<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sejarah &#8211; Ende News</title>
	<atom:link href="https://endenews.com/category/sejarah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://endenews.com</link>
	<description>Berita &#38; Budaya Kabupaten Ende</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Jul 2024 05:53:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-100x75.png</url>
	<title>Sejarah &#8211; Ende News</title>
	<link>https://endenews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sejarah Pemilihan Bupati Ende Sejak 1963 : Mulanya Penunjukan Langsung</title>
		<link>https://endenews.com/sejarah-pemilihan-bupati-ende-sejak-1963-mulanya-penunjukan-langsung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jul 2024 05:39:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilihan Bupati Ende]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada ende 2024]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah bupati ende]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=7634</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kabupaten Ende sebentar lagi. Proses pemilihan yang akan menentukan orang nomor...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/sejarah-pemilihan-bupati-ende-sejak-1963-mulanya-penunjukan-langsung/">Sejarah Pemilihan Bupati Ende Sejak 1963 : Mulanya Penunjukan Langsung</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kabupaten Ende sebentar lagi. Proses pemilihan yang akan menentukan orang nomor satu atau bupati Ende ini akan digelar pada bulan November Nanti.</p>
<p>Untuk kabupaten Ende, pemilihan bupati Ende tahun 2024 merupakan kelanjutan dari proses pemilihan sejak 1963. Dahulu, proses pemilihan bupati Ende dilakukan secara penunjukan langsung.</p>
<p><strong>BACA JUGA</strong></p>
<ul>
<li><strong><a href="https://endenews.com/sejarah-pacuan-kuda-di-ende-berawal-di-ippi-berakhir-di-eltari/">Sejarah Pacuan Kuda di Ende: Berawal di Ippi, Berakhir di Eltari</a></strong></li>
</ul>
<p>Penelusuran <em>Ende News</em>, jika ditilik kebelakang, proses pemilihan bupati Ende mulanya dilakukan secara penunjukan langsung. Kemudian, dalam perjalanan, proses pemilihan bupati Ende dilakukan oleh DPRD.</p>
<p>Sekarang ini proses pemilihan bupati Ende tidak lagi demikian melainkan dipilih langsung oleh masyarakat.</p>
<p><strong>Penunjukan Langsung</strong></p>
<p>Mulanya proses pemilihan bupati Ende dilakukan secara penunjukan langsung. Proses pemilihan dengan metode penunjukan langsung terjadi sejak pembentukan Ende sebagai sebuah kabupaten atau Daerah Tingkat II.</p>
<p><strong>BACA JUGA</strong></p>
<ul>
<li><strong><a href="https://endenews.com/lagu-ende-deku-dengu-milik-siapa-begini-sejarahnya/">Lagu “Ende Deku Dengu” Milik Siapa? Begini Sejarahnya</a></strong></li>
</ul>
<p>Sebelum tahun 1958, untuk ketahui, Ende merupakan bagian dan menjadi ibukota dari Daerah Flores. Kepala Daerah Flores dijabat oleh L. E. Monteiro.</p>
<p>Nah, setelah itu pada 1958, sesuai ketentuan UU nomor 64 tahun 1958 tentang pembentukan Daerah Tingkat II. Daerah Tingkat I NTT dibagi menjadi 12 Daerah Tingkat II, salah satunya Daerah Tingkat II Ende yang merupakan penggabungan dari swapraja Ende dan Lio.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/sejarah-pemilihan-bupati-ende-sejak-1963-mulanya-penunjukan-langsung/">Sejarah Pemilihan Bupati Ende Sejak 1963 : Mulanya Penunjukan Langsung</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FOTO: Kala Vincentius Potokota Muda Ditahbis Sebagai Imam</title>
		<link>https://endenews.com/foto-kala-vincentius-potokota-muda-ditahbis-sebagai-imam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Nov 2023 12:54:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Regional NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=7144</guid>

					<description><![CDATA[<p>Uskup Agung Ende, Mgr Vincentius Sensi Potokota tutup usia pada Minggu, 19 November 2023. Mgr...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/foto-kala-vincentius-potokota-muda-ditahbis-sebagai-imam/">FOTO: Kala Vincentius Potokota Muda Ditahbis Sebagai Imam</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Uskup Agung Ende, Mgr Vincentius Sensi Potokota tutup usia pada Minggu, 19 November 2023. Mgr Vincentius Potokota meninggal dunia pada usia 72 tahun.</p>
<p>Kepergian pria kelahiran Desa Saga, Kabupaten Ende, 11 Juli 1951 ini, membuka kembali kenangan-kenangan manis akan masa hidupnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA</strong></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/umat-katolik-di-ende-jemput-dan-arak-jenazah-mgr-vincentius-potokota/">Umat Katolik di Ende Jemput dan Arak Jenazah Mgr Vincentius Potokota</a></strong></span></li>
</ul>
<p>Salah satu kenangan yang paling sulit dilupakan ialah momen ketika ia ditahbiskan menjadi seorang Imam.</p>
<p>Pentahbisan itu terjadi di Gereja Katedral Kristus Raja, Kota Ende, pada 11 Mei tahun 1980.</p>
<figure id="attachment_7148" aria-describedby="caption-attachment-7148" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-7148 size-full" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/mgr-02.jpg" alt="Prosesi Misa pentahbisan Imamat Vincentius Sensi Potokota di Gereja Katedral Kristus Raja, Kota Ende, 11 Mei 1980 (foto: dokumentasi keluarga)" width="650" height="382" title="FOTO: Kala Vincentius Potokota Muda Ditahbis Sebagai Imam 1"><figcaption id="caption-attachment-7148" class="wp-caption-text">Prosesi Misa pentahbisan Imamat Vincentius Sensi Potokota di Gereja Katedral Kristus Raja, Kota Ende, 11 Mei 1980 (foto: dokumentasi keluarga)</figcaption></figure>
<p>Kata adik kandung almarhum, Yohanes Don Bosco (21/11/23), menuturkan, kala itu ia dan keluarga beramai-ramai berangkat ke Ende mengikuti pentahbisan saudaranya itu sebagai seorang Imam.</p>
<p>Vincentius Potokota merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Yohanes Don Bosco merupakan adik bungsunya.</p>
<p>“Tahun &#8217;80 dia (Vicentius Potokota) ditahbiskan. Semua keluarga ikut, waktu itu dia tahbis di Gereja Katedral”.</p>
<figure id="attachment_7146" aria-describedby="caption-attachment-7146" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-7146 size-full" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MGR-08.jpg" alt="Momen Vincentius Sensi Potokota ditahbis sebagai Imam di Gereja Katedral Kristus Raja, Kota Ende, 11 Mei 1980 (foto: dokumentasi keluarga)" width="650" height="797" title="FOTO: Kala Vincentius Potokota Muda Ditahbis Sebagai Imam 2"><figcaption id="caption-attachment-7146" class="wp-caption-text">Momen Vincentius Sensi Potokota ditahbis sebagai Imam di Gereja Katedral Kristus Raja, Kota Ende, 11 Mei 1980 (foto: dokumentasi keluarga)</figcaption></figure>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/foto-kala-vincentius-potokota-muda-ditahbis-sebagai-imam/">FOTO: Kala Vincentius Potokota Muda Ditahbis Sebagai Imam</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Umat Katolik di Ende Jemput dan Arak Jenazah Mgr Vincentius Potokota</title>
		<link>https://endenews.com/umat-katolik-di-ende-jemput-dan-arak-jenazah-mgr-vincentius-potokota/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Nov 2023 06:30:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Regional NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Uskup Agung Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Yang Mulia Mgr Vincentius Sensi Potokota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=7137</guid>

					<description><![CDATA[<p>Umat katolik di Kota Ende berjubel menjemput jenazah almarhum Uskup Agung Ende, Mgr Vincentius Sensi...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/umat-katolik-di-ende-jemput-dan-arak-jenazah-mgr-vincentius-potokota/">Umat Katolik di Ende Jemput dan Arak Jenazah Mgr Vincentius Potokota</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Umat katolik di Kota Ende berjubel menjemput jenazah almarhum Uskup Agung Ende, Mgr Vincentius Sensi Potokota, Selasa 20 November 2022.</p>
<p>Seperti diketahui, Yang Mulia Uskup Agung Ende, Mgr Vincentius Sensi Potokota, tutup usia pada Minggu, 19 November 2023, di Jakarta.</p>
<p>Jenazah tiba di Kota ende pada hari ini, Selasa (20/11), sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Umat Katolik, ormas Katolik, pemerintah daerah, tokoh adat, beserta mahasiswa  memadati bandara Hasan Aroeboesman Ende menjemput kedatangan jenazah.</p>
<p>Tiba di Kota Ende, jenazah almarhum Mgr Vincentius Potokota langsung diarak oleh umat yang telah menanti di halaman bandara. Bunyi-bunyian musik tradisional khas Ende mengiringi prosesi perarakan jenazah.</p>
<p>Jenazah Uskup Agung Ende Mgr Vincentius Sensi Potokota diarak menuju Gereja Katedral Kristus Raja, Kota Ende, untuk disemayamkan.</p>
<p>Prosesi perarakan jenazah, pantauan media ini, dilakukan umat Katolik dengan berjalan kaki dari bandara menuju Gereja Katedral.</p>
<p>Arak-arakan jenazah tiba di Katedral Ende sekira pukul 13.00 waktu setempat, disambut sapaan secara adat di depan halaman Gereja Katedral.</p>
<p>Selanjutnya jenazah akan disemayamkan di Gereja Katedral Ende hingga prosesi pemakaman dilaksanakan.</p>
<p>Jenazah almarhum Mgr Vincentius Potokota akan dikebumikan di pemakaman Uskup dan Pastor Keuskupan Agung Ende yang terletak di Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende.</p>
<p>Mengenai pemakaman, informasi terbaru, pada hari ini telah dilakukan prosesi adat <em>Neka Tana</em> oleh tokoh adat setempat, sebagai penanda dimulainya proses penggalian makam.</p>
<p>Seperti diketahui, Yang Mulia Uskup Agung Ende Mgr Vincentius Sensi Potokota tutup usia pada Minggu, 19 November 2023.</p>
<p>Mgr Vincentius Potokota menjadi Uskup Agung Ende pada 14 April tahun 2007. Ia sebelumnya menjadi uskup di Keuskupan Maumere pada 14 Desember 2005. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/umat-katolik-di-ende-jemput-dan-arak-jenazah-mgr-vincentius-potokota/">Umat Katolik di Ende Jemput dan Arak Jenazah Mgr Vincentius Potokota</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cuma di Detukeli, Hari Pahlawan Jadi Pesta Rakyat</title>
		<link>https://endenews.com/cuma-di-detukeli-hari-pahlawan-jadi-pesta-rakyat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Nov 2023 07:02:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Regional NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=7096</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kecamatan Detukeli, tepatnya di Desa Watunggere Marilonga, peringatan Hari Pahlawan nampak istimewa dan amat berkesan....</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/cuma-di-detukeli-hari-pahlawan-jadi-pesta-rakyat/">Cuma di Detukeli, Hari Pahlawan Jadi Pesta Rakyat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kecamatan Detukeli, tepatnya di Desa Watunggere Marilonga, peringatan Hari Pahlawan nampak istimewa dan amat berkesan. Di desa itu, tiap tahun, Hari Pahlawan menjadi pesta rakyat bagi warga kecamatan.</p>
<p>Kecamatan Detukeli menjadi satu-satunya wilayah di Kabupaten Ende yang menggelar peringatan Hari Pahlawan layaknya pesta rakyat.  Amat berbeda dengan wilayah-wilayah lain yang mengisi peringatan Hari Pahlawan dengan rutinitas upacara resmi.</p>
<p><strong>BACA JUGA</strong></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/bupati-ende-buka-festival-marilonga/">Bupati Ende Buka Festival Marilonga</a></strong></span></li>
</ul>
<p>Peringatan Hari Pahlawan di Watunggere, Detukeli, diadakan layaknya pesta rakyat. Aneka acara bernuansa reflektif dan hiburan digelar selama dua hari.</p>
<p>Kata Bupati Ende Djafar Achmad (10/11/23), rangkaian acara selama dua hari pada tahun ini akan menjadi agenda tetap Pemkab Ende. Tujuannya agar Marilonga, pejuang asal Watunggere, Detukeli, dikukuhkan sebagai pahlawan nasional.</p>
<p>Selain itu, rangkaian acara yang beraneka ragam akan menarik simpatik wisatawan sehingga menambah destinasi wisata sejarah di Kabupaten Ende.</p>
<p>“Kedepan harus lebih banyak peserta yang dilibatkan dengan kemasan acara yang lebih professional agar menjadi salah satu agenda kunjungan wisatawan,” tutur Bupati Djafar (10/11).</p>
<p><strong>BACA JUGA</strong></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/galeri-foto-festival-marilonga-2023/">Galeri Foto Festival Marilonga 2023</a></strong></span></li>
</ul>
<p>Peringatan Hari Pahlawan di Detukeli diadakan layaknya pesta rakyat. Aneka acara bernuansa reflektif dan hiburan digelar selama dua hari.</p>
<p>Pada hari pertama, para undangan disuguhi pegelaran festival yang diberi nama Festival Marilonga. Festival dibuka pada malam hari dan berlangsung hingga tengah malam.</p>
<p>Kamu akan menikmati berbagai acara menarik seperti tari-tarian, dance, puisi dan masih banyak lagi.</p>
<p>Tapi ingat, setelah itu Kamu jangan baring dulu. Masih ada acara lagi. Setelah festival, acara dilanjutkan dengan malam renungan bertempat di makam pejuang asal Kabupaten Ende, Marilonga. Letaknya sekitar 50 meter dari lokasi festival.</p>
<p>Jalannya renungan akan mengubah malam Kamu jadi syahdu. Bupati Ende, forkompimda, bersama para tokoh masyarakat setempat melaksanakan renungan secara khikmat. Keheningan akan mengitari jalannya renungan.</p>
<p><strong>BACA JUGA</strong></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/kalah-lawan-persebata-perse-tersingkir-dari-soeratin-cup-2023/">Kalah Lawan Persebata, Perse Tersingkir Dari Soeratin Cup 2023</a></strong></span></li>
</ul>
<p>Esoknya, tanggal 10 November, peringatan Hari Pahlawan dilanjutkan dengan upacara resmi. Bupati Ende akan memimpin upacara yang diikuti seluruh jajaran forkompinda beserta masyarakat ini.</p>
<p>Terik memang, apalagi dipertengahan upacara, namun tenang saja karena antusiasme warga setempat akan menyemangati Kamu.</p>
<p><em>Nah</em>, setelah itu,  ada makan bersama. <em>Keren</em>nya lagi, seluruh makanan yang berada di tenda-tenda disediakan oleh 13 desa di Kecamatan Detukeli.</p>
<p>Di sini Kamu bebas memilih makan sesuai selera. Silahkan saja karena memang disediakan untuk umum.</p>
<p>Rangkaian acara setelah itu akan semakin meriah. Masyarakat akan menari-nari mengikuti lantunan lagu dibawakan para penyanyi. Keceriaan, gelak tawa dan tari-tarian masyarakat menutup rangkaian acara peringatan Hari Pahlawan di Detukeli. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/cuma-di-detukeli-hari-pahlawan-jadi-pesta-rakyat/">Cuma di Detukeli, Hari Pahlawan Jadi Pesta Rakyat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Galeri Foto Festival Marilonga 2023</title>
		<link>https://endenews.com/galeri-foto-festival-marilonga-2023/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Nov 2023 03:08:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Regional NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[festival marilonga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=7081</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bupati Ende Djafar Achmad membuka festival Marilonga, Kamis 9 November 2023. Penyelenggaraan festival diadakan di...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/galeri-foto-festival-marilonga-2023/">Galeri Foto Festival Marilonga 2023</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bupati Ende Djafar Achmad membuka festival Marilonga, Kamis 9 November 2023. Penyelenggaraan festival diadakan di Desa Watunggere Marilonga, Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende.</p>
<p>Penyelenggaraan festival berlangsung meriah dan menarik diisi tari-tarian, puisi, hingga modern dance. Festival Marilonga tahun ini melibatkan sejumlah pihak mulai dari para siswa hingga sanggar yang berada di Kecamatan Detukeli.</p>
<figure id="attachment_7088" aria-describedby="caption-attachment-7088" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-7088" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2381-scaled.jpg" alt="MG 2381 scaled" width="2560" height="1707" title="Galeri Foto Festival Marilonga 2023 3" srcset="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2381-scaled.jpg 650w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2381-2048x1365.jpg 2048w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2381-768x512.jpg 768w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2381-1536x1024.jpg 1536w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-7088" class="wp-caption-text">Prajurit Ana Fua dalam festival Marilonga</figcaption></figure>
<figure id="attachment_7086" aria-describedby="caption-attachment-7086" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7086" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2411-scaled.jpg" alt="Bupati Ende tiba di lokasi festival disambut para tokoh masyarakat Detukeli" width="2560" height="1707" title="Galeri Foto Festival Marilonga 2023 4" srcset="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2411-scaled.jpg 650w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2411-2048x1365.jpg 2048w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2411-768x512.jpg 768w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2411-1536x1024.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-7086" class="wp-caption-text">Bupati Ende tiba di lokasi festival Marilonga disambut para tokoh masyarakat Detukeli</figcaption></figure>
<figure id="attachment_7092" aria-describedby="caption-attachment-7092" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7092" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2488-scaled.jpg" alt="Tari-tarian dalam festival Marilonga" width="2560" height="1707" title="Galeri Foto Festival Marilonga 2023 5" srcset="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2488-scaled.jpg 650w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2488-2048x1365.jpg 2048w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2488-768x512.jpg 768w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2488-1536x1024.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-7092" class="wp-caption-text">Tari-tarian dalam festival Marilonga</figcaption></figure>
<figure id="attachment_7085" aria-describedby="caption-attachment-7085" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7085" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2428-scaled.jpg" alt="Prajurit Ana Fua dalam festival Marilonga" width="2560" height="1707" title="Galeri Foto Festival Marilonga 2023 6" srcset="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2428-scaled.jpg 650w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2428-2048x1365.jpg 2048w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2428-768x512.jpg 768w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2428-1536x1024.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-7085" class="wp-caption-text">Prajurit Ana Fua dalam festival Marilonga</figcaption></figure>
<figure id="attachment_7084" aria-describedby="caption-attachment-7084" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7084" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2492-scaled.jpg" alt="Tari-tarian dalam festival Marilonga" width="2560" height="1707" title="Galeri Foto Festival Marilonga 2023 7" srcset="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2492-scaled.jpg 650w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2492-2048x1365.jpg 2048w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2492-768x512.jpg 768w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2492-1536x1024.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-7084" class="wp-caption-text">Tari-tarian dalam festival Marilonga</figcaption></figure>
<figure id="attachment_7087" aria-describedby="caption-attachment-7087" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7087" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2402-scaled.jpg" alt="MG 2402 scaled" width="2560" height="1707" title="Galeri Foto Festival Marilonga 2023 8" srcset="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2402-scaled.jpg 650w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2402-2048x1365.jpg 2048w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2402-768x512.jpg 768w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2402-1536x1024.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-7087" class="wp-caption-text">Tari-tarian dalam festival Marilonga</figcaption></figure>
<figure id="attachment_7082" aria-describedby="caption-attachment-7082" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7082" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2541-scaled.jpg" alt="MG 2541 scaled" width="2560" height="1707" title="Galeri Foto Festival Marilonga 2023 9" srcset="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2541-scaled.jpg 650w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2541-2048x1365.jpg 2048w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2541-768x512.jpg 768w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2541-1536x1024.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-7082" class="wp-caption-text">Modern dance dalam festival Marilonga</figcaption></figure>
<figure id="attachment_7083" aria-describedby="caption-attachment-7083" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7083" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2510-scaled.jpg" alt="MG 2510 scaled" width="2560" height="1707" title="Galeri Foto Festival Marilonga 2023 10" srcset="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2510-scaled.jpg 650w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2510-2048x1365.jpg 2048w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2510-768x512.jpg 768w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MG_2510-1536x1024.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-7083" class="wp-caption-text">Tari-tarian dalam festival Marilonga</figcaption></figure>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/galeri-foto-festival-marilonga-2023/">Galeri Foto Festival Marilonga 2023</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Ende Buka Festival Marilonga</title>
		<link>https://endenews.com/bupati-ende-buka-festival-marilonga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Nov 2023 02:21:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Regional NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[hari pahlwan di ende]]></category>
		<category><![CDATA[Marilonga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=7073</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bupati Ende Djafar Achmad membuka festival Marilonga, Kamis 9 November 2023. Penyelenggaraan festival diadakan di...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/bupati-ende-buka-festival-marilonga/">Bupati Ende Buka Festival Marilonga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bupati Ende Djafar Achmad membuka festival Marilonga, Kamis 9 November 2023. Penyelenggaraan festival diadakan di Desa Watunggere Marilonga, Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende.</p>
<p>Festival Marilonga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan yang digelar Pemkab Ende.</p>
<p><strong>BACA JUGA</strong></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/identitas-2-warga-ntt-korban-kkb-terungkap/">Identitas 2 Warga NTT Korban KKB Terungkap</a></strong></span></li>
</ul>
<p>Penuturan Bupati Ende, festival Marilonga tak sekedar festival peringatan Hari Pahlawan. Lebih dari itu, kata dia, festival Marilonga juga diadakan sebagai upaya pemerintah memperjuangkan Marilonga sebagai pahlawan nasional.</p>
<p>Karena itu dirinya berharap berbagai upaya pemerintah mendapat pengakuan untuk mengukuhkan Marilonga sebagai pahlawan nasional.</p>
<p>“Ini merupakan upaya kita bersama, terimakasih untuk dukungan masyarakat, semoga pejuang kita Marilonga dikukuhkan menjadi pahlawan nasional,” kata Bupati Ende Djafar Achmad (09/11).</p>
<p>Festival Marilonga diharapkan juga menjadi salah satu varian destinasi wisata sejarah yang ada di Kabupaten Ende, sebut Djafar Achmad.</p>
<p>Oleh karena itu penyelenggaran festival akan diadakan setiap tahun untuk menarik angka kunjungan di Kecamatan Detukeli. Nantinya, kata Bupati Djafar, jika hal itu berhasil dilakukan maka angka kunjungan ke Detukeli terhubung dengan peningkatan ekonomi warga.</p>
<p>“Kedepan harus lebih banyak peserta yang dilibatkan dengan kemasan acara yang lebih professional agar menjadi salah satu agenda kunjungan wisatawan,” tuturnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA</strong></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/intrik-di-konpres-perse-mikrofon-direbut-saat-pelatih-kritik-wasit/">Intrik di Konpres Perse, Mikrofon Direbut Saat Pelatih Kritik Wasit</a></strong></span></li>
</ul>
<p>Penyelenggaraan festival berlangsung meriah dan menarik diisi tari-tarian, puisi, hingga modern dance. Festival Marilonga tahun ini melibatkan sejumlah pihak mulai dari para siswa hingga sanggar yang berada di Kecamatan Detukeli.</p>
<p>Untuk diketahui, sosok Marilonga dikenal luas oleh masyarakat Kabupaten Ende sebagai seorang pejuang yang melawan penjajahan Belanda.</p>
<p>Marilonga dilahirkan kurang lebih sekitar tahun 1859 di Watunggere, kecamatan Detukeli, kabupaten Ende. Menurut Servas Mario Pati, <em>dkk</em> (2001), peperangan Marilonga melawan penjajahan Belanda dimulai sejak 1893 hingga tahun 1907 . <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/bupati-ende-buka-festival-marilonga/">Bupati Ende Buka Festival Marilonga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AHP Cerita Pengalaman Unik Megawati Kala Kunjungi Ende</title>
		<link>https://endenews.com/ahp-cerita-pengalaman-unik-megawati-kala-kunjungi-ende/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Oct 2023 15:45:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Andreas Hugo Parera AHP]]></category>
		<category><![CDATA[Kantor Baru DPC PDI Perjuangan Ende]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=6601</guid>

					<description><![CDATA[<p>Legislator Andreas Hugo Parera, akrab disapa AHP, menceritakan pengalaman unik ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/ahp-cerita-pengalaman-unik-megawati-kala-kunjungi-ende/">AHP Cerita Pengalaman Unik Megawati Kala Kunjungi Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Legislator Andreas Hugo Parera, akrab disapa AHP, menceritakan pengalaman unik ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri kala mengujungi Ende. Pengalaman itu, kata AHP, paling sering ia dengar kalau Megawati menceritakan Ende.</p>
<p>Pengalaman unik Megawati kala mengunjungi Ende diceritakan kembali oleh AHP saat acara gunting pita pembukaan kantor baru DPC PDI Perjuangan Ende, Senin 16 Oktober 2023.</p>
<p><strong>BACA JUGA </strong></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/kantor-baru-dpc-pdi-perjuangan-ende-diresmikan/">Kantor Baru DPC PDI Perjuangan Ende Diresmikan</a></strong></span></li>
</ul>
<p>Kata AHP, pengalaman unik Megawati kala mengunjungi Kota Ende terjadi pada tahun 80-an, saat posisi Megawati masih sebagai anggota DPR RI alias legislator.</p>
<p>“Saya ingat apa yang selalu disampaikan oleh ibu ketua umum (Megawati Soekarnoputri), bahwa tahun-tahun 80-an, ketika beliau masih menjadi anggota DPR waktu itu, beliau sering bercerita kalau beliau ke Ende,” cerita Andreas Hugo Parera, membuka sambutannya (16/10).</p>
<p>Ketika berada di Ende Megawati sering menginap di Susteran, kala itu Uskup Agung Ende masih dijabat mendiang Mgr Donatus Djagom.</p>
<p>Ketika menginap di Susteran suatu peristiwa unik dialami oleh Megawati. Ia melihat beberapa orang pria berdiri di luar di sekitar kamarnya, seperti sedang berjaga.</p>
<p>Peristiwa seperti itu tak cuma sekali tetapi terjadi berkali-kali. Setiap dia nginap, pasti ada beberapa pria yang <em>standby</em> menjaganya di sekitar kamar.</p>
<p>“Beliau sering bercerita bahwa ketika beliau di Ende, beliau selalu menginap di Susteran, waktu itu (Uskup Agung Ende) masih Mgr Donatus Djagom. Dan seringkali ketika beliau menginap, dia lihat ada orang di luar yang siap (jaga), di luar terus di sekitar tempat beliau menginap”.</p>
<p><strong>BACA JUGA </strong></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/serunya-nobar-film-kadet-1947-di-ende-ahp-sampai-datangkan-produsernya/">Serunya Nobar Film “Kadet 1947” di Ende, AHP Sampai Datangkan Produsernya</a></strong></span></li>
</ul>
<p>Pria yang selalu menjaga Megawati ketika nginap di Susteran, sambungnya, terdiri dari beberapa orang berperawakan orangtua dan anak-anak muda. Yang orangtua biasanya mengenakan pakaian adat, sementara anak muda pakaiannya bebas saja.</p>
<p>Megawati keheranan lalu memutuskan bertanya. Dan, jawaban yang ia dapat nampaknya cukup mengejutkan.</p>
<p>“Kemudian beliau tanya, ini siapa mereka ini, kenapa mereka ada di sini,” lanjutnya. “Ternyata itu teman-teman dari pemuda katolik dan juga para <em>mosalaki</em> (pemangku adat-<em>red</em>) yang diperintahkan oleh bapak Mgr Uskup Donatus Djagom menjaga ibu Mega”.</p>
<p>Pengalaman unik itu menjadi peristiwa yang paling sering diceritakan oleh Megawati tentang kunjungannya di Ende. Dan karena itu juga, kata AHP, acara-acara di PDI Perjuangan Ende ditekankan agar melibatkan para tokoh agama dan tokoh adat. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/ahp-cerita-pengalaman-unik-megawati-kala-kunjungi-ende/">AHP Cerita Pengalaman Unik Megawati Kala Kunjungi Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kocak, Ema Gadi Djou Puyeng Gegara Mia Salah Baca Ramalan</title>
		<link>https://endenews.com/kocak-ema-gadi-djou-puyeng-gegara-mia-salah-baca-ramalan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Jun 2023 13:13:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Ema]]></category>
		<category><![CDATA[Ema Gadi Djou]]></category>
		<category><![CDATA[Herman Josef Gadi Djou]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=5911</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cerita cinta selalu dibumbui intrik dan senyuman, ada pertentangan, ada kasih, tentu saja sekalian dengan...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/kocak-ema-gadi-djou-puyeng-gegara-mia-salah-baca-ramalan/">Kocak, Ema Gadi Djou Puyeng Gegara Mia Salah Baca Ramalan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita cinta selalu dibumbui intrik dan senyuman, ada pertentangan, ada kasih, tentu saja sekalian dengan cerita-cerita jenaka yang mengitarinya. Itu hal lumrah dalam hubungan percintaan disaat sepasang kekasih menyulam perbedaan diantara mereka, dan cerita semacam itu dialami juga oleh pasangan Herman Josef Gadi Djou (Ema) dan isterinya, Maria Aloysia Parera Gadi Djou atau Mia.</p>
<p>Ada saja cerita-cerita jenaka yang terjadi ketika pasangan itu masih merajut hubungan cinta alias berpacaran. Diceritakan Mia Gadi Djou (<em>75 Tahun Sang Visioner H. J. Gadi Djou, 2012)</em>, pernah sekali waktu dia salah baca ramalan bintang dan bikin Ema pusing tujuh keliling <em>gegara</em> itu. Saking puyengnya Ema sampai gadai baju kemeja yang belum lama dibelinya.</p>
<p>Cerita jenaka itu terjadi kala mereka berpacaran dibangku kuliah. Ema kuliah di Jogya sementara Mia di Solo. Keduanya sering saling mengunjungi apabila liburan atau tengah kelimpahan rezeki. Namun mendadak saja jadwal kunjungan mereka berubah lantaran Mia salah baca ramalan bintang.</p>
<p>Suatu kali ketika kantongnya lagi <em>kere</em> Mia membaca ramalan bintang dan menemukan kondisi keuangan orang-orang berbintang Aries “memuaskan”. Mia yang kala itu amat mempercayai ramalan bintang langsung sumbringah. Tentu saja dia girang, kekasihnya Ema Gadi Djou berbintang Aries. Tanpa berpikir dua kali dia langsung cari pinjaman menuju Yogya.</p>
<p>“Satu kali, pas lagi tidak punya uang, saya membaca di ramalan bintang bahwa bintang Aries ‘keuangan memuaskan,’ cerita Mia Gadi Djou (<em>75 Tahun Sang Visioner H. J. Gadi Djou, 2012 : 27</em>). “Tanpa pikir panjang, saya meminjam uang teman kos, naik kereta api ke Yogya,” sambungnya.</p>
<p>Tiba di tempat Ema dari jauh Mia melihat kekasihnya itu sedang menapis beras hendak masak nasi. Mia lalu mendekat dan ketika menyapa Ema dia malah <em>dicuekin.</em> Kaget, tersinggung, airmatanya langsung jatuh, campur aduk perasaan Mia saat itu.</p>
<p>“Ketika sampai, saya didiamkan saja, disapa dengan setengah hati. Saya sangat tersinggung karena oleh si Ema dianggap angin saja. Saya pun menangis, padahal saya kurang suka menangis”.</p>
<p>Setelah situasi reda baru Mia tahu rupa-rupanya Ema kebingungan dan jengkel lantaran saat itu dia juga lagi <em>kere</em>.  Ema hanya memiliki beras satu <em>mok</em> tanpa uang sepeserpun, kata Mia. “Ramalan bintang meleset jauh”.</p>
<p>Namun Mia mengenal Ema sebagai sosok yang selalu memiliki jalan keluar. Pasangan kekasih ini kemudian berembuk lalu Ema putuskan menjual baju kemeja yang baru dibelinya. Kemeja itu dibeli Ema seharga Rp 75 dan dijual kembali dengan harga Rp 50. “Uang hasil penjualan <em>hem</em> (kemeja) dibagi dua, dua puluh lima untuk saya dan dua puluh lima lagi untuk si Ema”.</p>
<p>Berkorban untuk gadis yang dia cintai nampaknya begitu indah dirasakan Ema, uang Rp 25 bagiannya masih dia gunakan membeli tiket kereta api untuk Mia dan mentraktirnya.</p>
<p>Cerita jenaka pasangan ini ternyata tak sampai disitu saja. Tiket yang dibeli Ema hilang ketika Mia menunggu kereta api, Ema tentu saja puyeng lagi dan jengkel lagi. Tetapi seperti kata Mia, kekasihnya itu sosok yang cepat sekali meredakan amarah. Dia lalu membeli lagi tiket untuk Mia.</p>
<p>Kisah Mia Gadi Djou dia sangat mempercayai ramalan bintang ketika masih remaja, berbeda dengan Ema yang menganggapnya sambil lalu. <em>Gegara</em> ramalan bintang Mia bahkan sempat heran tentang hubungan mereka karena Ema berbintang Aries sedangkan dia berbintang Virgo, kurang cocok menurut ramalan. “Tetapi si Ema bilang jangan percaya ramalan,” cerita Mia.</p>
<p>Setelah Ema menyelesaikan tugas-tugas kenegaraannya sebagai Bupati Ende dan membesarkan Uniflor, Mia dan Ema mengisi hari-hari tuanya dengan membaca ramalan bintang. “Sekarang gantian anak-anak yang sibuk, jadilah saya dan si Ema yang mengisi waktu dengan membaca perbintangan dan persioan”. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/kocak-ema-gadi-djou-puyeng-gegara-mia-salah-baca-ramalan/">Kocak, Ema Gadi Djou Puyeng Gegara Mia Salah Baca Ramalan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Soal Kepres Ende Kota Lahir Pancasila, Begini Tanggapan Mahfud MD</title>
		<link>https://endenews.com/soal-kepres-ende-kota-lahir-pancasila-begini-tanggapan-mahfud-md/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jun 2023 01:26:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Harlah Pancasila di Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Mahfud MD di Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=5887</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memberikan tanggapan atas permintaan masyarakat...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/soal-kepres-ende-kota-lahir-pancasila-begini-tanggapan-mahfud-md/">Soal Kepres Ende Kota Lahir Pancasila, Begini Tanggapan Mahfud MD</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memberikan tanggapan atas permintaan masyarakat Ende untuk menetapkan daerah tersebut sebagai Kota Lahir Pancasila dalam sebuah Keputusan Presiden (Kepres).</p>
<p>Menurut Mahfud MD menuangkan sejarah Ende sebagai Kota Lahir Pancasila ke dalam sebuah Kepres tidak diperlukan sebab dari sisi historis Kota Ende sudah diakui sebagai rahim dan tempat lahir ideologi Pancasila. Selain itu, tandas Mahfud MD, Kepres mengenai tempat bersejarah akan menimbulkan permintaan-permintaan baru dari daerah lain di Indonesia untuk menetapkan sejarah masing-masing tempat.</p>
<p>“Kalau maunya membuat Kepres bahwa Ende itu Tempat Lahirnya Pancasila itu tidak umum, <em>pak</em>. Kepres tentang tempat, nanti banyak lagi Kepres yang harus dikeluarkan”</p>
<p>“Kepres itu biasanya suatu keputusan, bukan peraturan, suatu keputusan yang bersifat konkrit, individual dan final. Itu obyeknya jelas, namanya jelas, tujuannya jelas. Kalau nyebut Kepres Ende sebagai tempat lahirnya Pancasila, nanti ada orang minta lagi Maguwoharjo di Jogja tempat mendaratnya Bung Karno ketika terbang,” sambungnya.</p>
<p>Tanggapan tersebut disampaikan Mahfud MD dalam dialog dengan masyarakat Ende usai dirinya memimpin upacara Hari Lahir Pancasila di Kota Ende, Kamis (1/6/23). Jawaban itu diutarakannya menanggapi pertanyaan dari masyarakat yang hadir dalam dialog mengenai kemungkinan diterbitkannya Kepres “Ende Kota Lahir Pancasila”.</p>
<p>Menurut Mahfud MD Kepres tidak diperlukan untuk menetapkan Ende sebagai Kota Lahir Pancasila. Jika hal itu terjadi maka nantinya akan menimbulkan banyak permintaan dari daerah lain sebab memiliki juga tempat-tempat bersejarah.</p>
<p>Sebagai contoh, Jakarta sebagai tempat Proklamasi Kemerdekaan tidak pernah ditetapkan dalam sebut Kepres begitu pula dengan Bengkulu sebagai salah satu tempat bersejarah pembuangan Bung Karno.</p>
<p>“Jakarta itu <em>ndak</em> ada Kepresnya itu sebagai tempat Proklamasi Kemerdekaan. Bengkulu tempat pengungsian Bung Karno <em>ndak</em> ada Kepresnya”.</p>
<p>Oleh sebab itu Mahfud menyarankan agar sejarah Ende sebagai Kota Pancasila dikuatkan melalui tulisan, buku-buku dan dokumentasi lain sehingga sejarah tersebut terus diwariskan dari generasi ke generasi.</p>
<p>Sejarah Ende sebagai Kota Lahir Pancasila telah diakui secara luas dan tak ada yang dapat membantah sejarah tersebut karena tertuang dalam tulisan-tulisan dan pidato Bung Karno, sehingga generasi hari ini memiliki tugas menguatkan memori tersebut.</p>
<p>“Oleh sebab itu kalau sejarah itu ditulis saja isinya. Ditulis saja di sejarah orang tahu dan tidak ada yang membantah, ditulisan-tulisan dan pidato Bung Karno <em>kan</em> sudah <em>nyebut</em> Ende ini dan kita merujuk itu sebagai fakta sejarah”.</p>
<p>“Ende ini tempat bersejarah, penuh kenangan dan harus kita jadikan tempat yang mengingatkan kita bahwa Bung Karno, pendiri Negara Republik Indonesia, pernah di sini,” sambung Mahfud MD.</p>
<p>Namun, kendati Kepres tidak dapat diterbitkan, pemerintah akan menggunakan cara-cara lain untuk menguatkan memori bersejarah tersebut. Penguatan sejarah Ende sebagai Kota Pancasila dapat dilakukan dengan cara-cara lain seperti membangun museum atau diorama perjalanan Bung Karno di Kota Ende.</p>
<p>Mengenai hal tersebut, kata Mahfud, Bupati Ende telah meminta dirinya untuk membangun museum atau monumen lain yang akan menguatkan memori sejarah Kota Ende. Dirinya telah memastikan bahwa permintaan tersebut dapat dilakukan melalui proyek APBN.</p>
<p>“Tadi pak Bupati usul ke saya, bagaimana kalau membangun museum, <em>nah</em> kalau itu bisa. Museum, monumen, taman, deorama perjalanan Bung Karno di sini sampai lahirnya Pancasila. Nah itu proyek di APBN nanti, <em>ndak</em> perlu Kepres,” tutupnya. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/soal-kepres-ende-kota-lahir-pancasila-begini-tanggapan-mahfud-md/">Soal Kepres Ende Kota Lahir Pancasila, Begini Tanggapan Mahfud MD</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“Saya Jadi Camat Terlalu Lama Ko,” Ketika Paulinus Domi Cerita Perjalanan Karirnya</title>
		<link>https://endenews.com/saya-jadi-camat-terlalu-lama-ko-ketika-paulinus-domi-cerita-perjalanan-karirnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2022 07:33:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Ende Keenam]]></category>
		<category><![CDATA[Karir Paulinus Domi]]></category>
		<category><![CDATA[Paulinus Domi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=5610</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kabupaten Ende kembali kehilangan salah satu mantan pemimpinnya. Dia adalah Paulinus Domi, Bupati Ende keenam...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/saya-jadi-camat-terlalu-lama-ko-ketika-paulinus-domi-cerita-perjalanan-karirnya/">“Saya Jadi Camat Terlalu Lama Ko,” Ketika Paulinus Domi Cerita Perjalanan Karirnya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kabupaten Ende kembali kehilangan salah satu mantan pemimpinnya. Dia adalah Paulinus Domi, Bupati Ende keenam yang menjabat dua periode sejak tahun 1999 hingga tahun 2009. Paulinus Domi meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tc. Hillers Maumere, Kamis (03/11/22) pukul 18.20 Wita.</p>
<p>Mantan Bupati yang dikenal membawa Ende melewati proses transisi era demokrasi ini sempat kami wawancarai pada 20 September 2020. Dalam wawancara yang berlangsung selama satu setengah jam itu, Paulinus menceritakan berbagai pengalamannya sejak awal hingga menjadi seorang Bupati.</p>
<p>Ingatan Paulinus amat baik untuk pria seusianya. Berbagai peristiwa ia ceritakan secara lengkap beserta tanggal misalnya saja ketika dia bercerita menduduki jabatan Camat selama 13 tahun. Paulinus mengingat peristiwa itu tak sebatas tahun melainkan secara lengkap beserta ke tanggal-tanggal penting.</p>
<p>“Saya jadi camat terlalu lama <em>ko</em> di Ende ini 13 tahun memang. Camat terus 13 tahun. Camat di Detusoko empat setengah tahun, kemudian ke kampung Maurole 2 tahun, 2 bulan, 28 hari. Kemudian ke Wolowaru 5 tahun 19 hari,” kenang Paulinus Domi (20/9/20).</p>
<p>Paulinus Domi lahir pada 31 Desember 1946, putra ketiga dari tujuh bersaudara pasangan bapak Dage Dewa dan mama Mbenggu Masa. Dia adalah anak seorang petani dari Wolobalu, Desa Kedeboro, Kecamatan Maurole.</p>
<p>Kendati hanya anak petani, Paulinus mampu menempuh pendidikan hingga jenjang yang kala itu dapat dikatakan paling tinggi. Karir pendidikannya dimulai dari jenjang SR (sekarang SD) pada 1959 hingga 1969, kemudian dia lanjutkan di SMEP Wolowaru dan tamat pada tahun 1963, lalu ke Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) hingga tamat tahun 1966.</p>
<p><em><strong>BACA JUGA </strong></em></p>
<ul>
<li><strong><span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" href="https://endenews.com/sejarah-pacuan-kuda-di-ende-berawal-di-ippi-berakhir-di-eltari/">Sejarah Pacuan Kuda di Ende: Berawal di Ippi, Berakhir di Eltari</a></span></strong></li>
<li><span style="color: #000000;"><strong><a style="color: #000000;" href="https://endenews.com/kocak-begini-trik-curang-joki-pacuan-kuda-di-ende/">Kocak, Begini Trik Curang Joki Pacuan Kuda di Ende</a></strong></span></li>
</ul>
<p>Tak sampai disitu saja karir pendidikan ia lanjutkan ke Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) di Kupang dan lulus tahun 1972. Usai menempuh pendidikan di APDN Paulinus memutuskan pulang ke Ende dan bekerja di kantor pemerintah.</p>
<p>Tiba di Ende, masih di tahun yang sama, Paulinus mengabdikan diri untuk Kabupaten Ende sebagai Kasi Desa dan Pemilu di Kantor Bupati Ende hingga tahun 1975. Kemudian menjadi Kepala Perwakilan Kecamatan Maurole di Kota Baru hingga tahun 1977 dan menjadi Camat Detusoko hingga tahun 1979.</p>
<p>Namun, minatnya dalam dunia pendidikan terlampau tinggi, Paulinus kemudian melanjutkan ke Universitas Brawijawa Malang pada 1979 dan diwisuda sebagai sarjana tahun 1981.</p>
<p>Berbekal gelar sarjana yang diraih ia kembali ke Ende menjadi Pjs Kabid di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), menjadi Pjs Camat Maurole hingga tahun 1984, Pjs Camat Wolowaru hingga 1986 dan setelahnya diangkat menjadi Camat Wolowaru tahun 1986 sampai 1990 <em>(Bupati Ende Dari Masa ke Masa, 2011)</em>.</p>
<p>Paulinus sendiri amat mengingat kenangannya kala bekerja di kecamatan bahkan dia menghitung lamanya waktu yang dihabiskan melayani warga di kampung-kampung. 13 tahun, kata Paulinus. Meskipun tergolong lama untuk pria yang saat itu telah memiliki gelar sarjana, tetapi ia sabar saja.</p>
<p>“Saya jadi camat terlalu lama <em>ko</em> di Ende ini 13 tahun memang. Camat terus 13 tahun. Camat di Detusoko empat setengah tahun, kemudian ke kampung Maurole 2 tahun, 2 bulan, 28 hari. Kemudian ke Wolowaru 5 tahun 19 hari,” kenangnya.</p>
<p>Belasan tahun bekerja di kecamatan, karir Paulinus Domi akhirnya berlanjut ke pusat Kota Ende. Dia dipercaya menjadi Kepala Bapenda selama tiga tahun mulai 1990 sampai 1993. Di Bepanda, kata Paulinus, fokusnya hanya satu yakni meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Setelah itu dia diangkat sebagai Asisten I Setda Ende.</p>
<p><em><strong>BACA JUGA</strong></em></p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;"><strong><a style="color: #000000;" href="https://endenews.com/mengenal-frans-gedowolo-bupati-ende-berlatar-belakang-militer/">Mengenal Frans Gedowolo, Bupati Ende Berlatar Belakang Militer</a></strong></span></li>
<li><span style="color: #000000;"><strong><a style="color: #000000;" href="https://endenews.com/berdarah-manado-dayak-profil-bupati-ende-pertama-mauritz-winokan/">Berdarah Manado-Dayak, Profil Bupati Ende Pertama, Mauritz Winokan</a></strong></span></li>
</ul>
<p>Seperti merasa karirnya di pemerintah sudah sampai di puncak, dia kemudian putuskan pindah haluan ke politik. Politik, bukan hal baru baginya. Tutur Paulinus, saat bekerja di pemerintahan dia sudah aktif sebagai pengurus di partai Golkar di bawah pimpinan ketua Yos Sigasare. Saat itu aturan memperbolehkan Pegawai Negri Sipil berpolitik praktis maka ruang itu ia tidak sia-siakan.</p>
<p>Paulinus Domi mulai aktif di Golongan Karya sejak tahun 1974 dan sejak saat itu dia bangun jejaring politik serta membantu partai berlambang Beringin itu di event-event politik</p>
<p>“Saya masuk Golkar tahun 74,” kata Paulinus, “waktu saya kerja di (Kantor) Daerah itu saya mulai kenal-kenal dengan pak Yos (Sigasare) mereka, senior kami (di Golkar). Pak Yos waktu itu Ketua DPRD dan Ketua Golkar”.</p>
<p>Apa yang dikatakan Paulinus tersebut sejalan dengan pengakuan partai Golkar. Dalam buku <em>Jejak Karya Golkar NTT, 2018, </em>partai itu menyebut Paulinus Domi merupakan kader yang langsung dibawah binaan ketua Yos Sigasare, selain Herman Rea.</p>
<p>Karirnya di politik <em>tak dinyana</em> ternyata membawanya melampui karir di pemerintahan. Paulinus langsung terpilih sebagai anggota legislatif dari partai Golkar bahkan menjabat sebagai ketua DPRD Ende.</p>
<p>“Saya DPR satu periode langsung ketua, kemudian periode kedua saya sudah calon Bupati,” tuturnya.</p>
<p>Tak butuh waktu lama Paulinus lantas mencalon diri sebagai Bupati Ende periode 1999-2004 usai satu periode di dewan. Keputusan ini tergolong nekat sebab saat itu merupakan era transisi demokrasi setelah reformasi 1998. Waktu itu suara Golkar anjlok dimana-mana berganti <em>euphoria</em> kemenangan PDIP. Pun demikian di Ende, kursi Golkar di dewan turun drastis hanya 7 kursi, dominasinya digantikan oleh PDI yang memanen 13 kursi.</p>
<p>“Masa transisi waktu itu Golkar mulai disudutkan-disudutkan oleh partai lain terutama PDI ini sehingga Golkar di zaman saya hanya 7 kursi tapi bulat (dukung saya)”.</p>
<p>Kendati situasi seolah tak merestui, Paulinus ternyata <em>keukeh</em> maju sebagai Bupati Ende. Aku Paulinus, solidnya 7 kursi Golkar di DPRD merupakan semangat baginya terus menatap kursi Bupati. Paulinus dan Golkar Ende akhirnya berjuang dan memenangkan proses pemilihan Bupati Ende di dewan. Paulinus Domi terpilih sebagai Bupati Ende untuk periode pertama tahun 1999-2004.</p>
<p>Sebagai Bupati Ende, tuturnya, ia lebih mengedepankan pemerataan pembangunan. Bagi Paulinus, dirinya memilih memikirkan Kabupaten Ende secara menyeluruh ketimbang mengedepankan egosentrisme. Karena itu, meskipun dia merupakan putra asal Utara Kabupaten Ende, dia tak latah mengedepankan pembangunan di wilayah utara.</p>
<p>“Saya berpikir secara global Ende, utara, selatan, timur, barat. Kalau saya mau titik beratkan (pembangunan) di utara karena saya orang utara, saya tidak jadi <em>Bupati Utara</em> saya Bupati Ende.”</p>
<p>“Saya tidak melihat Nangapanda, saya tidak melihat Wolowaru, tidak Kota ini. Saya Bupati Ende saya lihat semua,” sambungnya.</p>
<p>Berbagai pembangunan khususnya infrastruktur dibangun pada masa ini. Namun, Paulinus mengakui keterbatasan anggaran merupakan problem utama pada masanya. Saat itu Pendapatan Asli Daerah tak seberapa kendatipun telah diupayakan oleh pemerintah daerah, praktis hanya mengandalkan dana dari pemerintah pusat maupun bantuan APBD I NTT.</p>
<p>Pada pemilihan Bupati Ende periode 2004-2009 Paulinus Domi maju lagi sebagai kandidat. Proses pemilihan kali ini cukup berbeda dengan sebelumnya sebab tak hanya memilih Bupati melainan juga Wakil Bupati dalam format pasangan calon. Proses pemilihan sendiri masih berlangsung di DPRD.</p>
<p><em><strong>BACA JUGA</strong></em></p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;"><strong><a style="color: #000000;" href="https://endenews.com/bernadus-gadobani-catatan-politik-seorang-katekis/">Bernadus Gadobani: Catatan Politik Seorang Katekis</a></strong></span></li>
<li><span style="color: #000000;"><strong><a style="color: #000000;" href="https://endenews.com/lagu-ende-deku-dengu-milik-siapa-begini-sejarahnya/">Lagu “Ende Deku Dengu” Milik Siapa? Begini Sejarahnya</a></strong></span></li>
</ul>
<p>Tahun 2004 dominasi PDIP di Ende masih kuat di dewan sementara Golkar baru pulih dari luka-luka pukulan reformasi 98. Paulinus menyadari bahwa proses pemilihan itu akan berjalan mudah jika ia mampu menggandeng ketua PDIP saat itu Bernadus Gadobani.</p>
<p>Pendekatan pun dilakukan secara pribadi dengan Gadobani, sambungnya. Paulinus kemudian mengajak Gadobani dalam suatu pertemuan membicarakan pencalonan. Dalam pembicaraan tersebut Gadobani sepakat dan bersedia menjadi Wakil Bupati mendampingi dirinya.</p>
<p>“Saya lakukan pendekatan dengan pak Gadobani,” kata Paulinus, “Pak Gadobani, kalo bersedia pak jadi Wakil Bupati, dia bilang, ‘oh baik saya ikut’ ”, ulangnya menceritakan momen pertemuan tersebut.</p>
<p>Persatuan dua partai ini menjadikan paslon Paulinus Domi-Bernadus Gadobani tak punya lawan sepadan di DPRD. Pasangan ini menang mutlak dan dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ende periode 2004-2009.</p>
<p>Roda pembangunan pun kembali dilanjutkan oleh pasangan ini hingga masa jabatan keduanya berakhir. Lukas Lege dalam bukunya<em>, Membangun Ende Sare, 2005</em>, mencatat, Paulinus Domi memiliki visi kepemimpinan yang dirumuskan secara singkat, <em>Ende Sare: Terwujudnya masyarakat Ende yang mandiri, solider, sejahtera dan berbudaya</em>. Pembangunan infrastruktur cukup dirasakan pada masa ini, salah satunya pembangunan dan perluasan gedung Kantor Bupati Ende yang sekarang ini dinikmati generasi penerus serta masyarakat. <em><strong>(Agustinus Rae/EN)</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/saya-jadi-camat-terlalu-lama-ko-ketika-paulinus-domi-cerita-perjalanan-karirnya/">“Saya Jadi Camat Terlalu Lama Ko,” Ketika Paulinus Domi Cerita Perjalanan Karirnya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
