Disperkimta.</p>
<p>Pada Disperkimta Ende terdapat dua program utama yakni sanitasi dan pembangunan rumah layak huni. Total dana untuk dua program tersebut sebesar Rp 4,5 milar.</p>
<p>Khusus pembangunan rumah layak huni, total ada 231 unit rumah yang akan dibangun di 13 desa pada tahun ini. Dari total 231 unit rumah, pemerintah membaginya kedalam dua kategori. Kategori peningkatan kualitas rumah dan kategori pembangunan rumah baru.</p>
<ul>
<li><strong><span style="background-color: #ffffff; color: #000080;"><em><span style="color: #000000;">BACA JUGA : </span></em><a style="background-color: #ffffff; color: #000080;" href="https://endenews.com/kematian-babi-meningkat-warga-ende-dihimbau-terapkan-biosecurity/">Kematian Ternak Babi Meningkat, Warga Ende Dihimbau Terapkan Biosecurity</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Dua kategori tersebut, dijelaskan Fransiskus Tolo terdapat perbedaan mendasar. Pada peningkatan kualitas, pemerintah hanya merangsang para penerima bantuan. Karena itu, para penerima bantuan adalah warga yang telah memiliki rumah namun belum layak huni.</p>
<p>Sedangkan, pada kategori pembangunan rumah baru, pemerintah membangunnya secara utuh, dari awal hingga akhir.</p>
<p>Kategori peningkatan kualitas telah dianggarkan kepada 12 desa. Masing-masing desa mendapat 18 unit rumah, dengan alosikasi anggaran sebesar Rp 17,5 juta per unit.</p>
<p>Sedangkan, pada kategori pembangunan rumah baru, dianggarkan untuk 35 unit rumah. Besaran anggaran per unit adalah Rp 35 juta.</p>
<p>Anggaran dua kategori, baik peningkatan kualitas maupun pembangunan rumah baru, akan ditransfer langsung dari pusat ke rekening para penerima bantuan. Pihak Disperkimta hanya memverifikasi atau memastikan kelayakan para penerima.</p>
<ul>
<li><strong><span style="background-color: #ffffff; color: #000080;"><em><span style="color: #000000;">BACA JUGA : </span></em><a style="background-color: #ffffff; color: #000080;" href="https://endenews.com/profil-kapolres-ende-akbp-albertus-andreana/">Profil Kapolres Ende, AKBP Albertus Andreana</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Menurut Kadis Perkimta Kabupaten Ende, Fransiskus Xaverius Tolo, pengerjaan program tersebut akan menggunakan mekanisme swadaya. Dalam proses ini, Disperkimta melalui para pendamping, akan membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).</p>
<p>“Mekanisme kerja tentu secara padat karya. Nantinya dibentuk KSM-KSM yang difasilitasi oleh pendamping kami dari dinas,” jelasnya.</p>
<p>Ditargetkan bulan Desember tahun ini program-program tersebut selesai dilaksanakan. &#8220;Waktu cukup mepet namun saya optimis program ini selesai tepat waktu,&#8221; tutupnya. <em><strong>(ARA/EN)</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/dinas-perkimta-ende-bangun-231-unit-rumah-layak-huni/">Dinas Perkimta Ende Bangun 231 Unit Rumah Layak Huni</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BPJS Cabang Ende Sosialisasikan Kenaikan Tarif</title>
		<link>https://endenews.com/bpjs-cabang-ende-sosialisasikan-kenaikan-tarif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2020 14:09:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Iuran BPJS Kesehatan Naik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=979</guid>

					<description><![CDATA[<p>Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPSJ) Kantor Cabang Ende, melakukan sosialisasi atas perubahan tarif yang berlaku...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/bpjs-cabang-ende-sosialisasikan-kenaikan-tarif/">BPJS Cabang Ende Sosialisasikan Kenaikan Tarif</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPSJ) Kantor Cabang Ende, melakukan sosialisasi atas perubahan tarif yang berlaku mulai hari ini, 1 Juli 2019.</p>
<ul>
<li><span style="color: #003366;"><strong><span style="background-color: #ffffff;"><em><span style="color: #000000;">BACA JUGA</span></em> : <a style="background-color: #ffffff; color: #003366;" href="https://endenews.com/akhiri-masa-bhakti-ini-perjalanan-karier-nyo-cosmas-dan-john-tote/">Akhiri Masa Bhakti, Ini Perjalanan Karier Nyo Cosmas dan John Tote</a></span></strong></span></li>
</ul>
<p>Bertempat di Aula Hotel Grand Wisata, Kota Ende, Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPJS Cabang Ende, Wahyu Puspitasari menjelaskan, kebijakan perubahan tarif tertuang dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.</p>
<p>Beleid tersebut diteken oleh Presiden Joko Widodo pada bulan Mei tahun ini. Didalamnya tertuang, iuran kepesertaan mandiri kelas I, mengalami kenaikan dari 80ribu menjadii 150ribu per peserta.</p>
<p>Lalu, iuran mandiri kelas II naik dari 51ribu rupiah menjadi 100ribu per peserta per bulan.</p>
<p>Sedangkan bagi iuran mandiri kelas III naik menjadi 42ribu. Khusus untuk kategori ini diatur dalam Perpres, pemerintah memberi subsidi Rp 16.500 sehingga yang dibayarkan tetap Rp 25.500 per peserta.</p>
<p><strong>Defisit Sejak Didirikan</strong></p>
<p>Dirangkum media ini, subsidi pemerintah kepada iuran mandiri kelas III hanya berlaku tahun ini. Pada 2021, nominal subsidi pemerintah akan dikurangi menjadi 7ribu rupiah. Artinya peserta di kategori ini akan dikenakan iuran 35ribu pada 2021.</p>
<p>Selain itu BPJS Kesehatan juga tercatat selalu mengalami defisit bahkan sejak pertama kali didirikan.</p>
<p>Seperti dilansir laman <em>Kompas</em>, BPJS mengalami defisit sejak tahun 2014. Dua tahun setelahnya BPJS Kesehatan sempat berhasil menurunkan defisit, namun membengkak lagi pada tahun-tahun setelahnya.</p>
<ul>
<li><span style="background-color: #ffffff; color: #003366;"><strong><span style="color: #000000;"><em>BACA JUGA :</em></span> <a style="background-color: #ffffff; color: #003366;" href="https://endenews.com/pembukaan-jalan-reka-wolokota-dandim-kami-lagi-menyisir-ke-dinding-bukit/">Pembukaan Jalan Reka-Wolokota, Dandim: Kami Lagi Menyisir ke Dinding Bukit</a></strong></span></li>
</ul>
<p>Pada awal dijalankan, yaitu di tahun 2014, BPJS mencatatkan defisit sebesar Rp 1,9 triliun. Pada tahun 2015, defisit keuangan BPJS Kesehatan meningkat drastis menjadi Rp 9,4 triliun. Setelah itu pada tahun 2016, defisit sedikit mengecil menjadi Rp 6,4 triliun.</p>
<p>Namun, tahun 2017 tercatat defisitnya membengkak lagi menjadi Rp 13,8 triliun. Dan defisit terus meningkat pada tahun berikutnya. Pada 2018 defisitnya melesat ke angka Rp 19,4 triliun.</p>
<p>Pada tahun 2019, atau tahun kemarin BPJS Kesehatan sempat sedikit menurunkan defisit menjadi Rp 13 triliun. <strong><em>(ARA/EN)</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/bpjs-cabang-ende-sosialisasikan-kenaikan-tarif/">BPJS Cabang Ende Sosialisasikan Kenaikan Tarif</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
